-->

Ada 81 Tersangka Korupsi yang Ditahan KPK, Hanya Yaqut yang Mendapat Keistimewaan!

Sebarkan:
Mungkin salah satu rompo orange KPK ini adalah milik Yaqut Cholil Qoumas. Tak lagi dipakainya karena ia sudah menikmati suasana nyaman bersama keluarga

Tanda-tanda adanya tebang pilih KPK dalam menerapkan hukum tidak terbantahkan lagi. Betapa tidak, dari 81 tahanan yang saat ini bersatatus tahanan KPK, hanya Yaqut Cholil Qoumas yang mendapat perlakuan Istimewa.  

Di saat tahanan lain bermohon agar bisa bergabung dengan keluarga untuk merayakan Idul Fitri, justru Yaqut yang dibebaskan secara diam-diam untuk menikmati suasana lebaran itu di rumah pribadinya. Bahkan mantan Menteri Agama ini sudah menikmati nyamannya udara rumah dua hari sebelum gema takbiran berkumandang.

KPK akhirnya resmi mengonfirmasi bahwa Yaqut tak lagi tidur di Rutan KPK sejak Kamis (19/3/2026). Status penahanannya disulap menjadi tahanan rumah. Tapi kabar itu diumumkan dua hari kemudian setelah terungkap ke public. Kalau tidak terungkap ke publik,   mungkin KPK akan terus merahasiakan.

"Benar, penyidik melakukan pengalihan jenis penahanan terhadap tersangka saudara Yaqut, dari penahanan di Rutan KPK menjadi tahanan rumah, sejak hari Kamis (19/3) malam," ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Sabtu (21/3/2026).

Budi berdalih pengalihan ini merupakan tindak lanjut atas permohonan keluarga Yaqut yang masuk sejak 17 Maret lalu. Tak butuh waktu lama bagi penyidik untuk mengabulkan kado Lebaran itu.

"Atas permohonan tersebut kemudian ditelaah dan dikabulkan dengan pertimbangan sesuai Pasal 108 ayat (1) dan (11), Undang-undang Nomor 20 tahun 2025 tentang KUHAP," tambah Budi.

Meskipun KPK menjamin adanya pengawasan melekat, tetap saja status "istimewa" ini memicu tanda tanya. Pasalnya, pengalihan penahanan di momen krusial seperti Hari Raya sangat jarang terjadi bagi tersangka korupsi.

Kabar Yaqut keluar rutan ini pertama kali dibongkar oleh Silvia Rinita Harefa, istri mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer (Noel). Usai menjenguk suaminya, Silvia menyebut kabar keluarnya Yaqut sudah jadi rahasia umum di dalam sel.

"Tadi sih sempat enggak liat Gus Yaqut ya. Infonya sih katanya keluar hari Kamis malam. Dalam pekan ini sebelum hari Jumat kemarin," ungkap Silvia di Gedung KPK.

Yang bikin dahi mengernyit, sempat ada kabar bahwa Yaqut keluar untuk pemeriksaan lanjutan. Namun, bagi para tahanan, alasan itu terasa janggal. Penyidik mana yang mau lembur memeriksa tersangka jelang malam takbiran?

"Infonya katanya mau diriksa ke depan. Tapi tadi salat Id kata orang-orang dalam, enggak ada. Orang-orang di rutan enggak pernah liat lagi. Jam 19.10 WIB kata menurut info dari dalem sih," jelas Silvia.

Menurut Silvia, suaminya dan tahanan lain hanya bisa bertanya-tanya soal perlakuan beda ini.

"Pak Noel di dalam berlima ya. Semuanya pada tahu. Cuma mereka itu bertanya saja gitu. Katanya ada pemeriksaan, tapi kan enggak mungkin menjelang malam takbiran ada pemeriksaan," ketusnya.

Kontras dengan Yaqut, tokoh lain seperti Bupati Pati nonaktif Sudewo dan sejumlah kepala daerah yang tertangkap tangan oleh KPK, tetap harus menjalani salat Id berjamaah di lapangan rutan pada pukul 06.30 WIB dan hanya diizinkan dikunjungi keluarga bukan berkumpul di rumah. 

Ketika tahanan lain hanya bisa menerima keluarga mereka di balik jeruji besi, Yaqut sudah bisa santai berkumpul dengan sanak saudaranya. Dan mungkin juga ia sudah menggelar 'pesta' rahasia bersama pendukungnya. Maka berbanggalah NU..!**  

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini