-->

Aksi Penolakan Safari Politik Jokowi Mencuat di Daerah, Rakyat Jangan Mau Dibohongi lagi

Sebarkan:

Aksi menolak safari politik Jokowi. Terlalu banyak kebohongan yang telah dilakukannya semasa menjabat.
Safari politik di berbagai daerah di Indonesia mulai mendapat penolakan dari arus bawah. Aksi serupa sebenarnya sudah terjadi saat Jokowi berkunjung ke Lampung beberapa waktu lalu, namun pengamanan apparat keamanan membuat safari politik Jokowi di daerah itu berjalan lancar.

Namun kondisinya akan berbeda saat Jokowi melakukan safari politik di Jawa Barat dalam beberapa waktu mendatang. Jauh sebelum safari berlangsung, gerakan menolak Jokowi telah muncul dari arus bawah. Kelompok warga Jawa Barat yang menolak kehadiran mantan presiden itu menamakan dirinya Gerakan Umat Melawan Kezaliman (GAUM-K).

Mereka  menolak kedatangan mantan Presiden RI itu karena kuatir akan menebarkan kebohongan lagi. Pada akhirnya rakyat akan ditipu oleh janji-janji manis Jokowi yang terkenal sebagai presiden pembohong. Bukan hanya suka berbohong, Jokowi juga terkenal sebagai presiden yang punya catatan buruk melahirkan program yang sia-sia.

Safari politik Presiden ke-7 RI itu rencananya berpusat pada upaya konsolidasi dan penguatan struktur Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk menghadapi Pemilu 2029. Rangkaian kegiatan ini telah dimulai sejak akhir Juni 2026, ditandai dengan kunjungan pertamanya ke Provinsi Lampung.

Saat kunjungan di Lampung ini, aksi penolakan Jokowi berhasil diredam aparat keamanan.  Namun aksi penolakan di daerah lain juga terjadi. Selain Jawa Barat, aksi serupa juga mencuat di Banten dan Jawa Timur.

Di Bandung, puluhan demonstran itu menyampaikan orasinya di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (14/7/2026). Bukan hanya soal kebohongan Jokowi yang dibongkar, massa juga menyinggung soal dugaan ijazah palsu Jokowi.

Perwakilan GAUM-K, Hari Nugraha mengatakan selama menjabat sebagai kepala daerah dan negara, Jokowi tidak mampu menunjukkan keaslian dokumen kelulusannya. 

Penolakan safari politik Jokowi di Jawa Barat
"Karena kami khawatir dan kami tahu bahwa Bapak Jokowi saat ini secara hukum tidak jelas. Karena ketika beliau menjadi wali kota, menjadi gubernur, bahkan menjadi Presiden RI tidak bisa menunjukkan ijazahnya. Sehingga ini adalah membohongi rakyat, membohongi umat, membohongi bangsa," kata Hari saat ditemui di sela-sela aksi. Maka dari itu, dia dan GAUM-K menolak kedatangan Jokowi ke Provinsi Jawa Barat.

Sehingga kami dari masyarakat Jawa Barat, dan atas nama masyarakat Jabar, bahwa kami tidak sudi tanah Jawa Barat diinjak oleh Bapak Jokowi beserta anak-anaknya, kroni-kroninya, apalagi mereka menjadi kembali penguasa di Indonesia," jelasnya.

Menurutnya, dugaan ijazah palsu memicu kegaduhan sejak periode pertama Jokowi menjabat tahun 2014.

"Jokowi sendiri ketika jadi penguasa, menjadi pimpinan, menjadi figur publik itu secara hukum tidak sah, karena tidak bisa menunjukkan ijazahnya, bahkan ijazahnya sudah jelas ya palsu, tidak menunjukkan kebenaran," ungkapnya.

"Sampai saat ini, kenegarawan Jokowi itu dipertanyakan. Mestinya ketika kegaduhan dari awal tahun 2014, kemudian sampai sekarang, mestinya segera diredakan dengan menunjukkan ijazahnya secara legawa," lanjutnya. 

Dia pun memastikan akan menggagalkan rencana safari politik Jokowi ke Jawa Barat. Penolakan di kota/kabupaten pun akan dilakukan.

"Kami tentu saja akan menghadang, akan menolak. Di mana pun Jokowi akan hadir, kami dari seluruh komponen masyarakat Jawa Barat, dari ujung timur dan barat Jabar ini kami akan menolak," tegasnya.

Meski penolakan mencuat di mana-mana, namun Jokowi dan PSI tetap akan berupaya  melanjutkan safari politik itu. PSI akan mengerahkan massa sebanyak-banyaknya untuk menyambut kehadiran Jokowi.  Apapun mereka lakukan, termasuk  membayar massa.

Yang penting, safari Jokowi harus terlihat meriah, sehingga terkesan rakyat masih rindu kepadanya. Ya, rakyat bodoh yang mau dibohongi. ***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini