-->

Jadi Korban Serangan Israel di Lebanon, Jenazah Praka Rico Direncanakan Tiba di Sergai Hari ini

Sebarkan:

 

Pelepasan jenazah Praka Rico Pramudia di Beirut, Lebanon, saat akan diterbangkan ke Indonesia pada Sabtu (25/4/2026). Rencananya hari ini jenazah tiba di Serdang Bedagai melalui bandara Kualanamu, Deli Serdang.
Keluarga dan para kerabat, sejak Senin pagi (27/4/2026) telah ramai berkumpul di salah satu rumah sederhana yang ada di Kampung Suka Jadi,  Dusun VII, Desa Dolok Manampang, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Rumah itu merupakan tempat kediaman orang tua Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang meninggal dunia akibat serangan pasukan Israel pada 24 April 2026 di Lebanon.

Praka Rico Pramudia memang asli putra kelahiran Serdang Bedagai. Ia merupakan anak bungsu dari sembilan bersaudara, pasangan Pairin dan ibunya, Kaya.

Kepala Desa Dolok Manampang, Dedi Turnip, menyampaikan bahwa almarhum sejak selesai sekolah , menengah, Rico  mengikuti tes untuk bergabung pendidikan militer di Medan. Setelah diterima dan mengikuti pendidikan, ia akhirnya ditempatkan di Aceh di bawah Kodam I Iskandar Muda.

Di Aceh pula, Praka Rico Pramudia membina rumah tangga, menikah dengan perempuan Aceh bernama Yulia Putri pada 27 November 2019. Pasangan itu memiliki seorang anak yang masih balita. Sang istri aktif dalam organisasi Persit Kartika Chandra Kirana (KCK).

Dengan posturnya yang atletis dan kemampuan militernya yang cakap, Rico kemudian terpilih menjadi salah satu anggota TNI yang bergabung sebagai pasukan perdamaian di Lebanon. Rico sebenarnya baru menginjakkan kaki di Lebanon awal tahun 2026. Tugas itu merupakan misi pertamanya bergabung sebagai pasukan perdamaian PBB di luar negeri.

Selagi ia bertugas di Lebanon, anak dan istrinya menetap di Aceh. Rico tetap aktif menghubungi keluarganya di saat senggang. Ia selalu mengingatkan keluarganya agar selalu taat  beribadah. Rico memang dikenal sebagai prajurit yang religius.

Peristiwa naas terjadi pada 29 Maret 2026 tatkala Rico dan rekannya melakukan patrol di wilayah Adchit Al-Qusayr, Lebanon Selatan. Tiba-tiba saja pasukan itu mendapat serangan dari pasukan Israel. Akibat, beberapa anggota TNI mengalami luka. Bahkan tercatat ada tiga orang meninggal dunia.

Rico termasuk yang mengbalami luka parah ketika itu. Ia dan korban lainnya langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif. 

Namun takdir berkata lain, setelah hampir sebulan dalam perawatan, pada 24 April 2026 ia dinyatakan meninggal dunia. Rico wafat dalam usia 31 tahun.

PBB menyampaikan duka mendalam atas kepergian Rico yang dipastikan meninggal karena serangan Israel. Penghormatan terakhir diberikan UNIFIL dalam sebuah upacara di Beirut pada Minggu (26/4), dengan dipimpin Ketua Misi dan Panglima UNIFIL Mayjen Diodato Abagnara, saat jenazah Rico akan di berangkatkan ke Indonesia.

“Anda telah memberikan semua yang dimiliki demi perdamaian di tanah ini. Untuk itu, kami memberi penghormatan setinggi-tingginya,” kata Mayjen Abagnara, menurut keterangan tertulis UNIFIL yang dipantau di Jakarta, Senin.

Menurut Abagnara, Praka Rico melaksanakan tugas di bawah panji PBB untuk tugas mulia, yaitu mewujudkan perdamaian di Lebanon selatan.

“Sebagai tentara, sebagai penjaga perdamaian, kami akan meneruskan perjuangan Anda. Kami akan terus siap, terus bersatu, dan terus waspada,” ucap Panglima UNIFIL tersebut.

Upacara di Beirut tersebut juga dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Lebanon Dicky Komar, perwakilan Kementerian Pertahanan Lebanon dan Angkatan Darat Lebanon Brigjen Maroun Azzi, serta perwakilan Kontingen Garuda di UNIFIL Kolonel Allan Surya Lesmana.

UNIFIL menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian adalah pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 tahun 2006, dan bisa menjadi tindak kejahatan perang.

Serangan terhadap personel UNIFIL harus diselidiki secara menyeluruh, dan semua yang bertanggung jawab harus ditindak sesuai hukum yang berlaku, demikian UNIFIL.

Praka Rico wafat pada Jumat (24/4) usai dirawat selama hampir sebulan akibat luka-luka yang dideritanya dalam serangan artileri di Adchit Al-Qusayr pada 29 Maret, dengan temuan awal mengindikasikan proyektil tersebut ditembakkan dari tank Merkava Israel.

Praka Rico Pramudia
Dengan wafatnya Praka Rico, Indonesia sudah kehilangan empat prajurit TNI saat bertugas bersama UNIFIL di Lebanon selatan dalam sebulan terakhir.

Praka Farizal Rhomadhon wafat akibat insiden pada 29 Maret dalam peristiwa yang sama yang awalnya mengakibatkan Praka Rico terluka. Kemudian pada 30 Maret, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan, gugur saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang.

Di samping Indonesia, Prancis juga kehilangan dua tentaranya yang bertugas bersama UNIFIL usai patroli mereka diserang pada 18 April, di tengah meningkatnya ketegangan di Lebanon Selatan.

Jika sudah sampai ke Sergai, jenazah Rico akan disemayamkan beberapa saat di rumah orangtuanya di Sergai acara keluarga dan sanak saudara. Anak dan istrinya sudah berada di Sergai sejak tiga hari lalu. 

Rencananya almarhum  akan dimakamkan di Makam Taman Pahlawan, Tebing Tinggi melalui prosesi militer. Selamat Jalan Pahlawan Bangsa..*** 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini