![]() |
| Karmila Purba saat beraksi sebagai joki tong setan (foto: Dedi Sinuhaji/EPA/The Guardian) |
Karmila yang dulu hanya terlibat dalam pertunjukan tong setan tingkat desa itu, kini semakin kerap keliling Eropa untuk memamerkan keahliannya di depan public. Penonton di Inggris sempat terpukau dengan keahliannya itu.
Berkat permainannya sebagai joki tong setan, Karmila menjadi inspirasi banyak orang karena keberaniannya menembus dunia yang selama ini identik dengan laki-laki. Dari kegigihan dan keberaniannya itu, Karmila kini kerap mendapat undangan dari berbagai negara untuk menunjukkan keahliannya mengendarai sepeda motor dalam kecepatan tinggi di dalam arena berbentuk tong.
Dari arena tong setan itu, akhirnya Karmila bisa menghidupi keluarganya.
Perjalanan hidup Karmila sebenarnya jauh dari kata mudah. Sebelum dikenal sebagai "Ratu tong setan ", ia pernah menghadapi berbagai tantangan hidup karena kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan.
Orangtuanya hanyalah seorang petani miskin di Simalungun. Kehidupan yang sangat sederhana sejak kecil membentuk karakternya hingga menjadi sosok tangguh seperti sekarang.
Karmila kecil awalnya bercita-cita menjadi penyanyi. Lantas ia berkeinginan masuk sekolah music, tapi sayangnya keinginan itu ditolak orangtuanya.
"Aku pernah kabur dari rumah karena ingin sekolah musik, tapi orangtua enggak ngizinin karena terkendala biaya," ujar Karmila Purba. Pada pertengahan 2013 ia sempat kabur ke Medan.
Saat tinggal di Medan, ia bekerja sebagai pengamen untuk mencari uang buat makan. Dari jalanan itulah ia bertemu rombongan pasar malam yang sedang mempersiapkan pertunjukan di sebuah lapangan.
"Terus aku minta kerjaan ke mereka. Mereka terima, tapi aku disuruh kerja di bagian rumah hantu, jadi hantunya," lanjutnya.
Setelah satu bulan berperan sebagai hantu, Karmila mulai merasa bosan. Lagi pula penghasilan sebagai setan relatif kecil, hanya Rp100 ribu per minggu. Cukup untuk makan saja. Maka itu, Karmila mulai melirik arena hiburan lain di sekitar pasar malam itu.
Entah mengapa, ia cukup tertarik dengan permainan tong setan karena sangat menghibur dan selalu ditonton orang banyak. Penghasilan joki tong setan juga lebih besar ketimbang rumah hantu, mencapai Rp500 ribu per minggu. Belum lagi saweran dari penonton yang lumayan banyak.
“Aku semakin tertarik dengan permainan tong setan karena melihat tidak pernah ada joki wanita. Semuanya laki-laki. Jadi kayak makin kuat niat untuk buat sesuatu yang berbeda, lain dari yang lain. Mungkin perlu juga ada seorang joki perempuan di arena itu" sambung dia sebagaimana ditulis di media Ingris, The Guardian.
Sejak itu, Karmila mulai bertanya-tanya kepada bos tong setan tentang kemungkinan ia bisa bermain.
Keinginannya disambut dengan tangan terbuka, sehingga ia pun mulai belajar membawa sepeda motor di arena vertical yang berputar itu.
Awalnya teman-temannya meremehkan tekadnya itu. Mereka tidak percaya ada perempuan yang bakal bisa menjadi joki tong setan.
"Banyak banget omongan-omongan remeh dari beberapa orang yang bilang aku enggak bakalan bisa main begituan (tong setan), terus karena aku cewek juga," jelasnya.
Karmila mengaku mulai belajar mengendalikan motor di arena tong setan dari awal tahun 2014. Ia tidak langsung bawa motor sendiri, melainkan dibonceng joki yang sudah berpengalaman. Setelah itu ia mulai belajar membawa motor sendiri berputar di bagian bawah tong itu secara perlahan hingga sampai ke atas.
“Sempat pusing dan muntah,” kenangnya.
Namun tekadnya yang kuat mengalahkan semua tantangan itu. Ia terus berlatih dan membiasakan diri, sampai akhirnya berhasil menguasai teknik berkendara di dalam tong setan itu. sampai akhirnya Karmila mendapat izin tampil mempertunjukkan kemampuannya di depan penonton.
Dalam setiap aksinya, Karmila mengendarai motor Yamaha RX-King warna pink.
Karena semakin ahli, Karmila perlahan berkembang menjadi bintang di arena tong setan itu. Sosoknya sangat menonjol karena ia satu-satunya perempuan dalam pertunjukan itu. Pimpinan pertunjukan semakin suka dengan gaya Karmila karena setiap ia tampil, penonton bersemangat memberi dukungan.
Sejak itu sosok Karmila semakin favorit di arena pertunjukan tong setan. Ia terus dibawa kemana pun pertunjukan itu menggelar acara. Tidak hanya di Medan atau kota lain di Sumatera Utara, tapi juga di Jawa dan Indonesia timur.
Pada 2018 lalu, salah satu perusahan olahraga ternama mengundang Karmila bermain di Thailand. Kesempatan itu tak disia-siakannya. Karmila semakin berlatih serius meningkatkan skill demi bisa menunjukkan permainan yang memukau.
![]() |
| Karmila Purba saat tampil di Kota Rushden, Inggris |
Saat tampil di Thailand itu, tanpa sengaja karmila berkenalan dengan Danny, seorang bule asal Inggris yang kerap menonton permainannya. Tidak disangka, Danny ternyaya adalah pembalap Ken Fox Wall Of Death, sejenis pertunjukan yang sama di Eropa.
Danny tertarik mengundang Karmila bermain di Inggris karena ia satu-satunya joki perempuan yang pernah terjun di arena itu. Bahkan di Eropa sekalipun, tak pernah ada joki perempuan yang bermain di pertunjukan ini.
Karmila tentu saja menyambut undangan itu dengan bahagia. Sekitar pertengahan 2024 Karmila Bersama seroang temannya dari Semarang tampil bersama Danny di Kota Rushden, Inggris untuk mempertunjukkan kebolehan mereka di depan ribuan orang.
Kelompok itu bergabung dalam perusaan pertunjukkan East Midlands Steam &Country Show yang cukup terkenal di sana.
"Jadi saya adalah wanita Indonesia pertama yang bisa main tong setan sampai ke Eropa, proud of myself," pungkasnya. Sejak itu Karmila semakin kerap tampil diundang di negeri ratu tersebut.
Sampai pertengahan Juni ini, Karmila Purba melalui akun facebook-nya @Karmila Purba masih memposting sejumlah kegiatannya selama berada di Inggris. Misalnya pada 3 Juni lalu, ia menampilkan fotonya saat berada di Kota Castle Combe. Dia dikabarkan sedang mengadakan pertunjukkan di sana.
![]() |
| Karmila Purba memposting kegiatannya pada 3 Juni lalu di Kota Castle Combe, Inggris |
Dalam buku Wall of Death yang memuat nama-nama joki tong setan dunia karya Alan Mercer, nama Karmila Purba terpampang di dalamnya. Bahkan ia satu-satunya joki tong setan dari Asia yang tercatat dalam buku itu. Kisah perjalanan hidupnya pernah ditulis di sejumlah media terbitan Inggris dan Jerman.
Berkat prestasinya itu, Karmila kini telah hidup lebih tenang. Setidaknya dari arena rider maut itu, ia sudah bisa membantu kehidupan keluarganya di Simalungun sana. ***


