-->

Dendam Bobby Nasution Kepada Rico Berlanjut, Tolak Kunjungan Tim Pemko Medan ke China

Sebarkan:

Walikota Medan Rico Waas dan Gubernur Bobby Nasution saat masih mesra. Kini hubungan keduanya terbelah, sampai-sampai Bobby tidak mau memberi rekomendasi bagi Rico untuk bepergian ke China menjalin kerjasama bisnis.
Niat Pemerintah Kota Medan (Pemko Medan) menjalin kerjasama bisnis dengan investor China seharusnya dibicarakan dalam waktu dekat ini pada sebuah pertemuan di negara tirai bambu itu.  Tim Pemko Medan dipimpin Walikota Rico Waas bersama sejumlah anggota DPRD Medan telah siap berangkat menghadiri pertengahan Juni ini. Namun rencana itu gagal, karena Gubernur Bobby Nasution menolak mengeluarkan rekomendasi.

Penolakan Bobby ini tentu saja membuat Pemko dan DPRD Medan meradang. Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen Tarigan menilai, sikap Bobby yang menolak mengeluarkan rekomendasi  atas kunjungan itu telah menggugurkan peluang kerja sama strategis yang berpotensi menguntungkan Kota Medan.

“Itu bukan kunjungan wisata, tapi kunjungan bisnis. Yang istimewanya, semua perjalanan dan akomodasi ditanggung oleh pihak China yang mengundang. Sama sekali tidak menggunakan anggaran daerah. Tapi mengapa sampai hal seperti itu dihambat. Inikan aneh..!” kata Wong Chun Sen.

Padahal, tambahnya, persiapan untuk menghadiri acara itu sudah matang. Agenda pertemuan telah disusun dengan efisien sehingga waktu perjalanan ke China itu akan lebih banyak diisi dengan pertemuan dan lobi untuk menyusun kerjasama investasi.

Adapun poin yang akan dibahas pada pertemuan itu adalah pembagunan di sektor Pendidikan karena China tertarik mengembangkan sistem pendidikan ala negara itu di Kota Medan. Ada pula kerjasama bidang pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang merupakan program prioritas pemerintah. Kerjasama bidang investasi dan infrastruktur juga menjadi bagian dari topik yang dibahas.

“Semua rencana itu gagal karena dihambat oleh gubernur Bobby,” kata Wong.

Walilota Medan Rico Waas sudah mengajukan surat permohonan kepada gubernur untuk izin perjalanan ke luar negeri itu akhir Mei lalu. Dalam surat itu jelas disebutkan bahwa perjalanan tidak menggunakan anggaran daerah. Tetapi tetap saja ditolak.

Sebaliknya, beberapa pimpinan organisasi Pemerintah daerah (OPD) di tingkat provinsi dengan mudah mendapatkan izin perjalanan ke luar negeri.

Penolakan Bobby atas permohonan kunjungan tim Pemko Medan ke China disebut-sebut terkait dengan hubungan yang tidak harmonis antara Walikota Medan Rico Waas dengan dirinya. Disharmonisasi itu telah mencuat sejak awal 2026 setelah Rico mulai membongkar kebusukan pemerintahan Kota Medan di masa Walikota masih dijabat Bobby Nasution.

Rico sangat mendukung langkah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap banyaknya manipulasi proyek di masa kepemimpinan Bobby itu, termasuk manipulasi dalam pengerjaan proyek Stadion Kebun Bunga, Lapangan Merdeka, dan sejumlah proyek infrastruktur lainnya.

Tentu saja peran Bobby yang menjabat Walikota Medan pada periode 2021-2024 sangat jelas di situ.

Data-data tentang manipulasi itu sudah sangat jelas. Namun penegakan hukum tersendat karena masih ada keraguan aparat dalam menjalankan kewenangan mereka menindaklanjuti kasus tersebut. 

Sebagai menantu Jokowi, Bobby Nasution tetap berada dalam lindungan sejumlah elit di tingkat pusat. Bahkan petinggi Polri masih ada di  belakangnya. Tak heran jika KPK dan Kejagung juga tak bisa berkutik.

Rico juga berperan besar menghentikan sejumlah kebijakan Bobby yang dianggap buruk selama memimpin Pemerintahan Kota Medan, seperti program parkir berlangganan yang gagal total, dan kebijakan pemakaian pakaian adat serta aturan naik kendaraan umum bagi ASN sekali seminggu. Semua itu sia-sia  sehingga Rico membatalkannya.

Terakhir, Rico begitu tegas menggeser jabatan Benny Sinomba Siregar dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan menjadi Kepala Perpustakaan. Dengan pergeseran itu, peluang Benny bersaing merebut jabatan Sekda Kota Medan kian menipis.

Bennny Sinomba Siregar adalah paman kandung Bobby yang memang sudah disiapkanya untuk menjabat Sekda Kota Medan.

Manuver Rico Waas itu membuat Bobby kecewa. Tak mengherankan  jika Bobby kerap menyerang kebijakan Rico Waas yang dianggap tidak bijaksana memimpin kota Medan.  Terlebih setelah Rico mendapat banyak pujian dari publik terkait kinerjanya yang menyelesaikan pembangunan Stadion Teladan, Medan.

Proyek pembangunan Stadion Teladan itu sebenarnya dirintis Bobby sewaktu ia menjabat Walikota Medan. Namun faktanya, Bobby tidak punya kemampuan untuk menyelesaikannya. Di masa Bobby, proyek Stadion Teladan penuh carut marut. Begitu juga proyek Islamic Center yang tidak kunjung selesai. Bobby banyak gagal menjalankan program.

Hanya factor kekuasaan yang membuat ia berhasil duduk sebagai gubernur Sumut. Kalau dilihat dari sisi prestasi, sama sekali tidak ada. Semasa menjabat walikota Medan, ia justru banyak menunjukkan kegagalan. Janji-janji kampanyenya sama seklai tidalk terbukti.

Di masa Pemko Medan dipimpin Rico, semua kebusukan Bobby ini terbongkar. Tak pelak lagi, hubungan keduanya pun semakin tidak akur.

Perpecahan itu semakin terkuak ke ruang public tatkala Bobby menyerang Rico yang tidak hadir saat acara peresmian Koperasi Desa Merah Putih Tingkat Sumatera Utara yang dilakukan oleh Presiden Prabowo secara daring dari Jawa Timur pada 16 Mei lalu.

Belakangan terungkap kalau Rico sedang berada di luar negeri untuk menjalani pengobatan.  Bobby pun mencela habis keputusan Rico itu.

“Katanya ke luar kota, eh nggak tahunya ke luar negeri. Ke luar negeri tanpa izin dari gubernur lagi,” sindir Bobby.

Tapi ternyata tudingan Bobby ini salah besar. Pasalnya, Rico justru sudah meminta izin terlebih dahulu dari Mendagri untuk perjalanan ke luar negeri itu. Dalam hal ini, Bobby lagi-lagi terpojok karena gagal menyudutkan Rico.

Namun serangan Bobbu tidal berhenti sampai di situ. Ia merasa izin walikota ke luar negeri harus melalui dirinya, tidak boleh langsung kepada Mendagri. Padahal di dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang  Pemerintah Daerah pada Pasal 76 (i)  jelas disebutkan, Kepala daerah yang melakukan perjalanan ke luar negeri harus mendapat izin dari menteri. Dalam hal ini tentu Menteri Dalam Negeri, bukan izin dari gubernur.

Rico sudah melakukan itu. Tapi Bobby menganggap, sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah, dia berhak tahu dan berhak memberikan rekomendasi untuk perjalanan Bupati dan Walikota ke luar negeri.

Dalam hal ini Rico memilih mengalah.  Oleh karena itu, untuk perjalanan ke China yang dijadwalkan pekan depan, Rico lantas meminta rekomendasi dari Bobby.

Hasilnya sudah bisa ditebak, Bobby sama sekali tidak memberikan rekomendasi untuk perjalanan itu. Ia juga meminta Mendagri untuk tidak memberi izin kepada Rico dan tim DPRD Medan bepergian ke China itu.Harap maklum, Mendagri Tito Karnavian adalah pejabat yang masih tunduk kepada Jokowi.

Alhasil , perjalanan untuk membahas kerjasama bisnis antara Pemko Medan dan investor China gagal sudah.  Padahal tiket telah disediakan pihak pengundang, lengkap dengan akomodasi hotel, tapi karena dendam  berkarat, Bobby tetap tidak memberi rekomendasi.

Akhirnya perjalannya itu tidak bisa dilakukan.  Kerjasama pun tertunda. ***

 

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini