![]() |
| upati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu mendampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau masyarakat yang terdampak bencana alam di Tapanuli Tengah, Jumat. |
Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu menyebut kerugian akibat bencana alam yang melanda wilayah yang dipimpinnya mencapai Rp5,4 triliun. Kerugian akibat bencana alam tersebut mencakup fasilitas umum, infrastruktur serta kerugian lainnya.
Meski tidak menyebut secara rinci total kerugian tersebut, Masinton mengatakan pemulihan akibat bencana alam memerlukan peran pemerintah pusat. Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) membutuhkan anggaran khusus untuk melakukan pemulihan akibat bencana alam tersebut.
"Nah kami tentu selain dana umum yang kami terima pusat ke daerah maupun provinsi ke daerah dana hasilnya, kami butuh anggaran khusus untuk melakukan rehab dan rekonstruksi agar mempercepat recovery," kata dia.
Oleh karena itu, Ia berharap pemerintah pusat agar menganggarkan total kerugian yang dialami wilayah tersebut. Mengharapkan bantuan dari pemerintah provinsi Sumut sangat tidak mungkin sebab gubernur Bobby telah mengalihkan sebagian besar anggaran tanggap bencana kepada proyek jalan yang belakangan mencuat dengan berbagai korupsi.
Untuk APBD 2026, Pemerintah provinsi Sumut juga tidak punya anggaran yang cukup karena Bobby hanya mengalokasikan biaya Rp70 miliar untuk penanganan bencana. Gubernur Bobby sama sekali tidak tanggap bencana sehingga ia tidak siap menghadapi situasi di lapangan.
Dalam beberapa pertemuan dengan masyarakat korban bencana, Gubernur Bobby menjanjikan berbagai bantuan, tapi semua janji itu sebenarnya sudah disampaikan oleh Pemerintah pusat sebelumnnya karena memang anggaran untuk bantuan itu sepenuhnya dari APBN, bukan APBD. Bobby hanya mengulang-ulang apa yang disampaikan pemerintah sehingga seakan dia yang membangun kawasan bencana itu.
Bupati Masinton paham betul bahwa Pemerintah provinsi tidak punya daya untuk penanganan pasca bencana, oleh karena itu ia lebih berharap kepada bantuan pemerintah pusat.
"Kami berharap pemerintah pusat memahami kondisi daerah kami,” kata Masinton.
Kalau seandainya APBN bersedia mengalokasikan dana Rp2 triliun per tahun untuk Tapanuli Tengah, Masinton yakin butuh tiga tahun untuk proses rehabilitasj dan rekonstruksi (rehab rekon) di lapangan.
Semoga pemerintah pusat berkenan. Dan semoga Bobby lebih paham bagaimana melakukan sesuatu untuk antisipasi bencana di Sumut. Jangan semua anggaran diprioritaskan untuk proyek konstruksi. ***
