![]() |
| Walikota Medan Rico Waas bersama tim evaluator turnamen AFF U-19 meninjau Stadion Teladan pada pertengahan April 2026. |
Perlahan tapi pasti, langkah Walikota Medan Rico Waas menyelesaikan program Pembangunan Stadion Teladan mulai memberi hasil nyata. Stadion itu kini dalam proses penyelesaian akhir. Kursi-kursi penonton sudah terpasang, selanjutnya pembenahan pada rumput terus dipersiapkan.
Untuk penyelesaikan masalah rumput, Rico Waas sengaja menggunakan tenaga professional yang berpengalaman menangani stadion besar di berbagai daerah.
“Kita menggunakan rumput standar internasional,” kata Rico Waas saat meninjau area stadion itu pekan lalu.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumatera Utara, M. Mafullah Daulay, menegaskan bahwa aspek lapangan menjadi prioritas utama dalam persiapan ini. Ia menyebut, perawatan rumput stadion itu ditangani oleh tim profesional yang berpengalaman dalam mengelola stadion berskala nasional.
“Yang paling utama itu lapangan. Saat ini sudah ditangani oleh tim profesional untuk rumputnya, jadi tidak perlu dikhawatirkan,” kata Mafullah.
Ia juga menambahkan bahwa tim yang ditunjuk menangani rumput Stadion Teladan memiliki rekam jejak dalam menangani stadion-stadion besar, termasuk Gelora Bung Karno dan Stadion Utama Sumatera Utara. Dengan pengalaman tersebut, proses perawatan diyakini dapat berjalan optimal sesuai target waktu.
Menurut Mafullah, secara teknis kondisi rumput lapangan idealnya dapat dicapai dalam waktu sekitar 30 hari sejak proses perbaikan dimulai. Artinya, pada awal Mei 2026 mendatang, kualitas lapangan sudah mulai terlihat maksimal dan siap digunakan untuk pertandingan.
Diharapkan seluruh tahapan pembangunan penting sudah selesai akhir Mei sehingga pada 1 hingga 14 Juni 2026, stadion itu sudah bisa digunakan sebagai venue untuk turnamen sepakbola Piala Asia Tenggara (AFF) U-19.
![]() |
| Desain bagian dalam Stadion Teladan |
Dalam dokumentasi yang diterima Kajianberita.com, terlihat kalau tim evaluator cukup puas dengan perkembangan yang ada. Kondisi rumput tampak jauh lebih rapi dan tertata. Perawatan lapangan pun dilakukan secara intensif, termasuk melalui sistem penyiraman modern menggunakan rotary sprinkler guna menjaga kelembapan dan kesuburan rumput secara merata.
Langkah cepat Rico Waas menyelesaikan proyek Stadion Teladan ini tentunya layak menjadi pembelajaran bagi Gubernur Bobby Nasution dalam menyelesaikan setiap proyek yang sudah diagendakan.
Tidak bisa dibantah, Bobby lah yang sebenarnya yang merintis pembangunan ulang stadion bersejarah itu. Hanya saja ia tidak mampu bekerja dengan baik karena tidak memiliki leadership yang memadai.
Semasa Bobby menjabat Walikota Medan, proyek Stadion Teladan terbengkalai. Padahal anggaran untuk pengerjaan proyek cukup besar, total mencapai Rp510 miliar bersumber dari dana APBN sebesar Rp 275 miliar dan APBD Kota Medan sebesar Rp 235 miliar.
Saat peletakan batu pertama tanda mulainya Pembangunan Stadion Teladan itu pada 6 Februari 2024, Bobby sempat berkoar-koar kalau proyek itu akan menjadi salah satu karya momumental di masa pemerintahannya sebagai walikota Medan.
“Kita akan selesaikan proyek ini dalam delapan bulan. Pada oktober 2024 akan diresmikan sebagai salah satu proyek andalan kota Medan,” kata Bobby Nasution kala itu.
Bobby yakin, Stadion Teladan versi baru akan menjadi pemicu semangat bagi penguatan prestrasi sepakbola di Kota Medan. Stadion Teladan yang baru ini dirancang mampu menampung penonton sebanyak 20.093 orang.
Tapi ternyata Bobby cuman bermulut besar. Ia tidak mampu bekerja, lebih banyak menebar dusta. Faktanya stadion itu tidak kunjung selesai. Malah sempat mangkrak dan terbengkalai. Sampai Oktober 2024, proyek itu baru selesai sekitar 30 persen. Jauh panggang dari api.
Lalu Bobby menebar janji baru lagi bahwa proyek itu akan dikebut hingga selesai pada 15 Januari 2025, atau sebelum ia dilantik sebagai gubernur sebab Bobby kala itu menjadi pemenang Pilkada 2024.
Namun janji inipun tidak bisa ia realisasikan. Dasar pembual.
Ketika Bobby meninggalkan jabatan Walikota Medan untuk beralih sebagai gubernur Sumut pada 21 Februari 2025, wajah Stadion Teladan belum juga jelas. Hal ini menjadi bukti bahwa yang menelantarkan proyek itu adalah Bobby sendiri. Ia sama sekali tak mampu membuktikan janjinya kepada masyarakat Kota Medan.
Pada akhirnya proyek itu terpaksa dilanjutkan walikota Medan hasil Pilkada 2024, Rico Waas. Selama ditangani Rico, optimisme terus digaungkan agar stadion kebanggaan masyarakat Medan ini cepat selesai.
Makanya sangat aneh jika nanti setelah proyek ini selesai, tiba-tiba Bobby merasa orang paling berjasa dalam membangunnya. Inilah bentuk pencitraan busuk yang seharusnya ditolak masyarakat.***!

