Pemerintah Sumatera Utara mengonfirmasi bahwa status
aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo saat ini telah meningkat menjadi
Level III atau siaga. Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas
vulkanik yang perlu diwaspadai oleh masyarakat di sekitar kawasan gunung api
tersebut. 
Gunung Sinabung mengamuk lagi
Selain peningkatan status, dampak erupsi juga mulai dirasakan di sejumlah wilayah, terutama akibat sebaran abu vulkanik yang terbawa arah angin menuju permukiman warga.
Berdasarkan pemantauan terbaru, Gunung Sinabung yang memiliki ketinggian 2.460 meter di atas permukaan laut kembali mengalami erupsi pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 10.17 WIB. Erupsi tersebut mengeluarkan kolom abu vulkanik yang mencapai ketinggian sekitar 3,5 kilometer di atas puncak gunung.
Peningkatan aktivitas ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat sebaran abu telah memasuki wilayah permukiman dan kawasan aktivitas masyarakat.
Berdasarkan data yang diterima media ini, arah angin saat ini bergerak menuju Kota Berastagi, sehingga wilayah tersebut terdampak langsung abu vulkanik. Untuk masyarakat Sumut khususnya Berastagi, saat ini Gunung Sinabung statusnya Level III atau siaga. Kota Brastagi sampai kemarin sempat diselimuti kabut pekat.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengklaim telah melakukan berbagai langkah penanganan untuk mengurangi dampak erupsi terhadap masyarakat. Salah satu langkah cepat yang dilakukan adalah distribusi masker ke wilayah terdampak. Pemprov Sumut mengaku telah menyalurkan sekitar 15 ribu masker yang dititipkan kepada Pemerintah Kabupaten Karo untuk dibagikan kepada masyarakat.
Sementara itu Pemerintah Karo juga telah meningkatkan kesiapsiagaan petugas di sekitar kawasan Gunung Sinabung. Salah satu fokusnya adalah pembersihan material abu vulkanik yang menumpuk di jalan-jalan utama agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Pemda Karo juga mengimbau pelaku usaha di sektor pariwisata untuk menghentikan sementara aktivitas wisata di sekitar kawasan Sinabung.
Erupsi Gunung Sinabung dikuatirkan berpotensi menyebabkan hujan abu vulkanik di sejumlah wilayah, terutama Kecamatan Berastagi yang berada di zona timur dan tenggara gunung.
Sampai kemarin, abu berwarna kelabu pekat terlihat menutupi berbagai area, termasuk permukiman, fasilitas umum, hingga jalan utama. Kondisi ini turut mengganggu aktivitas masyarakat karena jarak pandang yang terbatas serta lapisan abu yang menutupi permukaan jalan. ***