-->

Stadion Teladan Medan: Kacau Balau di Era Bobby Nasution, Dituntaskan di Masa Rico Waas

Sebarkan:

Proyek Stadion Teladan yang memasuki tahap akhir. Akan dituntas di tangan Walikota Rico Waas
Jika tidak ada aral melintang, warga Medan akan memiliki Stadion Teladan model baru yang akan diresmikan pada akhir Mei mendatang. Stadion itu rencananya dijadikan sebagai salah satu venue untuk turnamen sepakbola Asia Tenggara di bawah usia 19 atau AFF U-19 yang berlangsung pekan pertama Juni 2026. 

Kehadiran stadion sepakbola itu diharapkan menjadi symbol kebangkitan sepakbola Medan setelah sebelumnya stadion bersejarah itu diruntuhkan tanpa masa depan yang jelas di masa Walikota Bobby Nasution.

Ya, tidak salah lagi,  Gubernur Bobby Nasution memang sempat membuat proyek pembangunan stadion itu terbengkalai. Ia yang memulai, tapi ia tidak mampu menuntaskannya. Padahal anggaran yang tersedia sangat banyak.

Total mencapai Rp560 miliar berasal dari APBN dan APBD Kota Medan.

Benar bahwa Bobby yang merintis proyek itu saat ia menjabat walikota Medan pada 2021-2024. Adapun ground breaking (peletakan batu pertama) untuk proyek itu dilakukan pada Februari 2024.

Bobby dengan gegap gempita pernah menyebut kalau pembangunan kembali Stadion Teladan merupakan salah satu master peace programnya sebagai walikota Medan. Ia berjanji, dalam delapan bulan, proyek itu akan selesai. Janjinya, Oktober 2024 Stadion Teladan wajah baru akan diresmikan.

Namun apa yang terjadi? Menantu Jokowi itu benar-benar membohongi warga kota Medan.

Sampai waktu yang ditentukan, yang terlihat dari Stadion Teladan adalah kehancuran.  Proyek stadion itu mangkrak. Proyeknya sempat terhenti karena buruknya manajemen pemerintahan kota. 

Pemasangan kursi untuk penonton Stadion Teladan
Lantas Bobby merevisi lagi jadwal penyelesaian proyek hingga pada Januari 2025. Namun inipun tak terbukti.

Sampai Februari 2025 ketika Bobby meninggalkan jabatan Walikota Medan dan selanjutnya pindah sebagai gubernur Sumut, proyek itu tak juga selesai. Kala itu Stadion Teladan sangat carut marut.

Makanya tak terbantahkan lagi, Bobby adalah perusak stadion bersejarah itu. Dia yang memulai, tapi dia tak bertanggungjawab menyelesaikannya. Yang menonjol adalah kebohongan di sana sini.

Tidak hanya Stadion Teladan yang terlantar, sejumlah proyek Pemko Medan lainya di masa Bobby Nasution juga mengalami nasib yang sama.

Lihat saja misalnya proyek Islamic Center Medan yang berlokasi Medan Labuhan, juga tidak selesai sampai batas waktu yang ditentukan.

Yang lebih parah adalah proyek revitalisasi Lapangan Merdeka yang jelas-jelas merugikan keuangan negara hingga ratusan miliar. Proyek itu pantas disebut sebagai proyek gagal. 

Bayangkan saja, biaya yang dibutuhkan untuk proyek itu mencapai Rp497 miliar.  Sekitar 80 persen dari anggaran itu digunakan untuk pengerjaan proyek bawah tanah (basement) yang terdiri dari dua lantai.

Dua lantai bawah Lapangan Merdeka awalnya dirancang sebagai area parkir modern, museum kota, galeri kesenian, studio teater, serta area UMKM dan ritel.

Namun apa yang terjadi? Proyek bawah tanah itu kini justru menjadi lokasi genangan air. Bau busuk menyengat di semua penjuru ruang sehingga tak bisa berfungsi sama sekali.

Proyek lapangan Merdeka yang bisa dimanfaatkan hanya bagian permukaanya saja. Itupun kualitasnya jauh di bawah standar sehingga beberapa kali mengalami kerusakan sejak diresmikan pada Februari 2025.

Jadi bisa dibayangkan, berapa banyak kerugian negara dari proyek Lapangan Merdeka itu.  Beginilah kalau sosok yang kurang berpengalaman dipaksa menjadi kepala daerah.

Semua proyek Pemko Medan yang kacau balau di masa Pemerintahan Bobby Nasution kini terpaksa ditangani oleh Walikota Rico Waas. Selama di tangan Rico, proyek itu terus dikerjakan secara konsisten. 

Beberapa proyek sudah diaudit oleh BPK dan terindikasi ada manipulasi di dalamnya. Namun tindak lanjut penegakan hukum tidak jelas. 

Maklum, di negeri Kanoha, hukum hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas.  Selagi Jokowi masih punya pengaruh di lintas kekuasaan, tak akan ada satupun lembaga hukum yang berani menyentuh keluarganya.

Salah satu PR besar yang harus diselesaikan Rico adalah penyelesaian Stadion Teladan yang harus tuntas dalam waktu dekat ini. Rico terus mendorong agar Stadion Teladan bisa diselesaikan pada akhir Mei sebelum digunakan sebagai salah satu venue untuk AFF U-19 2026 nanti. 

Gubernur Bobby Nasution ikut menyaksikan progress pembangunan Stadion Teladan. Dari kunjungan ini semestinya ia belajar bagaimana membuktikan janji kepada masyarakat. Jangan lagi berbohong.
Saat ini proses pengerjaan proyek terus dipacu. Pemasangan kursi untuk penonton dan penyelesaian beberapa dekorasi sedang dikerjakan.

Beberapa waktu lalu, Rico bersama tim PSSI telah menyaksikan progress pembangunan stadion itu untuk memastikan proyek berjalan lancar. Menariknya, Bobby Nasution juga ikut dalam rombongan itu. 

Dari kunjungan itu, setidaknya Bobby bisa belajar bagaimana menyelesaikan proyek hingga tuntas tanpa ada pembohongan kepada public.

Yang lucunya nanti adalah, ketika proyek selesai, tiba-tiba Bobby Nasution merasa paling berjasa membangun stadion itu. Nah, ini baru barebe namanya. **

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini