![]() |
| The King of Lip service Joko Widodo bersama Budi Arie, eks Meninfokom yang pernah dituding terlibat melindungi judi online di Indonesia |
Setelah menderita sakit yang tidak pernah diumumkan ke public, beberapa hari ini Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kalau dirinya sudah sehat. Oleh karena itu ia berencana akan kembali berkeliling ke sejumlah wilayah di Indonesia dalam waktu dekat. Tujuannya, tentu saja demi kepentingan politik.
Jokowi menegaskan, perjalanannya tersebut juga untuk memenuhi banyaknya undangan yang datang langsung dari masyarakat daerah.
"Ya ini kan saya banyak undangan-undangan dari daerah-daerah untuk hadir dari masyarakat. Ya saya, saya sudah sehat dan saya akan datangi undangan-undangan yang ada," ujar Jokowi di kediamannya, Sumber, Banjarsari, Senin (25/5).
Jokowi menjelaskan, selain bersilaturahmi dia juga akan memberikan motivasi kepada masyarakat. Tentu saja kepentingan politiknya akan menjadi alasan utama. Apalagi Jokowi mengaku akan tampil all out untuk membangun kekuatan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Meski demikian, ia masih belum mau terbuka soal kepentingan politik itu. Namun tidak terbantahkan kalau Jokowi mulai sekarang sudah mulai ancang-ancang untuk menyelamatkan kepentingan politik anak dan menantunya. Ia sadar, tanpa dukungan dirinya, anak dan menantunya itu tidak akan bisa berbuat apa-apa.
Namun kalau ditanya soal kepentingan politik itu, Jokowi selalu berusaha menghindar. Ia mengaku, rencana keliling Indonesia untuk menyapa masyarakat.
"Karena ada undangan dari daerah," tegas Jokowi singkat.
Jokowi pun memastikan bahwa kondisinya kini sudah pulih total dan siap beraktivitas kembali secara penuh.
"Ya seperti ini kan, udah. Memenuhi undangan-undangan di daerah berarti kan, udah. Ya, udah siap. Insyaallah udah siap," kata Jokowi penuh optimisme.
Beberapa hari lalu Jokowi sebelumnya diberitakan bertemu dengan Ketua Umum Projo Budi Arie, mantan Menteri Infokom yang disebut-sebut sebagai pelindung bisnis judi Online di Indonesia. Mereka bertemu pada awal Mei di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.
Sekjen Projo, Freddy Alex Damanik mengatakan pertemuan ini dalam rangka berdiskusi dengan relawan. Semua demi kepentingan politik anak dan menantu Jokowi di masa depan.
"Ada banyak pimpinan relawan, namun dalam pertemuan tersebut Budi Arie dan Pak Jokowi ada pembicaraan empat mata lebih kurang 20 sampai 30 menit," kata Freddy kepada wartawan, Selasa (12/5).
Ia mengatakan pertemuan relawan dengan Jokowi bakal digelar rutin dalam rentang waktu tiga bulan. Freddy mengatakan kondisi Jokowi sudah pulih 99 persen dan siap berkeliling Indonesia untuk menyerap aspirasi rakyat.
Jokowi sendiri mengaku tidak lagi berpolitik untuk mengejar jabatan di Pemerintahan setelah ia menyelesaikan tugas dua periode sebagai presiden. Selama kepemimpinanya, keuangan negeri banyak yang kacau balau. Salah satu yang paling fenomenal adalah ketika ia memaksakan pembangunan Ibukota Nusantara (IKN) yang mengurus APBN.
Selama kepemimpinannya, korupsi merajalela. Polri dikendalikan untuk kepentingan diri dan keluarganya. Begitu juga lembaga hukum negara lainnya. Bahkan termasuk KPK.
Banyak pejabat korup yang dilindungi asal tunduk kepada kemauannya. Para pejabat itu kemudian terkungkung dalam sanderanya. Kalau melawan, maka kasus hukumnya akan diproses.
Tak mengejutkan jika Jokowi mendapat gelar sebagai salah satu pimpinan dunia yang paling korup. Ia mendapat predikat "Person of the Year for Organized Crime and Corruption" tahun 2024 dari Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP), sebuah Lembaga internasional yang terpercaya.
Sebelumnya, Jokowi juga sudah mendapat gelar The King Of Lip Service dari Badan Eksekutif Mahasiswa di Indonesia. Gelar itu diberikan karena Jokowi terkenal sebagai presiden yang banyak menebarkan janji-janji bohong. Sampai-sampai ijazahnya pun dipersoalkan karena terindikasi palsu.
Hebatnya Jokowi, ia masih bisa mempengaruhi sebagaian tokoh di negeri ini dan orang-orang yang terpengaruh buzzer bayaran. Bahkan presiden Prabowo termasuk yang tunduk kepadanya sehingga Jokowi tidak pernah tersentuh hukum.
Akan berbahaya bagi Jokowi kalau pemimpin Indonesia ke depan adalah orang yang tegas dalam penegakan hukum. Bisa-bisa nasib dirinya dan keluarganya terancam.
Oleh karena itu ia bertekad akan terjun ke politik bersama PSI. Selain untuk menyelamatkan diri, tentu saja demi kepentingan dalam politik demi menyelamatkan karir anak dan menantunya.
Adapun PSI nantinya akan menjadi partai yang akan mendukung kepentingan keluarga Jokowi. Makanya Jokowi sangat berkepentingan membesarkan partai ini. ***
