![]() |
| Kereta cepat Whoosh yang kini bermasalah karena menimbulkan utang yang sangat besar |
"Iya (tentang kereta cepat), tentunya kita ingin mendapatkan sejumlah guidance dari Bapak Presiden," kata AHY saat memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta, dilansir ANTARA. AHY mau tidak mau harus ikut terlibat membahas masalah utang kereta cepat Whoosh itu karena ia bertugas menangani bidang infrastruktur nasional.
AHY juga menjelaskan pembahasan tentang kereta cepat itu termasuk soal utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) Whoosh sebagai salah satu proyek strategis nasional, yang ingin dicarikan solusinya dengan berbagai opsi. Penyelesaian utang yang dimaksud termasuk dengan melakukan restrukturisasi terhadap proyek yang dikelola PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) itu.
"Tentu kita ingin melihat berbagai isu ya, termasuk KCIC Jakarta-Bandung, ada permasalahan-permasalahan yang harus kita carikan solusinya juga dengan sejumlah opsi tentunya," kata AHY.
Dalam kesempatan sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan masalah utang kereta cepat Jakarta–Bandung Whoosh telah mendapat perhatian Presiden Prabowo dengan memanggil sejumlah menteri dalam rapat terbatas.
Presiden Prabowo, yang disampaikan melalui Mensesneg, memerintahkan jajaran Kabinet Merah Putih untuk mencari skema terbaik dalam menyelesaikan utang proyek kereta cepat yang dapat ditempuh oleh pemerintah.
Dalam ratas itu, menteri-menteri yang mengikuti rapat, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
![]() |
| Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (3/11/2025). |
Terkait masalah itu, Menkeu Purbaya, kepada wartawan menjelaskan pemerintah tidak akan menggunakan APBN untuk menanggung beban utang Whoosh.
Purbaya menjelaskan utang dari proyek tersebut bukan beban negara, melainkan menjadi beban dari BUMN yang terlibat di dalamnya. Whoosh sendiri merupakan proyek kereta cepat yang digagas oleh Joko Widodo, mantan presiden yang terkenal dengan julukan si Raja Dusta tau King of lip service.
Proyek itu sebelumnya sempat ditolak oleh sejumlah pejabat dan para ahli ekonomi dan transportasi. Tapi Jokowi yang didukung Luhut Binsar Pandjaitan ngotot menjalankannya. Akhirnya Indonesia harus menyelesaikan utang dalam jumlah besar ke China. Rakyat yang harus menanggung beban akibat ulah kedua sosok kontroversi itu. ***

