-->

Putra Batak Ini Dikabarkan Memegang Komando Sementara BAIS

Sebarkan:
Letjen Richard Taruli Horja Tampubolon

Setelah Letjen Yudi Abrimantyo mengundurkan diri dari jabatan sebagai Kepala badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI pada Rabu (25/3/2026), sampai hari ini jabatan itu masih lowong. Untuk sementara, posisi Plt Kepala BAIS kabarnya diemban Letjen Richard Taruli Horja Tampubolon.

Richard sendiri saat ini masih menjabat Kepala Staf Umum (Kasum) TNI. Ia juga menduduki posisi sebagai Wakil Ketua I Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR).

Richard Tampubolon merupakan putra Batak yang berasal dari Desa  Lintong Nihuta, Tampahan, Toba kelahiran 24 Mei 1969. Ia merupakan alumni Akmil 1992, seangkatan dengan KASAD Janderal Maruli Simanjuntak.

Perjalanan karier Richard dalam dunia militer tergolong moncer. Ia banyak menghabiskan karir sebagai anggota pasukan elit Korps Baret Merah.

Seperti diceritakan sebelumnya Richard Tampubolon memulai kariernya dalam dunia militer setelah lulus dari Akmil di tahun 1992.  Pria berusia 56 tahun ini juga pernah menempati sejumlah posisi strategis dalam karier militer, mulai dari komandan kompi hingga komandon teritorial.

Pada 2020 hingga 2021, Richard sempat ditugaskan sebagai Dankoopssus TNI dan kemudian menjadi Pangdam XVI/Pattimura pada 2021-2022. Kariernya semakin bersinar setelah ditunjuk menjadi Inspektur Jenderal TNI Angkatan Darat (Irjenad) pada 2022 dan 2023.

Kemudian pada Juli 2023 ia ditunjuk sebagai Pangkogabwilhan III untuk menggantikan Letjen TNI Agus Suhardi. Setahun kemudian pada Agustus 2024, Richard diangkat menjadi Kasum TNI yang dikomandoinya sampai sekarang.

Posisi Kepala BAIS adalah jabatan sementara yang dikendalikan Richard sebelum ada kepala BAIS defenitif yang ditetapkan oleh Penglima TNI.

Badan Intelijen Strategis (BAIS) adalah lembaga intelijen militer utama di bawah Markas Besar TNI yang bertugas merumuskan analisis strategis, pengamanan, dan penggalangan intelijen pertahanan. BAIS berperan penting dalam memberikan intelijen akurat bagi Panglima TNI dan Kemhan, serta menangani ancaman seperti separatisme dan terorisme.

Sangat disayangkan, citra BAIS belakangan ini tercoreng karena ada empat anggotanya yang diduga terlibat penyiraman air keras kepada aktivis Hak Azasi Manusia (HAM) Andrie Yunus. Terungkapnya kasus itu memaksa Kepala BAIS Letjen Yudi Abrimantyo mengundurkan diri.  Sedangkan empat terduga pelaku sudah ditangkap.

Richard diharapkan bisa membantu membongkar kasus terror yang sangat tidak manusiawi itu demi membersihkan nama BAIS. ***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini