-->

Rupiah Semakin Sulit Diperkuat, Prabowo Patok Maksimal Rp17.500 di RAPBN 2027

Sebarkan:

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR
Presiden Prabowo Subianto mulai membuka risiko berat ekonomi Indonesia pada 2027.  Ia sepertinya sadar bahwa rupiah sangat sulit dikembalikan di bawah Rp17 ribu. Oleh karena itu,  dalam pidatonya di DPR, Rabu (20/5), Prabowo mematok asumsi nilai tukar rupiah di kisaran maksimal Rp17.500 per dolar AS dalam rancangan APBN 2027.

Angka itu menjadi salah satu isyarat bahwa pemerintah menyiapkan ruang menghadapi tekanan global yang belum mereda, mulai dari perang di Timur Tengah hingga ketegangan geopolitik dunia.

“Suku bunga dan strategi fiskal-moneter harus mampu menjaga nilai tukar kita tetap stabil,” kata Prabowo.

Selain kurs rupiah, pemerintah juga memasang target suku bunga surat berharga negara tenor 10 tahun di kisaran 6,5-7,3 persen.

Prabowo mengatakan kondisi global saat ini penuh konflik dan ketidakpastian yang berdampak langsung pada ekonomi Indonesia. Karena itu, ia memilih menyampaikan langsung arah kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah di hadapan DPR.

Di sektor energi, pemerintah memperkirakan harga minyak mentah Indonesia berada di level 70-95 dolar AS per barel pada 2027. Meski begitu, Prabowo tetap optimistis ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5,8-6,5 persen menuju target 8 persen pada 2029.

Ya harus selalu optimis, sebab hanya sikap optimis itu yang bisa di omon-omonkan. Soal nanti tidak tercapai, biarkan saja.

Sebagaimana diketahui, setiap tahun Pemerintah selalu mematok nilai rupiah sebagai rujukan untuk menentukan nilai subsidi keuangan negara. Pada APBN 2026, nilai rupiah dipatok sebesar Rp16.500, tapi pada kenyataannya patokan itu tidak benar sebab di pertengahan tahun ini saja nilai rupiah anjlok hingga mendekati Rp17.800

Sebelumnya pada APBN 2025, nilai rupiah dipatok Rp16 ribu, tapi kenyataannya rupiah kala itu sudah mencapai Rp 16.848.

Sedangkan pada APBN 2024, nilai rupiah dipatok berkisar Rp15 ribu, sedangkan yang terjadi di tingkat pasar kala itu rupiah menyentuh angka Rp15.680

Fakta ini menunjukkan patokan pemerintah selalu tidak benar terkait nilai tukar rupiah terhadap dolar. Mereka selalu optimis kalau nilai rupiah akan menguat, tapi optimisme itu tidak pernah terbukti.

Jadi, kalau tahun depan Prabowo mematok nilai rupiah berkisar Rp17.500 per US$, pada kenyataannya berapa kira-kira di tingkat  pasar? Semoga analisis pengamat yang memperkirakan rupiah bakal anjlok ke Rp20 ribu  per US$ tidak terjadi. ***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini