![]() |
| Ahmad Doli Kurnia Tandjung dan jajaran pengurus Golkar Sumut bentukannya |
Upaya untuk menyingkirkan Musa Rajekshah alias Ijeck untuk tampil kembali sebagai Ketua Golkar Sumut sudah begitu gamblang disampaikan oleh Ahmad Doli Kurnia Tandjung. Bahkan dengan terus terang Ahmad Doli menegaskan bahwa Ijeck sama sekali tidak bisa lagi maju pada Musyawarah Daerah (Musda) Golkar mendatang sebab ia sudah dipindahkan sebagai pengurus DPP Golkar di tingkat pusat.
“Dalam aturan Golkar, pengurus DPP tidak boleh rangkap jabatan sebagai pengurus di daerah. Jadi Ijeck memang tidak boleh maju pada Musda Golkar Sumut mendatang,” kata Plt Ketua Golkar Sumut, Ahmad Doli Kurnia Tandjung di kantor DPD Golkar Sumut usai menyelenggarakan rapat khusus dengan pengurus lainnya, Senin (5/1/2026)
Adapun kegiatan Musda direncanakan berlangsung pada akhir Januari 2026. Meski demikian, Ahmad Doli mengaku masih membahas jadwal pasti bersama DPP Golkar Pusat. Kapan pun jadwal yang ditetapkan, ia berharap Ketua Umum Bahlil Lahadalia bisa hadir membuka Musda itu.
Doli mempersilahkan seluruh kader yang memenuhi syarat untuk mendaftarkan diri sebagai calon ketua Golkar Sumut. Namun sejauh ini, nama yang paling bersinar adalah Hendriyanto Sitorus, Bupati Labuhanbatu Utara yang juga ketua DPC Golkar di wilayah itu.
Terkait dengan eksistensi Ijeck di Golkar Sumut, menurut Doli, sudah selesai karena masa jabatannya sebagai ketua Golkar Sumut telah berakhir Desember 2025. Seluruh jajaran pengurus Golkar Sumut bentukan Ijeck praktis juga sudah bubar karena masa jabatan mereka juga telah berakhir.
Oleh karena itu, selaku Plt Ketua Golkar Sumut yang memimpin partai itu hingga selesainya Musda nanti, Ahmad Doli telah menyusun kepengurusan baru yang sifatnya sementara.
Dalam daftar susunan pengurus Golkar bentukannya, nama Ijeck sama sekali tidak masuk. Sejumlah pengurus Golkar Sumut yang dikenal dekat dengan Ijeck, sebagian besar juga ikut terbuang.
Yang menarik, Ahmad Doli justru menempatkan Yasir Ridho Loebis sebagai Ketua Harian Golkar Sumut.
Yasir Ridho merupakan musuh politik Ijeck di Golkar Sumut. Awalnya Yasir Ridho sempat terpilih sebagai ketua Golkar Sumut periode 2020-2025. Namun kemudian hasil Musda itu dibatalkan. Saat pemilihan ulang, Yasir Ridho berhasil disingkirkan Ijeck sehingga sejak itu nama Yasir Ridho tenggelam dalam kepengurusan Golkar.
Setelah masa jabatan Ijeck berakhir sebagai Ketua Golkar Sumut, nama Yasir Kembali mencuat. Bahkan ia mendapat jabatan bergengsi, yakni sebagai Ketua Harian hasil pemberian Plt ketua Golkar Sumut Ahmad Doli Kurnia.
Hal ini tidak mengherankan sebab Yasir Ridho dan Ahmad Doli merupakan dua sahabat karib. Ketika Ijeck naik sebagai ketua Golkar Sumut hasil Musda 2020, Ahmad Doli termasuk yang sangat keras menentang. Ia menilai Ijeck sebenarnya tidak pantas menduduki jabatan itu karena tidak pernah tercatat sebagai pengurus dan kader Golkar sebelumnya.
Makanya, setelah masa jabatan Ijeck berakhir, Ahmad Doli langsung melakukan balas dendam. Keputusannya menunjuk Yasir Ridho sebagai ketua harian merupakan bentuk pembalasan kepada Ijeck, sebab di masa kepengurusan Ijeck, Yasir Ridho sempat dibuang.
