Presiden Prabowo Subianto meresmikan peluncuran Ekosistem
Motor Listrik Nasional (Molinas) pada Kamis (13/8) sebagai langkah strategis
mendorong peningkatan nilai tambah industri dan membuka lapangan kerja baru
bagi masyarakat. Peresmian Molinas berlangsung di fasilitas produksi PT Ilectra
Motor Group (ALVA) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. 
Salah satu motor listrik nasional yang diperkenalkan
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat pembangunan industri motor listrik nasional, sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi.
Dalam kegiatan tersebut, Presiden juga meninjau fasilitas produksi dan exhibition, menerima laporan mengenai pengembangan MOLINAS, menyaksikan penayangan video mengenai program, serta menyampaikan arahan.
Presiden menekankan bahwa proyek ini tak sekadar peluncuran satu merek atau satu model kendaraan saja, melainkan pembangunan sebuah ekosistem nasional yang utuh.
Kehadiran Molinas diproyeksikan mampu memberikan dampak domino (multiplier effect) yang luas bagi perekonomian nasional, termasuk membuka peluang penciptaan lapangan kerja secara masif dan melibatkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta koperasi.
Selain itu, ekosistem Molinas dirancang untuk mencakup seluruh rantai nilai dari hulu ke hilir, mulai dari pengembangan industri dan manufaktur, komponen dan baterai, infrastruktur pengisian daya (charging) dan penukaran baterai (battery swapping), pembiayaan, distribusi, layanan purnajual, hingga penguatan penyerapan pasar.
Adapun PT Len Industri ditunjuk sebagai lead integrator untuk mengorkestrasi kolaborasi di antara para pemangku kepentingan.
Selain berfokus pada penguatan kapasitas manufaktur dan rantai pasok dalam negeri, pengembangan motor listrik juga diarahkan untuk mendukung agenda ketahanan energi nasional.
Dengan beralih ke kendaraan roda dua berbasis listrik, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan yang tinggi terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) impor dan mengoptimalkan pemanfaatan energi listrik domestik.
Turunkan Suku Bunga
Untuk memudahkan pemasaran Molinas ini, Prabowo mengatakan kalau pemerintah akan menurunkan suku bunga cicilan kendaraan listrik dan mengupayakan skema pembelian tanpa uang muka (DP).
“Kita akan turunkan bunga cicilan, kita turunkan untuk rakyat. Kemudian, kita usahakan tidak pakai DP,” ujarnya menambahkan.
Prabowo menuturkan dengan penggunaan motor listrik akan menghemat pengeluaran 50 persen hingga 70 persen jika dibandingkan motor bensin.
"Penghematannya minimal 50 persen, pengeluaran kalian untuk sehari-hari, bergerak minimal 50 persen bahkan bisa sampai 70 persen," jelasnya.
Prabowo menilai kebijakan ini menjadi kebutuhan dunia sebab ada carbon tax. Bahkan, ia menyebut kota-kota besar, seperti Beijing, tidak lagi memperbolehkan motor bensin.
"Jadi ini warning aja, masih gandrung motor bensin tapi tenang saja kita ada skema nanti, yang terlanjur punya motor bensin, nanti kita bisa pikirkan tukar tambah, mau setor motor lama dapat motor baru ya tambah dikit lah," jelasnya.
Tantangan berikutnya dari Molinas ini adalah memastikan seluruh elemen-mulai dari industri, rantai pasok, infrastruktur pendukung, skema pembiayaan, hingga penyerapan pasar-dapat berjalan secara selaras, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Salah satu produk terbaru Molinas yang diperkenalkan ALVA N3 Next Gen. Motor listrik ini menggunakan teknologi Next Gen Battery dengan kemampuan mencapai kecepatan maksimum 80 km/jam dan jarak tempuh hingga 140 km.
Salah satu fitur yang menjadi andalannya adalah Boost Charge, yang memungkinkan baterai terisi hingga 50 persen dalam waktu sekitar 20-25 menit, bergantung pada spesifikasi yang digunakan.
Untuk mendukung pengendaraan di berbagai kondisi jalan, N3 Next Gen turut dibekali Hill Start Assist (HSA) dan Hill Descend Assist (HDA). Kedua fitur tersebut dirancang membantu pengendara ketika harus berhenti, memulai perjalanan, atau mengendalikan kendaraan di jalan menanjak maupun menurun.
Dari sisi konektivitas, N3 Next Gen telah mengadopsi teknologi Internet of Things (IoT) yang terhubung dengan aplikasi My ALVA. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat mengakses sejumlah fungsi kendaraan, mulai dari menyalakan motor melalui ponsel, memantau posisi kendaraan melalui live map tracking, melihat kondisi baterai, hingga mengaktifkan fitur antimaling.
Bagi konsumen yang mencari motor listrik dengan karakter lebih sporty, ALVA menghadirkan CERVO X. Model ini mampu melaju hingga 103 km/jam dengan jarak tempuh mencapai 125 km.
CERVO X juga menggunakan Next Gen Battery dan mendukung teknologi Boost Charge. Sistem tersebut diklaim mampu mengisi daya baterai hingga 50 persen dalam waktu sekitar 20 menit.
Pemerintah maupun produsen belum mengumumkan berapa kisaran harga molinas itu. Namun pengamat otomotif memperkirakan harganya di kisaran Rp30 juta - Rp40 juta per unit. Mampukah bersaing dengan motor China? ***