-->

AHY Sampaikan Sejumlah Gagasan untuk Kesejahteraan Pengemudi Ojol

Sebarkan:

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan paparan pada konferensi pers peluncuran penambahan armada listrik baru Grab di Jakarta, Senin (29/6/2026). 
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan sejumlah kebijakan yang diambil pemerintah dalam transportasi hijau di Indonesia. Termasuk kesejahteraan pengemudi dan aplikator ojek online (ojol).

Dia menjelaskan aspek kesejateraan dan keselamatan para pengemudi diharapkan bisa dikawal terus. Begitu juga dapat meningkatkan penghasilan yang baik. Di sisi lain, AHY mengatakan perlu dipastikan juga perusahaan bisa sehat secara finansial. Karena saat perusahaan sehat maka akan membuat mitra pengemudi juga lebih sejahtera juga.

"Tadi di ruang tunggu kita berbicara tentang aspek kesejahteraan dan keselamatan dari para mitra, para pengemudi ojol. Mudah-mudahan ini bisa terus kita kawal dan terus bisa meningkatkan penghasilan yang baik, tapi juga harus dipastikan agar perusahaan juga sehat secara finansial. Setuju? Karena kalau perusahaannya sehat, misalnya Grab Indonesia-nya sehat, maka ini juga lebih baik untuk kesejahteraan mitra. Setuju ya?" kata Agus dalam acara Konferensi Pers Peluncuran Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia, Senin (29/6/2026).

"Jadi memang harus seimbang betul antara upaya memajukan, meningkatkan keuntungan perusahaan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan mitra ojol Mitra Grab," jelasnya menambahkan.

Dalam pemaparan di acara itu, disebutkan kebijakan untuk peningkatan kesejahteraan pengemudi terdiri dari penetapan batas maksimal pemotongan komisi ojol menjadi 8%. Selain itu juga penyedia layanan menyediakan skema sewa kendaraan EV untuk menekan kebutuhan biaya modal awal pengemudi.

Sementara untuk aspek keselamatan pengemudi, disebutkan soal penyusunan pedoman keselamatan kebakaran pada instalasi SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) dan angkutan transportasi.

AHY juga menjelaskan beberapa kebijakan lain yang dilakukan pemerintah. Misalnya insentif pembelian kendaraan listrik dan insentif pajak penjualan atas barang mewah, yang akan meringankan kepemilikan.

Selain itu juga ada insentif pajak kepemilikan yang dapat mengurangi atau pembebasan pajak kendaraan bermotor. Dukungan lainnya adalah untuk pembangunan ekosistem. Pemerintah ingin menarik investor dari dalam dan luar negeri agar bisa membangun industri kendaraan bermotor listrik. SPKLU juga terus ditambah penyebarannya agar industri lebih berkembang.

"Tentu paling banyak masih di Jawa, tetapi ke depan, semakin banyak SPKLU yang didirikan atau dibangun di ruas-ruas jalan, ini akan semakin baik dan akan semakin bisa mengembangkan industri kendaraan listrik secara keseluruhan," dia menjelaskan.

AHY mengakui, industry ojek online telah menghadirkan  begitu banyak lapangan kerja sehingga usaha ini pantas mendapat apresiasi dari pemerintah. Terungkap bahwa lapangan kerja di bidang transportasi ini  telah menyerap 2,91 juta tenaga kerja langsung dan menyumbang hingga Rp 565 triliun terhadap Pendapatan Domestic Bruto (PDB) Indonesia. Selain itu, industri ini turut memberikan sumbangsih 2,62 juta pekerjaan turunan dalam ekosistem ekonomi digital.

Namun tidak bisa dibantah, kehadiran ojol juga turut berkontribusi menghadirkan emisi CO2 yang angkanya signifikan. Dari semua jenis kendaraan yang  beroperasi di Indonesia, 80% sumbangan emisi CO2 berasal dari  transportasi jalan raya (mobil dan motor).

Di sini, AHY mengapresiasi langkah Grab Indonesia yang meluncurkan kampanye 'Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia' dengan memperbanyak armada  kendaraan listrik (EV) di perusahaan tersebut. Per Mei 2026, armada EV Grab Indonesia telah mencapai 28 ribu unit. Angkanya dua kali lebih banyak dari akhir tahun 2025.

AHY berharap langkah ini terus ditingkatkan sehingga kendaraan listrik lebih banyak beroperasi di jalanan sehingga kontribusi terhadap penyebaran racun CO2 bisa berkurang. ***

 

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini