-->

Sejumlah SPBU di Sumut Mengalami Kekosongan BBM, Antrian Mengular, Ini Jawaban Pertamina!

Sebarkan:
SPBU di salah satu kawasan kota Medan yang kehabisan BBM

Antrian panjang di sejumlah Sentral Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kembali menjadi pemandangan umum di Medan dan kota lain di Sumut. Antrian terjadi karena sejumlah SPBU itu mengalami kekosongan bahan bakar minyak (BBM), mulai dari Pertalite, Pertamax, hingga Solar. Sampai Selasa (14/7/2026) kondisi tersebut masih terjadi di sejumlah lokasi.

Di beberapa SPBU, antrean kendaraan bahkan meluas hingga badan jalan dan menyebabkan kemacetan.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara mengakui adanya keterbatasan stok BBM di sejumlah SPBU. Perusahaan menyebut kondisi itu dipengaruhi peningkatan kebutuhan masyarakat sejak Minggu (12/7/2026), bertepatan dengan periode libur sekolah.  

Selain lonjakan konsumsi, distribusi BBM di sejumlah wilayah Sumatera Utara juga sempat mengalami penyesuaian operasional armada.

Untuk mempercepat penyaluran, Pertamina menambah 15 mobil tangki dan mengerahkan 30 awak mobil tangki bantuan dari Fuel Terminal Medan menuju sejumlah SPBU.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan peningkatan kebutuhan BBM terjadi dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan permintaan terpantau di wilayah yang mendapat pasokan dari Fuel Terminal Medan Group.

Wilayah distribusi tersebut mencakup Kota Medan, Binjai, Tebing Tinggi, Kabupaten Deliserdang, Langkat, Serdang Bedagai, Karo, Dairi, dan Pakpak Bharat. Distribusi dari terminal tersebut juga menjangkau sejumlah daerah di Aceh, yakni Aceh Tenggara, Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang.

Menurut Fahrougi, Pertamina kini mengoptimalkan penyaluran BBM untuk mengejar kebutuhan masyarakat yang meningkat selama masa libur sekolah.

“Optimalisasi distribusi tersebut juga merupakan bagian dari upaya percepatan penyaluran menyusul tingginya kebutuhan BBM masyarakat yang terjadi selama periode libur sekolah dalam beberapa waktu terakhir,” kata Fahrougi dalam keterangan resminya, Senin.

Peningkatan konsumsi dalam waktu bersamaan membuat stok beberapa jenis BBM di SPBU lebih cepat habis dibandingkan kondisi normal. Akibatnya, sejumlah SPBU sempat tidak dapat melayani pembelian Pertalite, Pertamax, maupun Solar hingga pasokan berikutnya tiba.

Kerahkan Mobil Tangki Tambahan

Selain tingginya permintaan, Pertamina menyebut penyaluran BBM sempat terkendala penyesuaian operasional armada distribusi di sejumlah wilayah Sumatera Utara.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, perusahaan menambah 15 unit mobil tangki bantuan agar kapasitas penyaluran dari terminal menuju SPBU dapat ditingkatkan. Pertamina juga mengerahkan 30 awak mobil tangki tambahan untuk mendukung percepatan pengiriman BBM.

Mobil tangki tersebut dikerahkan dari Fuel Terminal Medan menuju SPBU di Kota Medan dan wilayah lain yang mengalami peningkatan kebutuhan maupun kekosongan stok. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan pasokan sekaligus mengurangi antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.

Pertamina belum memerinci jumlah tambahan pasokan yang disalurkan maupun waktu yang dibutuhkan hingga kondisi distribusi kembali normal. Namun, perusahaan memastikan proses pengisian kembali stok terus dilakukan secara bertahap.

Antrean Kendaraan Mengular

Keterbatasan pasokan BBM terlihat di sejumlah SPBU di Kota Medan. Di SPBU COCO Jalan Gatot Subroto, hingga pukul 11.30 WIB pada Senin, hanya Pertalite yang tersedia. Sementara itu, stok Pertamax masih kosong.

Pada saat yang sama, sebuah mobil tangki terlihat memasuki area SPBU untuk mengisi kembali persediaan BBM. Situasi serupa terjadi di SPBU Jalan Kelambir V. Antrean kendaraan roda dua, mobil, hingga truk mengular sampai ke badan jalan.  Banyaknya kendaraan yang menunggu untuk membeli Pertalite dan Solar menyebabkan arus lalu lintas di sekitar SPBU tersendat.

Sebagian pengendara mengaku harus mendatangi beberapa SPBU karena jenis BBM yang dibutuhkan tidak tersedia. Kelangkaan juga tidak hanya terjadi di pusat Kota Medan, tetapi dirasakan pengendara yang bepergian ke sejumlah wilayah di Sumatera Utara.

Kesulitan warga Mencari Pertamax

Juni (32), warga Medan, mengaku telah berusaha mencari Pertamax sejak Minggu. Namun, BBM tersebut tidak ditemukan di sejumlah SPBU yang ia datangi. Kesulitan yang sama juga dialaminya saat melakukan perjalanan menuju Berastagi, Kabupaten Karo.

“Bahkan kemarin liburan ke Berastagi, rupanya sepanjang sampai Tanah Karo pun tidak ada Pertamax. Jadinya terpaksa isi Turbo sajalah. Hari ini juga nyari nggak ada di mana-mana,” ujarnya.

Karena Pertamax tidak tersedia, Juni terpaksa membeli Pertamax Turbo untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar kendaraannya. 

Antrian panjang kendaraan di salah satu SPBU yang masih memiliki stok BBM
Keluhan serupa disampaikan Eko (25), warga Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang. Eko harus mengantre hampir satu jam untuk memperoleh BBM. Meski harus menunggu lama, ia tetap bertahan karena kendaraan tersebut digunakan untuk perjalanan harian dari Tanjung Morawa menuju Medan.

“Kalau nggak ngantre bagaimana bisa kerja. Tiap hari pulang balik Tanjung Morawa-Medan,” katanya.

Antrean yang panjang membuat sebagian warga harus menyediakan waktu lebih banyak sebelum berangkat bekerja maupun menjalankan aktivitas lainnya. Pertamina Minta Warga Membeli Sesuai Kebutuhan Fahrougi mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.

Masyarakat diminta membeli bahan bakar sesuai kebutuhan agar distribusi yang tersedia dapat menjangkau lebih banyak konsumen. Pertamina juga menyatakan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga kelancaran pasokan energi di Sumatera Utara.

Optimalisasi pengiriman dari Fuel Terminal Medan akan terus dilakukan hingga stok di SPBU yang mengalami kekosongan kembali terpenuhi.

Penambahan armada dan awak mobil tangki diharapkan dapat mempercepat distribusi sekaligus mengurangi antrean kendaraan di Kota Medan dan daerah sekitarnya.

Pertamina memastikan upaya pemulihan pasokan akan terus dilakukan agar kebutuhan Pertalite, Pertamax, Solar, dan jenis BBM lainnya dapat kembali dilayani secara normal.

 

 

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini