-->

SBY Art Community Sampaikan Pesan agar Perdamaian Jadi Misi Perjuangan Semua Orang

Sebarkan:

 yang 

Agus Harimurti Yudhoyono mewakili SBY menyampaikan informasi seputar pameran lukisan SBY Art Community di TIM Jakarta yang berlangsung sampai 30 Agustus mendatang
SBY Art Community menggelar pameran seni bertajuk “Art for Peace and a Better Future: Collaboration” di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Pameran yang berlangsung 18–30 Agustus 2026 ini menghadirkan karya seni dengan pesan perdamaian, inklusivitas, dan harapan untuk masa depan.

Pameran tersebut menampilkan sekitar 150 karya dari 27 seniman, termasuk karya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), seniman muda, serta seniman tamu dari Jerman. Kolaborasi lintas generasi menjadi salah satu keunikan pameran tahun ini.

Salah satu karya yang menjadi sorotan adalah lukisan kolaborasi sepanjang 7 meter berjudul “Law of the Jungle”. Karya tersebut dikerjakan bersama oleh 21 seniman dengan satu gagasan yang sama, sehingga setiap bagian menyatu menjadi sebuah karya kolaboratif. 

Rentang usia seniman yang terlibat juga cukup beragam, mulai dari 10 hingga 76 tahun. Kehadiran seniman cilik menjadi bagian dari upaya menghadirkan kolaborasi lintas generasi sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal dunia seni rupa.

Tema “Art for Peace and a Better Future: Collaboration” dipilih untuk merespons kondisi dunia yang masih menghadapi berbagai ketegangan dan konflik. Melalui karya seni, SBY Art Community ingin menyampaikan harapan agar perdamaian dapat terus diperjuangkan bersama.

Pameran ini juga menjadi kesempatan untuk mempertemukan berbagai latar belakang seniman dalam satu ruang kreatif. Seni ditempatkan bukan hanya sebagai karya estetis, tetapi juga sebagai media untuk menyampaikan pesan kemanusiaan dan lingkungan.

Pembukaan pameran dilakukan oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mewakili SBY. AHY menyampaikan bahwa SBY tidak dapat hadir secara langsung karena masih berada di Amerika Serikat untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Ketua Koordinator Pameran SAC 2026, Letjen (Purn) Ediwan Prabowo mengatakan, tema perdamaian dan cita-cita tentang dunia yang lebih baik dipilih untuk merespons dinamika global sekaligus memperkuat solidaritas.

“Pameran ini diharapkan menjadi ruang inspirasi sosial, mempererat kebersamaan, serta menumbuhkan optimisme terhadap masa depan, sejalan dengan visi SBY dalam menyuarakan perdamaian dan dunia yang lebih baik melalui seni,” katanya.

Sebagai curatorial notes, Gie Sanjaya menjelaskan bahwa karya Lehmpfuhl dan karya SBY Art Community yang ditampilkan pada pameran itu menghadirkan perspektif beragam tentang perdamaian. Kolaborasi itu menjadi perjumpaan dua tradisi seni yang menerjemahkan lanskap, cahaya, dan pengalaman Indonesia ke dalam bahasa visual.

Pertemuan tersebut menunjukkan bagaimana seni dapat menjadi medium untuk mempertemukan perspektif, merayakan keberagaman, sekaligus membangun jembatan budaya melampaui batas geografis.

Art for Peace and a Better Future: Collaboration merupakan pameran kedua sejak SBY Art Community dibentuk oleh Susilo Bambang Yudhoyono. Komunitas tersebut menjadi wadah untuk menyuarakan isu perdamaian, inklusivitas, dan pelestarian lingkungan melalui seni, khususnya seni lukis. ***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini