-->

Prabowo Janji Respons Cepat Aspirasi Warga yang Masuk Lewat Medsos, Anda Masih Percaya?

Sebarkan:

 

Presiden Prabowo mengumbar janji manis akan mendengarkan aspirasi rakyat yang disalurkan melalui media sosial. Bullshit..!
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah terbuka terhadap seluruh aspirasi masyarakat, termasuk masukan yang disampaikan melalui media sosial seperti TikTok. Menurutnya, setiap usulan akan dipelajari dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI), sebagaimana dikutip dari keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Minggu 28 Juni.

"Saya terima daftar usulan dan daftar pertanyaan yang tadi disampaikan cukup banyak. Saya janji satu-satu akan saya perhatikan. Jangankan usul dari profesor, usul dari anak di desa yang sampai langsung ke saya lewat TikTok atau media sosial, saya segera tindak lanjuti," kata Prabowo dikutip dari Antara, Minggu 28 Juni.

Menurut presiden, pemerintah tidak membedakan sumber aspirasi. Baik masukan dari akademisi, pakar, maupun masyarakat umum akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.

Prabowo menilai keterbukaan terhadap kritik dan masukan merupakan bagian penting dari upaya menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. Ia menegaskan setiap tantangan harus dihadapi dengan keberanian, diakui secara terbuka, dan dicarikan solusi secara bersama-sama.

"Saya berkeyakinan kesulitan itu harus dihadapi. Kita harus berani menghadapi kesulitan, berani mengakui kesulitan, dan bekerja keras mencari solusi terhadap kesulitan," ujarnya.

Pernyataan Prabowo ini tentu mengundang perdebatan di mana-mana. Wajar saja, sebab dirinya kerap mulai melontarkan kebohongan di depan public. Lihat saja bagaimana Prabowo merespon usulan para ahli untuk melakukan reformasi di lembaga Polri.

Prabowo awalnya setuju dengan gagasan itu. Ia kemudian membentuk Tim Kerja reformasi Polri yang berisikan para ahli, professor dan orang yang berpengalaman. Tim itu telah  bekerja merampungkan gagasan mereka yang dirumuskan melalui berbagai pertemuan besar. Rekomendasi telah diberikan kepada Prabowo beberapa waktu lalu.

Tahu apa yang terjadi setelah itu?  Prabowo malah mengabaikan catatan rekomendasi itu. 

Semua gagasan tentang reformasi Polri tak ada yang diterimanya. Prabowo malah berpihak kepada Polri yang sekarang dipimpin Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Besar kemungkinan Listyo akan tetap menjabat Kapolri hingga 2029 mendatang. Kebijakanya yang menggiring Polri ke dunia politik tetap akan dipertahankan.

Sementara hasil kerja tim reformasi Polri dibuang ke tong sampah. 

Mahfud MD, mantan Ketua MK dan mantan Menko Polhukam yang ikut bergabung dalam Tim Reformasi itu hanya bisa geleng-geleng kepala. Ia tidak habis pikir dengan langkah Prabowo yang justru berbalik haluan membela kebijakan kondisi Polri yang sekarang.

Sampai-sampai Mahfud mencurigai, ada sesuatu yang ditakutkan Pemerintah kepada Kapolri sehingga Prabowo tidak berani berkutik menghadapi Kapolri. Atau bisa jadi Prabowo masih membutuhkan Listyo Sigit Prabowo menjabat Kapolri untuk menang pada Pemilu 2029 mendatang.  

Pengalaman menunjukkan selama Pemilu 2019 dan 2024, Listyo sukses membentuk ‘Partai Coklat’ yang merupakan organisasi siluman yang menggambarlkan peran Polri untuk membela penguasa dalam politik.

Padahal seharusnya hal ini tidak bisa dilakukan sebab Undang-undang mengharuskan Polri harus netral. Tapi tidak demikian kenyataanya di masa Pemerintahan Jokowi yang membuat Polri semakin rusak. Situasi ini kemudian berlanjut di era Prabowo.

Ribuan kritik sudah mengalir kepada Prabowo terkait sikapnya yang berbalik tidak mau mereformasi Polri. Ia sama sekali tidak peduli dengan kritik itu. 

Sama halnya dengan sikap Prabowo yang tutup kuping terhadap semua kritik mengenai Makan Bergizi Gratis. Meski nyata-nyata tidak bermanfaat, tapi program itu tetap berjalan dengan anggaran hingga Rp300 triliun per tahun. Gila..!

Sekarang Prabowo kembali mengumbar janji akan memperhatikan semua kritik warga yang disalurkan melalui media sosial. Tentu saja janji ini tidak bisa dipercaya.  Bagaimmana mungkin orang percaya, janjinya sendiri tidak bisa dibuktikannya. Bagaimana Prabowo bisa menjalankan aspirasi orang lain?

Lihat saja dengan sikap Prabowo yang mengangkangi rekomendasi para ahli terkait reformasi Polri. Padahal rekomendasi itu dihasilkan oleh para pakar, pensiunan Polri, mantan pejabat negara dan sebagainya. 

Lantas, Anda masih percaya kalau Prabowo akan mendengar kritik dari arus bawah? Bodoh namanya kalau masih percaya..!

Setelah hampir dua tahun memimpin negeri, gaya kepemimpinan Prabowo semakin kelihatan kacau balau. Tak heran jika ia banyak dihujat di sana sini. Belum lagi persoalan moral terkait kelainan seksual di kalangan elit sekitarnya yang belum terjawab sampai sekarang. 

Jadi, bagaimana pemimpin seperti ini bisa dipercaya? ***

 

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini