Kelangkaan
bahan bakar minyak (BBM) terutama jenis Pertalite masih berlangsung di Medan
dan sejumlah kota di Sumut. Penyebab kelangkaan ini terus menjadi masalah. Ada
perbedaan pandangan antara Pertamina dan Gubernur Bobby Nasution soal penyebab
kelangkaan tersebut.
Distribusi BBM melalui tangki Pertamina
Pertamina mengatakan, kelangkaan BBM di Sumut disebabkan karena konsumsi yang tinggi di hari libur sekolah. Sedangkan distribusi terus dilakukan pihak Pertamina ke semua sentral pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang membutuhkan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan, pihaknya terus mengoptimalkan distribusi BBM ke seluruh SPBU di Sumatera Utara.
"Monitoring terhadap kondisi stok dan penyaluran di seluruh Fuel Terminal serta SPBU terus dilakukan secara intensif agar distribusi berjalan optimal," kata Fahrougi. Mereka juga mengaku Pertamina sudah melakukan penyesuaian armada.
Untuk mempercepat distribusi, Pertamina bahkan sudah menambah 15 unit mobil tangki dan 30 awak mobil tangki (AMT) bantuan.
"Selain itu, Pertamina juga memperkuat operasional dengan menambah 30 Awak Mobil Tangki (AMT) bantuan guna mendukung kelancaran proses distribusi BBM dari Fuel Terminal Medan menuju SPBU di berbagai wilayah Sumatera Utara," ujarnya.
Namun karena konsumsi terus bertambah, sehingga distrisbusi itu cepat habis.
Bobby punya versi berbeda
Berbeda dengan pernyataan pihak Pertamina yang mengaku kalau mereka sudah menambah armada untuk mendistribusikan BBM, Gubernur Bobby Nasution justru berpandangan berbeda. Ia mengatakan bahwa kelangkaan BBM di sejumlah SPBU di Sumut disebabkan adanya pengurangan armana.
Versi Bobby menyebutkan, gangguaan armada terjadi karena ada sejumlah sopir tangkit yang berhenti. Jumlah yang berhenti juga cukup banyak, sehingga tenaga sopir yang mengantarkan BBM ke SPBU berkurang.
Untuk itu, kata Bobby Nasution pihaknya meminta petugas kepolisian dan TNI untuk membawa mobil tangki BBM tersebut ke SPBU yang ada di Sumut. Langkah menggunakan tenaga TNI itu untuk menjawab keresahan masyarakat karena antrean yang mengular hampir di seluruh SPBU Sumut.
"Yang saya sampaikan dari hasil koordinasi dengan pihak Pertamina itu bukan kelangkaan BBMnya. Tapi pengemudi yang antar BBM nya terjadi pemberhentian massal," terangnya saat diwawancarai di Kantor Pemprov Sumut, Selasa (14/7/2026).
Hingga hari ini, kata Bobby berdasarkan informasi, Pertamina belum selesai melaksanakan perekrutan.
"Jadi TNI Polri ini untuk bisa menganti sementara driver yang hari ini belum selesai perekrutannya. Jadi kami minta mulai malam ini dari TN-Polri sudah ready untuk itu," jelasnya. Dikatakannya, pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut untuk pengantaran BBM ke SPBU.
Informasi yang berbeda antara pihak Pertamina dan Gubernur itu membuat masyarakat semakin bingung.
Sebelumnya, sama sekali tidak pernah terkabar adanya pemberhentian massal di kalangan sopir tangki Pertamina. Pihak Pertamina juga tidak pernah menjelaskan masalah ini. Malah Pertamina mengaku sudah menambah armada tangka sekitar 30 unit.
Hanya versi Bobby mengatakan ada pemberhentian massal para sopir. Tidak jelas, versi mana yang benar. rakyat jadi bingung.
Ketidakjelasan informasi ini bisa membuat warga semakin berbondong bodnong melakukan pemburuan BBM di SPBU. ***