Atlit
marathon terbaik Indonesia, Robi Syianturi, begitu bangga bisa bertemu dengan Menteri
Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti
Yudhoyono, yang dikenal memiliki perhatian bagi kemajuan olahraga nasional.
Keduanya akhirnya bisa bersilaturrahmi di ruang kerja AHY pada Sabtu (23/5/2026).
Robi Syanturi memberikan sepatu bersejarah kepada AHY
AHY menyambut antusias kehadiran Robi di kantornya. Ia mengaku bangga dan terharu mendengar langsung kisah perjuangan atlet maraton Indonesia itu yang baru saja mencetak sejarah di ajang Copenhagen Marathon. Sejarah yang dicetak Robi adalah berhasil menciptakan rekor nasional dan rekor Asia Tenggara dengan catatan waktu 2 jam 12 menit 20 detik.
Sebagai ungkapan kebanggaannya atas hasil itu, Robi Syanturi menyerahkan sepatu yang digunakannya saat memecahkan rekor tersebut kepada AHY. Tentu saja AHY dengan suka cita menerima hadiah Istimewa itu, dan menegaskan bahwa sepatu itu akan ditempatkan secara khusus karena menjadi symbol hadirnya sejarah baru dalam dunia lari di Indonesia.
“Bangga dan ikut terharu mendengar langsung kisah perjuangan luar biasa dari atlet maraton kebanggaan Indonesia, Robi Syianturi. Baru saja, Robi mencatat sejarah dengan memecahkan Rekor Nasional sekaligus Rekor Asia Tenggara di Copenhagen Marathon dengan waktu fantastis 2 jam 12 menit 20 detik. Sebuah pencapaian yang tentu tidak datang dalam semalam,” ujar AHY, Sabtu (23/5/2026).
Menurut AHY, konsistensi Robi dalam memperbaiki catatan waktu dari Valencia, Gold Coast, Sevilla hingga Copenhagen menunjukkan dedikasi luar biasa sebagai seorang atlet.
“Di balik konsistensinya terus memperbaiki catatan waktu dari Valencia, Gold Coast, Sevilla hingga Copenhagen, ada kerja keras, disiplin, dan mental yang luar biasa kuat,” katanya.
AHY juga
mengaku salut mendengar kisah Robi yang tetap menyelesaikan Sevilla Marathon
meski mengalami cedera hingga kakinya terluka dan berdarah.
Robi Syanturi pemegang rekor marathon Asia Tenggara dengan catatan 2.12.20 yang ia ciptakan di Copenhagen, Denmark pada 10 Mei lalu.
“Robi bahkan pernah tetap berlari hingga finish di Sevilla Marathon meski kakinya terluka dan berdarah. Mendengar cerita itu secara langsung benar-benar membuat saya salut,” ungkapnya.
Tak hanya soal prestasi olahraga, AHY juga tersentuh dengan perjalanan hidup Robi sejak kecil di Belitung. Berasal dari keluarga sederhana, Robi disebut tumbuh dengan tekad kuat untuk mengubah nasib keluarganya.
“Yang juga menyentuh adalah cerita masa kecilnya di Belitung. Berasal dari keluarga sederhana, Robi tumbuh dengan semangat untuk mengubah nasib keluarga. Ia bekerja apa saja sambil terus menjaga mimpinya tetap hidup lewat olahraga yang ia cintai,” lanjut AHY.
Bagi AHY, sosok Robi bukan hanya atlet berprestasi, tetapi juga pribadi yang memiliki kepedulian sosial tinggi. Hal itu terlihat dari aksi Robi yang rela melelang jersey dan sepatu bersejarahnya demi membantu korban bencana di Sumatra.
“Bagi saya, Robi bukan hanya seorang atlet hebat, tapi juga pribadi yang punya hati besar. Ia bahkan rela melelang jersey dan sepatu bersejarahnya untuk membantu korban bencana di Sumatra. Kisah perjalanan Robi ini sangat menginspirasi,” tuturnya.
AHY juga menyampaikan terima kasih atas kenang-kenangan berupa sepatu yang dipakai Robi saat mencetak sejarah di Copenhagen Marathon. Di akhir pertemuan, AHY turut mengucapkan selamat kepada Robi atas pencapaian Robi sekaligus kelahiran putra pertamanya.
“Selamat Robi, atas pencapaian luar biasanya. Dan selamat juga atas kelahiran putra pertamanya yang usianya hampir sebaya dengan Arjuna. Tetap rendah hati, terus berlari, dan terus bawa Merah Putih terbang tinggi di panggung dunia,” tutup AHY.
Robi memang lahir dan besar di Bangka Beliting, tapi ia tidak membantah bahwa ia asli berdarah batak. Ayahnya Amir Sianturi adalah perantau asal Toba yang kemudian menikah dengan Dewi Purnawati yang merupakan warga Bangka Belitung. Amir dan istrinya saat ini tinggal di Jalan Berok, Kelurahan Kota, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.
Robi sendiri adalah anak keempat dari pasangan itu. ia merupakan satu-satunya anak Amir Sianturi yang menggeluti olahraga lagi.
“Ya, memang sejak kecil hobinya lari. Kecepatan dan daya tahannya sangat menonjol sehingga ia mendapatkan pelatihan khusus,” ungkap Amir.
Robi sempat
diminta ayahnya untuk berhenti berlari dan menjalani kuliah. Pernah pula Robi ditawarkan untuk menjadi polisi. Tapi semua
itu ditolak Robi karena ia sudah bertekad bulat untuk menjadi atlit lari.
Amir Sianturi dan istrinya Dewi Purnawati, orangtua dari Robi Syanturi
Berkat pelatihan yang tekan dan disiplin yang tinggi, Robi akhirnya tumbuh dan berkembang menjadi atlit lari terbaik di Asia tengga. Ia bahkan pernah mencicipi system pelatihan yang sangat ketat di Akademi Marathon, Kenya.
Pada April lalu Robi baru saja mendapatkan anak pertama dari pernikahanya dengan dr. Bella Afifah Dewanti. Meski Robi kerap tinggal di Jakarta dan aktif mengikuti event internasional di berbagai negara, namun ia masih setia membela panji Bangka Belitung dalam bidang atletik. ***