Perdebatan tentang ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka terus menggelinding setelah putusan Mahkamah Konstitusi yang mengaku tidak menemukan adanya bukti ijazah wakil presiden itu. Gibran pun tidak tinggal diam. Ia mencoba menantang putusan itu dengan mengeluarkan sebuah kalimat kunci, “ Kalau saya tidak tamat SMA, bagaimana mungkin saya bisa kuliah S1 di Singapura?”
Bagi orang awam, pernyataan Gibran itu bisa jadi akan membuat mereka terkejut. Secara logika tentu benar, sebab untuk masuk perguruan tinggi, biasanya pasti dibutuhkan ijazah SMA atau setara. Tanpa ijazah itu, tidak mungkin bisa diterima kuliah.
Jadi, apa mungkin Gibran tidak punya ijazah SMA?
Untuk menjawab pertanyaan itu, ada baiknya kita pahami dulu kampus tempat Gibran kuliah di Singapura. Kampus itu bernama Management Development Institute of Singapore atau disingkat MDIS Institute. Kampus ini merupakan institusi pendidikan tinggi swasta nirlaba yang didirikan pada 1956.
Sebagai lembaga lifelong learning (pembelajaran seumur hidup), MDIS fokus menyediakan pendidikan vokasional dan akademis pra-universitas hingga jenjang S3 melalui kemitraan internasional.
Sebagai lembaga pendidikan swasta, MDIS tidak menerbitkan gelar sarjananya sendiri. Mereka bekerja sama dengan delapan universitas mitra ternama dari Inggris (UK) dan Amerika Serikat (AS).
Artinya, mahasiswa akan belajar di kampus MDIS Singapura, namun kurikulum, ujian, dan ijazah kelulusan resmi diterbitkan langsung oleh universitas mitra luar negeri tersebut. MDIS menaungi lebih dari 70 program studi yang tersebar di berbagai disiplin ilmu.
Kampus ini memang bukan salah satu kampus bergengsi di Singapura. Malah bisa dikatakan kampus kelas bawah. MDIS sebenarnya lebih banyak mengandalkan kampus mitranya ketimbang dirinya sendiri. Mereka lebih focus para pendidikan vokasional, bukan mengandalkan gelar akademik.
Yang lebih penting lagi adalah, untuk bisa kuliah di MDIS ini, Anda tidak perlu tamat SMA. Bahkan tamat SMP pun bisa kuliah di sini. Banyak pula yang kuliah di kampus ini orang-orang yang putus sekolah saat masih SMA.
Untuk bisa kuliah di MDIS tanpa ijazah SMA, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu:
O-Level / IGCSE (Singapore-Cambridge GCE O-Level): Jika Anda menyelesaikan ujian O-Level (seperti lulus minimal 1 atau beberapa mata pelajaran O-Level), Anda dapat masuk melalui jalur Foundation atau Professional Certificate/Diploma.
10 Tahun Pendidikan Formal: MDIS menerima siswa yang telah menempuh minimal 10 tahun pendidikan formal untuk masuk ke program tingkat awal (Professional Diploma). Jadi, tamat SMP pun bisa kuliah di kampus ini.
Program Foundation (Yayasan): Bagi yang belum memiliki kualifikasi setara SMA (seperti lulusan SMP atau program persiapan luar negeri seperti UTS Insearch), Anda wajib mengambil kelas Foundation atau Bridging Program terlebih dahulu sebelum lanjut ke jenjang Diploma dan kemudian Bachelor's Degree (S1) yang bekerja sama dengan universitas mitra luar negeri (misalnya University of Bradford).
Nah, Gibran Rakabuming memang pernah kuliah di MDIS, tapi dia masuk melalui jalur tanpa ijazah SMA. Ia mengandalkan kursus yang pernah ia ikuti di UTS Insearch Australia. Lantas ia membawa bukti certificate of attendance ( berupa sertifikat hadir) yang menyatakan ia pernah kursus di UTS Insearch.
Dengan sertifikat inilah ia kemudian diterima di MDIS Singapura. Tanpa ijazah SMA sama sekali, karena Gibran memang tidak pernah menyelesaikan pendidikan SMA. Dan itu boleh di MDIS.
Jadi kalau Gibran berdalih, “ Saya kan pernah kuliah, bagaimana mungkin saya bisa kuliah tanpa menyelesaikan pendidikan setingkat SMA.!” Ujarnya.
Jawabnya bisa. Ya, di MDIS itu, sebab kampus MDIS bisa menerima mahasiswa yang tidak menyelesaikan SMA. Cukup kursus bahasa saja, tanpa tunjukkan bukti kehadiran, maka Anda bisa diterima di MDIS. Jalur inilah yang dilalui Gibran.
Makanya, ia sama sekali tidak bisa menunjukkan ijazah SMA karena memang ijazah itu tidak pernah ada. Gibran masuk ke MDIS tanpa menunjukkan bukti pernah menyelesaikan pendidikan SMA atau setara. Sistem seperti itu jelas tidak bisa diterima di Indonesia.
MDIS sejatinya kampus yang mencetak orang-orang yang siap bekerja di lapangan dengan keahlian masing-masing. Bisa dikatakan MDIS ini seperti balai pelatihan kerja. Namun Gibran justru memanfaatan status kuliah di sana untuk membangun karir politik. Padahal ia mengambil jurusan akuntansi di sana.
Dengan kuliah di MDIS, Gibran mengklaim pasti sudah pernah lulus SMA.
Oiii…. tidak bisa begitu, bung. Yang namanya syarat administrasi harus tetap dipatuhi. Kalau tidak punya ijazah SMA atau setara, tetap dianggap tidak pernah tamat sekolah menengah atas. Jangan mengklaim mentang-mentang pernah kuliah di MDIS, lantas Anda sudah pasti tamat SMA.
Terus terang saja, Gibran masuk MDIS di Singapura tanpa jalur tamatan SMA. Makanya, Kementerian pendidikan hanya berani mengeluarkan surat keterangan yang menyatakan bahwa Ia dinilai memiiki ‘pengetahuan’ setara tamatan SMK, bukan tamatan SMK. Jadi jangan memanipulasi kalimat. Malu donk.. ***!

