![]() |
| Dokter Tifa saat menghadiri persidangan perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Timur |
Sidang perdana Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa selaku terdakwa kasus pencemaran nama baik Jokowi mulai digelar Kamis (2/7/2026) di Pengadilan negeri Jakarta Timur. Dalam persidangan itu, Tifa tampak tenang. Belasan pendukungnya ikut hadir mendampingi. Tifa mengaku sama sekali tidak gentar menghadapi tuntutan jaksa.
Tifa sendiri tetap yakin kalau Jokowi menggunakan ijazah palsu. Dengan kata lain, Jokowi bukanlah alumni S1 dari Fakultas Kehutanan UGM.
Kalaupun Jokowi pernah kuliah di fakultas itu, tapi tidak sampai selesai. Maka itu, Tifa berkeyakinan Jokowi menggunakan ijazah palsu saat mengaku sebagai sarjana kehutanan UGM. Tifa sendiri adalah alumni Fakultas Kedokteran UGM.
Tuduhan ini yang membuat Jokowi tersinggung dan kemudian menyeret Tifa ke pengadilan. Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Jokowi disebutkan merasa sangat terhina "sehina-hinanya" akibat tuduhan dokter Tifa.
Jokowi sendiri bersikeras kalau ijazahnya asli. Ia juga semakin percaya diri karena rektor UGM mengaku keaslian ijazah itu.
Ada kecurigaan kalau UGM sengaja mengakui keaslian ijazah Jokowi demi menjaga nama baiknya sebagai mantan presiden. Namun UGM sendiri tidak memilki data tentang status mahasiswa Jokowi. Pertinggal ijazahnya pun tidak ada.
“Semua ada pada Jokowi. Tidak ada di kampus” kata Rektor UGM, Ova Emilia.
Anehnya, Jokowi tetap saja enggan menunjukkan ijazah aslinya itu. Hal ini yang memperkuat soal dugaan ijazah tersebut palsu.
Akibatnya, kabar soal kepalsuan ijazah Jokowi terus menyebar ke segala penjuru. Apalagi sejumlah peneliti menemukan ada kejanggalan pada foto copy ijazahnya yang sempat dikirim ke KPU dan sekretariat PDIP kala ia mencalonkan dirinya sebagai kepala daerah dan sebagai calon presiden.
Jokowi sepertinya tidak gentar dengan tuduhan menggunakan ijazah palsu. Ia balas memanfaatkan para buzzer bayaran untuk membantunya mengembangkan opini bahwa ijazah Jokowi adalah asli. Anehnya, Jokowi tetap enggan menunjukkan ijazah aslinya kecuali di dalam persidangan.
Oleh karena itu Jokowi berjanjiakan hadir di persidangan untuk menunjukkan ijazah aslinya, sekaligus tampil sebagai saksi korban untuk memberatkan posisi Tifa sebagai terdakwa.
Tifa sendiri terus menanti bisa bertemu langsung dengan Jokowi di persidangan. Ia sangat antusias menantu kehadiran Jokowi di pengadilan untuk memberikan kesaksian. Sekaligus Tifa berharap Jokowi mau menunjukkan ijazahnya.
"Jadi bagaimana caranya agar Pak Joko Widodo itu membuktikan bahwa saya melakukan pencemaran nama baik, bahwa saya telah memfitnah, maka Pak Joko Widodo wajib untuk menunjukkan ijazah aslinya. Oh bukan hanya di sidang, tapi juga di publik," kata Tifa usai sidang.
Langkah Jokowi untuk menunjukkan ijazah asli sebenarnya hal yang sudah ditunggu publik sejak lama. Kalau saja Jokowi mau melakukan langkah ini sejak awal, sebenarnya kasus ini tidak akan berlarut-larut.
Masalahnya, Jokowi sejak awal terkesan takut menunjukkan ijazahnya secara terbuka. Ia pun belum pernah mau mengakui kalau foto copy ijazah yang ia kirim ke KPU sama dengan yang aslinya. Akibatnya, public pun bertanya-tanya soal kebenaran ijazah tersebut.
Persidangan Tifa ini diharapkan bisa membuka tabir soal ijazah itu. Yang penting, Jokowi harus bersikap jujur dan mau menampilkan bukti-bukti kebenaran ijazahnya.
Ia pun harus siap berhadapan dengan tim pengacara Tifa yang akan mencecarnya dengan berbagai pertanyaan penting. Untuk persidangan ini, Tifa mendapat pendampingan hukum dari 25 pengacara.
Kehadiran Jokowi di persidangan ini yang ditunggu-tunggu banyak orang. Semua pasti akan tertarik menantikan bagaimana Jokowi menghadapi rangkaian pertanyaan dari 25 pengacara Tifa.
Belum dipastikan kapan Majelis Hakim akan menghadirkan Jokowi. Semoga pengadilan ini tidak hanya menyidangkan soal Tifa, tapi juga harus bisa membuktikan kebenaran ijazah Jokowi yang sebenarnya.
Selain Tifa, tersangka lain yang akan disidang dalam waktu berbeda adalah Roy Suryo. Jokowi diharapkan bisa hadir di dua sidang ini dan mau berkata jujur. Jangan lagi suka berdusta ya…!***
