Kabar tentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Besar kemungkinan kenaikan itu berlaku mulai Rabu, 1 April 2026. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tidak menampik rencana ini karena menurutnya kenaikan harga BBM harus disesuaikan dengan situasi pasar.
Beredar kabar bahwa harga BBM itu akan naik sekitar 10 persen per 1 April 2026 pukul 00.00. Kenaikan itu dilakukan Pemerintah seiring dengan naiknya harga minyak dunia yang saat ini sudah mencapai US$111,56 per barel. Sedangkan harga BBM yang ada di Indonesia saat ini masih mengacu kepada harga minyak dunia saat berada pada kisaran US$46,15 per barel.
Sudah tentu harga yang berlaku saat ini tidak mungkin lagi dipertahankan. APBN pasti jebol lebih besar kalau harga saat ini masih menjadi acuan. Maka itu, kenaikan harga BBM tampaknya tidak bisa dihindari.
"Di Peraturan Menteri ESDM tahun 2022, itu telah mengatur dua formulasi tentang harga BBM. Satu harga BBM industri dan satu non-industri. Kalau yang industri, tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar," ujar Bahlil dalam video Sekretariat Presiden, Senin (30/3/2026).
Bahlil menjelaskan, khusus BBM industri, harganya pasti akan mengikuti harga pasar, baik diumumkan maupun tidak. BBM industri yang ia l maksud adalah seperti bensin RON 95 dan RON 98, yang biasanya dibeli oleh orang-orang mampu.
"BBM industry itu untuk orang-orang yang mampulah, seperti, mohon maaf, contoh Pak Rosan, Pak Seskab masa pakai minyak subsidi ya kan?" tuturnya.
Tentang rencana kenaikan harga BBM di Indonesia rujukannya tetap mengacu kepada Mean of Platts Singapore (MOPS) dan Argus yang memonitor rutin perkembangan harga minyak dunia menjadi tolok ukurnya. Bila harga minyak dunia naik, banderol di tingkat pengecer ikut terdampak.
Sementara itu, saat ini harga BBM non-subsidi di Indonesia masih mengacu pada ketentuan Pertamina Patra Niaga per 1 Maret 2026. Pertamax Rp 12.300 per liter, Pertamax Green (RON 95) Rp 12.900, serta Pertamax Turbo dari Rp 13.100 per liter.
Untuk jenis solar non-subsidi, harga Dexlite naik Rp 14.200 per liter dan Pertamina Dex Rp 14.500 per liter. Sementara Untuk BBM subsidi, Pertalite Rp 10.000 per liter dan solar Rp 6.800 per liter.
Adapun tentang rencana kenaikan BBM ini masih menunggu keputusan pemerintah yang saat ini sedang membahas secara ketat. Bisa jadi Keputusan itu akan disampaikan tiba-tiba. Rakyat diminta untuk bersiap-siap saja.
Namun kabar yang mencuat belakangan, pemerintah sepertinya hanya menaikkan harga untuk BBM yang non subsidi saja. Sedangkan BBM subsidi, seperti Pertalite, masih dipertahankan Rp10 ribu per liter.
Untuk itu Pemerintah mengimbau agar masyarakat tidak perlu melakukan panic buying atau menimbun BBM. Alasannya, harga BBM bersubsidi tidak bakal mengalami kenaikan dan dia mengklaim pasokannya dalam kondisi terjaga. ***