Sosok lain yang dirangkul Ahmad Doli adalah Shap Lubis yang selama ini juga dikenal berseberangan dengan Ijeck. Shap Lubis mendapat jabatan Wakil Ketua Korbit Fungsi Elektoral.
Ahmad Doli juga mengajak Doli Sinomba Siregar, paman Bobby Nasution dalam kepengurusan Golkar bentukannya dengan memberi jabatan sebagai wakil Ketua Korbit bidang kebijakan public.
Masuknya Doli Sinomba Siregar dalam kepengurusan itu kian memastikan bahwa Golkar Sumut memang akan kukuh mendukung Bobby Nasution kembali maju sebagai Gubernur pada 2029. Bobby kemungkinan akan dipasangkan dengan Hedriyanto Sitorus.
Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus yang sebelumnya tidak pernah masuk dalam jajaran kepengurusan Golkar Sumut, kali ini mendapat posisi Wakil Ketua bidang kaderisasi dan keanggotaan. Erni Ariyanti adalah adik kandung dari Hendiyanto Sitorus, politisi yang digadang-gadang bakal menduduki ketua Golkar Sumut pada Musda mendatang.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa Erni Ariyanti juga berseberangan politik dengan Ijeck. Bahkan Ijeck termasuk sangat tidak setuju kalau Erni Ariyanti menjabat sebagai ketua DPRD Sumut mewakili Golkar. Beruntungnya, Erni mendapat dukungan dari Bahlil untuk mengisi jabatan itu sehingga Ijeck hanya bisa bungkam.
Total ada 230 pengurus Golkar masa transisi yang dibentuk oleh Ahmad Doli. Beberapa nama lama juga masih bercokol dalam kepengurusan itu, seperti Riza Fakhrumi Tahir yang menduduki posisi Wakil Ketua Korbit Politik.
Riza tadinya adalah pendukung berat Ijeck. Tapi belakangan ia disebut sudah melunak dan tunduk kepada kepemimpinan Ahmad Doli. Tak heran jika ia pun mendapat jabatan dalam kepengurusan yang terbaru ini.
Yang jelas, hanya orang-orang non loyalis Ijeck yang mendapat peluang masuk dalam kepengurusan Golkar Sumut bentukan Ahmad Doli ini. Tampak jelas kalau Ahmad Doli ingin menutup buku tentang perjalanan Ijeck di Golkar Sumut. Ia ingin membuka lembaran baru tanpa melibatkan jejak Ijeck di dalamnya.
Nantinya kepengurusan yang dibentuk ini bakal diakomodir oleh pengurus Golkar hasil Musda mendatang. Dengan kata lain, perubahan yang terjadi mungkin hanya sedikit.
Hampir bisa dipastikan Yasir Ridho akan kembali mendapat tempat bergengsi dalam kepengurusan Golkar hasil Musda nanti. Apalagi kalau yang terpilih adalah Hendriyanto Sitorus.
Bagaimana pun juga Hendriyanto tetap membutuhkan pendamping yang menjabat sebagai ketua harian Golkar Sumut mengingat ia masih sibuk sebagai bupati Labuhanbatu Utara.
Berikut Susunan Pengurus DPD Golkar Sumut:
Plt Ketua DPD: Ahmad Doli Kurnia Tandjung
Ketua Harian: Yasir Ridho Loebis
- Sekretaris: Rolel Harahap
- Bendahara: Viktor Silaen
- Wakil Ketua Korbid Kepartaian: Zulchairi Pahlawan
- Wakil Ketua Korbid Pemenangan Pemilu: Irham Buana Nasution
- Wakil Ketua Korbid Hukum dan HAM: Hasrul Benny Harahap
- Wakil Ketua Korbid Pemerintahan dan Otonomi Daerah: Zainuddin Purba
- Wakil Ketua Korbid Politik: Riza Fakhrumi Tahir
- Wakil Ketua Korbid Penggalangan Kelompok Strategis: Dodhy Thahir
- Wakil Ketua Korbid Fungsi Elektoral: Shap Lubis
- Wakil Ketua Korbid Hubungan Antar Lembaga: Mhd Ichwan Husein Nasution
- Wakil Ketua Korbid Kebijakan Publik: Doli Sinomba Siregar
- Wakil Ketua Korbid Ekonomi: Darwin Sembiring
- Wakil Ketua Korbid Kesejahteraan Rakyat: M Iskandar Sinaga
