-->

Catatan Jambore Overlanding 2026: Jelajah Nusantara untuk Budaya, Wisata dan Sosial

Sebarkan:

 

Kabupaten Tasikmalaya tuan rumah Jambore Overlanding 2026. Sejumlah tokoh nasional penggemar jelajah nusantara hadir pada acara itu.
Deru kendaraan dan cerita perjalanan membawa ratusan pegiat komunitas overlanding Indonesia memasuki sebuah kawasan terpencil di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa  Barat. Mereka yang melakukan penjelajahan itu datang berbagai wilayah di Indonesia. Tidak terkecuali utusan Overlanding dari Sumatera Utara yang diwakili ketuanya, Irmansyah Lubis.

Selama tiga hari, 21–23 Agustus 2026, kawasan Bendungan Leuwikeris menjadi titik temu komunitas jelajah nusantara itu.

Bukan sekadar berkumpul, kegiatan tersebut juga membuka ruang untuk berdiskusi, memperkenalkan wajah wisatanya lokal dan saling berbagi untuk kegiatan sosial.

Ini adalah Jambore kedua Overlanding yang pernah dilakukan di Indonesia setelah sebelumnya berlangsung pada 23-25 September 2022 di Pantai Pantai Pakkodian, Desa Lintong Nihuta, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

Selain dihadiri tokoh-tokoh Overlanding nasional, pertemuan komunitas jelajah  itu juga dihadiri  Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin dan Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi. Keduanya begitu antusias memperkenalkan potensi wisata daerahnya.

Para peserta menyimak dengan khusuk perkenalan dari kepala daerah itu saat keduanya menjelaskan tentang wisata hutan, wisata jelajah alam dan wisata desa yang ada di Kabupaten Tasikmalaya. Penjelasan mereka menunjukkan betapa beragamnya potensi wisata nasional kita.

Sama halnya ketika orang orang Sumut berbicara tentang potensi wisata Danau Toba dengan ratusan spot yang ada di sana. Sungguh sangat kaya dengan view yang beraneka ragam.

Peserta Jambore bergabung dalam kebersamaan
Bagi komunitas overlanding, keberagaman wisata itu bukan sekadar pemandangan yang dilewati. Setiap jalur menyimpan cerita, setiap persinggahan menjadi pintu untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat dan potensi ekonomi lokal.

Salah satu ruang yang tengah dilirik di wilayah itu adalah kawasan Bendungan Leuwikeris. Infrastruktur sumber daya air tersebut tidak hanya dipandang dari fungsi utamanya, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai ruang interaksi masyarakat sekaligus destinasi wisata.

"Kami sangat terbuka untuk membangun kolaborasi yang lebih luas dengan Komunitas Overlanding dalam memperkenalkan berbagai destinasi wisata di Kabupaten Tasikmalaya. Inilah promosi pariwisata yang tumbuh secara organik dari pengalaman," ujar Bupati Cecep.

Pernyataan itu memperlihatkan arah promosi wisata yang tidak semata mengandalkan baliho, iklan, maupun agenda seremonial. Pengalaman langsung para pelaku perjalanan justru diharapkan menjadi cerita yang dibawa pulang dan dibagikan kepada komunitas mereka.

Cecep bahkan mengajak para peserta Jambore Nasional Overlanding Indonesia  tidak sekadar melintas di Kabupaten Tasikmalaya.

"Saya mengucapkan selamat menjelajahi Kabupaten Tasikmalaya. Nikmati alamnya, kenal budayanya, cicipi kulinernya, belanja produk UMKM-nya. Dan yang paling penting, bawa pulang cerita baik tentang Kabupaten Tasikmalaya," ungkapnya.

Pesan tersebut menjadi penting karena komunitas overlanding memiliki karakter perjalanan yang dekat dengan eksplorasi. Mereka datang bukan hanya untuk mencapai sebuah lokasi, tetapi menikmati perjalanan, menemukan tempat baru, berinteraksi dengan masyarakat, hingga mengabadikan pengalaman. Di titik inilah pemerintah daerah melihat peluang yang lebih besar.

para peserta Jambore Overlanding dari berbagai wilayah di Indonesia hadir di Tasikmalaya
Overlanding Indonesia merupakan komunitas jelajah yang aktif mendatangi kawasan-kawasan unik, terpencil dengan potensi wisata di nusantara untuk diperkenalkan kepada publik global. Keanggotan komunitas ini sangat beragam, mulai dari penulis, pegiat touring, penggemar otomotif, penulis, photographer, pegiat traveling dan sebagainya.

Mereka berasal dari latar belakang yang juga beragam. Ada dari kalangan anak-anak muda, penguasaha, pekerja independen, professional, buruh, anggota TNI/Polri, pegiat wisata dan siapa saja yang tertarik menjelajahi wilayah tanah air.

Overlanding Indonesia didirikan oleh Agus Harimurti Yudhoyono pada tahun 2020, terinspirasi dari ketertarikannya memperkenalkan kawasan-kawasan terpencil nusantara ke dunia luar.  

Overlanding merupakan komunitas independen yang sama sekali tidak terkait dengan politik atau ormas apapun. Komunitas ini murni beranjak untuk pengembangan wisata, kegiatan sosial bersama demi meningkatkan potensi daerah.

Tak heran jika Jambore Overlanding diharapkan dapat menjadi jembatan promosi pariwisata untuk memperkenalkan Kawasan itu kepada orang luar.

Seorang peserta yang menikmati perjalanan di  lokasi Jambore itu tentu bukan hanya membawa kendaraan kembali ke daerah asal. Ia juga membawa foto, video, cerita tentang jalur yang dilalui, kuliner yang dicicipi, serta kesan tentang masyarakat yang ditemui sepanjang perjalanan.

Cerita-cerita itulah yang kemudian dapat menjadi promosi wisata secara organik.

Di sisi lain, pergerakan komunitas juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Ketika wisatawan singgah, kebutuhan terhadap makanan, penginapan, bahan bakar, suvenir, hingga produk UMKM lokal ikut bergerak.

Bermain untuk meningkatkan keakraban
Karena itu, Overlanding terus meningkatkan aktivitasnya ke bidang sosial, tidak berhenti sebagai ajang berkumpul pegiat jelajah saja.

Ada banyak daerah yang berharap bisa dijadikan tujuan perjalanan komunitas ini. Mereka percaya,  jejak ban kendaraan di jalur perjalanan, cerita yang tercurahkan saar bercengrama di samping tenda, dokumen foto dan video yang tersebar dari setiap media sosial yang ada, akan memberi harapan bagi berkembangnya daerah yang dituju.

Kisah Jambore Overlanding 2022 di Pantai Pakkodian Danau Toba bisa menjadi bukti nyata. Jambore yang diikuti 52 komunitas otomotif kala itu sukses membuat Pantai Pakkodian sebagai kawasan yang ramai dijadikan sebagai arena kamping keluarga. Pasca jambore, kawasan itu menjadi viral sebagai tujuan wisata.

Terlebih lagi karena  jambore itu dihadiri langsung oleh pendiri Overlanding Indonesia,] Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Bahkan AHY menyempatkan diri berziarah ke makam Raja Marsundung Simanjuntak, leluhur istrinya Annisa Pohan yang ada di Desa Hutabulu, Kecamatan Balige, Toba.

Jejak perjalanan Overlanding itu membuat Pantai Pakkodian semakin popular sebagai tujuan wisata.  Situasi itu akhirnya mendorong Pemerintah daerah membenahi infrastruktur  yang ada.

Kawasan Bendungan Leuwikeris diharapkan bisa membawa cerita yang sama. Cerita tentang alamnya, budayanya, kulinernya, produk UMKM-nya, dan keramahan masyarakatnya.

Sebab bagi sebuah daerah wisata, perjalanan seorang tamu tidak selalu berakhir ketika kendaraan meninggalkan lokasi. Kadang, perjalanan justru berlanjut melalui cerita yang dibawa pulang sehingga jejak overlanding membawa berkah. 

Ketua Umum Overlanding Indonesia, Irjen (pol) Arif Rachman
Jambore Overlanding di Tasikmalaya yang mengusung tema Kalimusada telah berjalan sukses. Semua peserta telah kembali ke daerah masing-masing. Namun Kesan yang tertanam dari Jambore itu masih melekat dalam ingatan. Banyak pula yang tertuang dalam laman media sosial dengan ragam cerita yang menarik.

Adapun kata Kalimusada yang menjadi tema perjalanan itu merujuk pada istilah pusaka sakral budaya Sunda yang menggambarkan tentang pusaka sebagai pegangan hidup, sumber kebijaksanaan, kebenaran, dan keselamatan.

Ketua Umum Overlanding Indonesia Irjen Polisi Arif Rachman sengaja memilih tema ini  untuk menunjukan bahwa ruh overlanding bukan sekedar hobi menjelajah wisata atau hobi otomotif, tapi juga sebagai gerakan budaya dan memperkuat kebersamaan. ***

 

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini