-->

BNPB Habiskan 56 Ton Bahan Semai untuk Modifikasi Cuaca di Lokasi Bencana Sumut

Sebarkan:

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dengan total penggunaan bahan semai mencapai 56 ton untuk mengendalikan curah hujan di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menerangkan OMC menjadi salah satu langkah mitigasi utama untuk menekan potensi hujan lebat susulan yang dapat memperparah dampak bencana serta menghambat proses penanganan darurat.

OMC dilaksanakan dengan mengoperasikan dua pesawat sejak 7 - 16 Desember 2025 yang difokuskan pada wilayah-wilayah dengan intensitas hujan tinggi dan area prioritas penanganan bencana.

“Total bahan semai yang digunakan mencapai 56.000 kilogram (56 ton). Operasi ini ditujukan untuk mengurangi curah hujan agar aktivitas pencarian dan pertolongan, pemulihan akses, serta distribusi logistik dapat berjalan lebih aman,” kata Abdul dilansir ANTARA, Rabu, 17 Desember.

Menurut dia, pengendalian curah hujan sangat dibutuhkan karena sebagian wilayah terdampak masih rawan longsor susulan dan luapan sungai, terutama di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan sekitarnya.

Seiring pelaksanaan OMC, BNPB mencatat dampak bencana di Sumatera Utara masih cukup besar, dengan korban meninggal dunia mencapai 360 jiwa dan jumlah pengungsi sebanyak 21.579 orang yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.

Abdul menerangkan OMC merupakan bagian dari strategi penanganan terpadu selama masa tanggap darurat, yang dilaksanakan bersamaan dengan pembangunan jembatan darurat, penyiapan hunian sementara, dan penyaluran bantuan logistik.

Selain itu di lapangan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) juga masih berlangsung di beberapa sektor prioritas. Sementara lebih dari 100 alat berat juga sudah dikerahkan untuk pembersihan material longsor, normalisasi sungai, serta pemulihan akses jalan.

BNPB memastikan koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah terus diperkuat agar upaya pengendalian cuaca dan penanganan bencana di Sumatera Utara dapat berjalan optimal hingga kondisi berangsur pulih. ***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini