bisa jadi dipercepat.
Budi Arie menyampaikan pandangannya itu pada acara silaturahmi tertutup di kalangan anggota Projo dalam rangka Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia. Hadir di acara itu Presiden Indonesia ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang sangat dipuja-puja kelompok tersebut.
Saat Budi Arie mengatakan jabatan Prabowo sebagai presiden kemungkinan tidak sampai 2029, Jokowi tampak mendengarkan dengan tenang. Ia lebih banyak diam dengan memperlihatkan raut wajah datar.
Tidak disebutkan kapan acara diskusi itu berlangsung. Namun video acara itu telah beredar di media sosial dan menjadi isu yang viral dibahas sebagai tingkatan.
Budi Arie adalah mantan Menteri Informasi dan Komunikasi di era Pemerintahan Jokowi. Ia sempat pula menduduki jabatan Menteri Koperasi dan UKM di era Presiden Prabowo. Tapi hanya setahun, setelah itu ia dilengserkan karena diduga terlibat dalam melindungi sejumlah bisnis judi online di Indonesia.
Nama Budi Arie sebenarnya sudah berkali-kali disebut di pengadilan korupsi sebagai bos pelindung Judol, namun berkat kedekatannya dengan Jokowi, ia bebas dari tuntutan hukum. Padahal Budi Arie disebut-sebut mendapatkan fee hingga sebesar Rp2 miliar atas jasanya sebagai pelindung Judol. Perlindungan itu diberikan Budi Arie saat ia menjabat Menteri Infokom sehingga ia berwenang mengendalikan sejumlah website judi di Indonesia.
Setelah dipecat dari cabinet Prabowo, Budi Arie kembali menggalang kekuatan untuk mendukung kembalinya kekuasaan politik keluarga Jokowi pada 2029 melalui Projo, organisasi yang dipimpinnya. Ia berharap kekuatan politik Jokowi bisa kembali pada 2029 sehingga ia kembali mendapat kursi di kekuasaan.
Bisa jadi Budi Arie ingin kembali me ngendalikan bisnis judol di negeri ini. Maklum, keuntungannya miliaran per bulan dari usaha itu. Hasil bisnis judol itu yhang disebut-sebut sebagai modal untuk pergerakan Projo selama ini.
Untuk menghadapi kemungkinan berhentinya kekuasaan Prabowo sebelum 2029, Budi Arie meminta para pendukung Projo mempersiapkan diri menghadapi persaingan politik ke depan.
“Saya minta jaringan Projo di seluruh Indonesia untuk Bersiap-siap,” katanya di depan Jokowi.
Jokowi tak bereaksi
Pernyataan tajam Budi Arie itu sama sekali tidak mendapat respon dari Jokowi. Dalam video itu Ia terlihat lebih banyak diam dan mendengar. Tidak ada kritik, tidak ada sikap menolak, yang ada hanya diam. Tak heran sikap Jokowi ini mengundang banyak tafsiran para pihak.
Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai ucapan Budi Arie itu sebenarnya merupakan sebagai langkah yang tidak pantas.
“Ketua Umum Projo Budi Arie saat bersebelahan dengan Joko Widodo menegaskan ada potensi pemerintahan Prabowo Subianto tidak sampai 2029. Untuk itu, Budi Arie meminta loyalis Jokowi untuk bersiap,” ujarnya.
Menurut Jamiluddin, Budi Arie telah menciptakan ketegangan antara kubu Prabowo dan Jokowi. Semestinya, Budi Arie tidak pantas melakukan itu meski ia punya rasa dendam kepada Prabowo akibat dipecat dari kabinet.
“Harusnya ia jangan sampai menciptakan ketegangan antara Jokowi dan Prabowo,” kata Jamiluddin. Yang lebih aneh lagi, kata Jamiluddin, Jokowi hanya diam saja mendengar pernyataan itu. Bukan tidak mungkin justru pernyataan itu bersumber dari Jokowi yang kemudian disuarakan oleh Budi Arie.
Sejauh ini belum ada respon keras dari Gerindra maupun kelompok politik Pro Jokowi terkait pernyataan Budi Arie itu. yang justru paling cepat kebakaran jenggot adalah PSI, partai besutan keluarga Jokowi.
Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menuding Budi Arie berusaha mengadu domba Jokowi dengan Prabowo. Ia berupaya membela Jokowi yang menurutnya menunjukkan sikap tidak nyaman di dalam video itu,
“Dia ini orang yang ingin mengadu domba antara Pak Jokowi dengan Pak Prabowo,” tegas Bestari.
Agar tidak terseret dengan pernyataan Budi Arie itu, buru-buru pengurus PSI menegaskan bahwa Budi Arie bukanlah bagian dari PSI. Segala tindak tanduk Budie Arie tidak ada kaitannya dengan PSI.
Wakil Ketua Umum DPP PSI Andy Budiman menegaskan bahwa eks Menkominfo itu tidak pernah jadi kader, apalagi pengurus PSI.
“Kami tegaskan Budi Arie bukan bagian dari PSI. Titik. Karena itu, jangan sampai menyeret-nyeret nama PSI dalam setiap tindakan, pernyataan, maupun urusan Budi Arie,” kata Andy dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kajianberita.com pada Selasa (25/8).
Menurut Andy, mengaitkan apa pun yang dilakukan Budi Arie dengan PSI adalah tindakan tidak berdasar dan menyesatkan. Andy pun meminta semua pihak menghentikan spekulasi mengenai posisi Budi Arie di PSI.
“Posisi PSI terang dan tidak membutuhkan tafsir. Budi Arie bukan anggota, bukan pengurus, bukan sekjen, dan bukan bagian dari PSI. Jangan seret PSI untuk urusan yang bukan urusan PSI,” katanya.
Dia pun mengingatkan Budi Arie untuk tidak berusaha mengganggu hubungan baik Jokowi dengan Prabowo.
“Jangan karena direshuffle, kemudian sakit hati dan memainkan politik adu domba antara Pak Jokowi dengan Presiden Prabowo. Publik juga tidak lupa ketika dalam Kongres Projo, Budi Arie menyatakan bahwa Projo bukan singkatan Pro Jokowi,” kata dia.
Tak terhindari lagi, pernyataan Budi Arie itu membuat gejolak di kubu pendukung Jokowi mulai memanas. Mereka saling menuding antara satu dengan yang lain, sementara Jokowi tetap tenang. Bisa jadi ia mendukung pernyataan Budi Arie, atau mungkin saja tidak sependapat. Pokoknya tidak jelas.
Sikap Jokowi itu yang meyakinkan para pegiat demokrasi bahwa ada rencana yang sudah dirancang kelompok pendukung Jokowi sebelum 2029. Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu menduga kalau itu bagian dari scenario untuk mendudukkan kembali Jokowi dalam ranah kekuasaan.
“Akhirnya mulai terlihat kalau Jokowi tidak rela serahkan kekuasaan ke siapapun, termasuk ke Pak Prabowo,” tulisnya.
Tak kalah keras, Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo (GCP), Kurniawan, menyebut pernyataan Budi Arie sebagai tindakan tidak etis dan menyakitkan hati pendukung Prabowo. Ia menegaskan bahwa percepatan pergantian presiden sebelum 2029 jelas melanggar konstitusi.
“Kami siap pasang badan untuk membela dan menyukseskan program kerja Bapak Prabowo Subianto,” ujarnya.
Gelombang kritik ini menunjukkan bahwa manuver Budi Arie bukan sekadar wacana alternatif, melainkan dianggap sebagai “jebakan politik” yang berpotensi merusak hubungan Jokowi–Prabowo. ***
