Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu 6 Mei sekitar pukul 13.00 WIB. Insiden tersebut diduga kuat dipicu upaya sopir bus ALS menghindari jalan berlubang. Upaya itu bernasib naas karena bus itu kemudian ‘laga kambing; dengan bus tangki yang berisi full minyak.
Benturan keras menyebabkan kedua kendaraan terbakar hebat di lokasi kejadian. Akibatnya 16 korban tewas, terdiri dari 14 penumpang ALS dan dua awak truk tangki, tiga orang mengalami luka bakar serius, dan satu orang mengalami luka ringan.
Bus ALS diketahui melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi. Pada saat bersamaan, mobil tangki BBM datang dari arah berlawanan.
Diduga bus kehilangan kendali hingga masuk ke jalur lawan dan bertabrakan dengan mobil tangki. Setelah benturan terjadi, api dengan cepat membakar badan kedua kendaraan.
Kapolres Muratara AKBP Rendy Surya Aditama mengatakan dugaan sementara kecelakaan dipicu karena sopir bus ALS menghindari lubang.
“Kendaraan kehilangan kendali setelah menghindari jalan berlubang,” ujar AKBP Rendy Surya Aditama.
Ia menambahkan sopir bus diduga tidak mampu mengendalikan arah kendaraan dan gagal memperkirakan jarak pengereman secara tepat.
“Sopir diindikasikan kehilangan arah dan tidak bisa mengambil jarak rem yang akurat sehingga terjadilah tabrakan ini,” katanya.
Seusai kejadian, tim Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel turut mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kecelakaan tersebut.
Polisi masih mendalami kemungkinan adanya kelalaian pengemudi maupun faktor kerusakan jalan yang diduga turut menjadi pemicu kecelakaan tragis di Jalinsum Muratara itu.
Call Center Polda Sumsel
Dari 16 korban tewas pada kecelakaan maut itu, belum semuanya teridentifikasi karena korban umumnya tewas akibat terbakar setelah terjebak di dalam bus.
Seluruh korban meninggal telah dievakuasi ke RS Siti Aisyah Lubuk Linggau sebelum dipindahkan ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang untuk proses identifikasi forensik lanjutan.
Sementara itu, tiga korban luka bakar berat masih menjalani perawatan intensif di RSUD Muara Rupit, sedangkan seorang kenek bus yang mengalami luka ringan tengah menjalani pemeriksaan oleh Satlantas Polres Muratara.
Dalam proses olah tempat kejadian perkara, petugas menemukan sejumlah barang yang menjadi perhatian penyidik, di antaranya tabung gas, kursi dan dipan kayu, alat mesin motor, buah jeruk bali berserakan, satu unit sepeda motor bebek di dalam kabin bus, serta satu unit sepeda motor Suzuki Thunder yang diduga terlempar dari bagasi atas akibat benturan dan ledakan.
Temuan tersebut mengindikasikan adanya barang bawaan di luar ketentuan angkutan penumpang umum dan saat ini menjadi salah satu fokus pendalaman penyidikan. Kedua kendaraan yang terlibat telah diamankan sebagai barang bukti dalam kondisi hangus terbakar.Kerugian materiel diperkirakan mencapai Rp 500 juta.
Polda Sumsel mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga yang melakukan perjalanan menggunakan Bus ALS pada rute tersebut agar segera menghubungi Posko DVI RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang melalui nomor +62 821-7803-8910 atau mendatangi langsung posko untuk proses identifikasi ante mortem.

