Ada banyak perusahaan pengelola hutan di Sumatera yang dituding sebagai penyebab terjadinya bencana banjir dan longsor di berbagai tempat pada akhirnya November lalu. Salah satunya adalah PT Tusam Hutani Lestari milik Prabowo Subuianto yang memiliki lahan konsesi di Aceh. Tidak disangka, Perusahaan itu ternyata punya relasi bisnis dengan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. Akibatnya saham bank itu yang dijual di bursa efek Jakarta mulai dijauhi investor.
Hal itu membuat saham PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan kode emiten BRIS anjlok. Pada pekan lalu, saham BRIS nyungsep ke level Rp2.330 per lembar, kemudian pekan ini ambruk lagi Rp2.250.
Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi sepakat bahwa penurunan saham BRIS lantaran terkuaknya relasi dengan PT Tusam Hutani Lestari yang dimiliki Prabowo.
“Akhirnya banyak investor asing yang tidak senang dan saham-saham terjadilah penurunan harga yang luar biasa,” ujar Ibrahim, Rabu (10/12/2025).
Diketahui, PT Tusam menguasai sekitar 97.000 hektare di Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireun dan Aceh Utara itu, pernah menikmati kucuran kredit dari PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk yang berkode emiten BRIS.
Adanya relasi bisnis BSI dengan PT Tusam yang diduga ikut merusak hutan Sumatera, terkuak dari laporan keuangan BSI tahun 2024, halaman 262. Ibrahim pun menilai bahwa penurunan saham BSI dinilai wajar, dia pun memprediksi pada pembukaan perdagangan Kamis (11/12), akan berada di level 2.180.
“Ini sangat wajar dampak dari keterlibatan perusahaan-perusahaan tersebut dalam melakukan penggundulan hutan yang ada di pulau Sumatera,” kata Ibrahim.
Sebelumnya, tersiar kabar PT Bank Syariah Indonesia Tbk (Persero/BSI) mengguyur kredit untuk PT Tusam, perusahaan pemilik HTI (Hutan Tanaman Industri) milik Presiden Prabowo Subianto yang beroperasi di Aceh. Namun, Sekretaris Perusahaan itu, Wisnu Sunandar buru-buru membantahnya.
"Sejauh ini nama yang dimaksud tidak terdapat dalam nasabah pembiayaan dan bahwa tercantum sebagai transaksi pihak berelasi adalah seiring penerapan qanun keuangan syariah maka BSI sebagai bank syariah melayani transaksi dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Aceh," kata Wisnu Sunandar kepada inilah.com, Jakarta, Senin (8/12/2025).
Wisnu menegaskan, BSI tunduk kepada ketentuan perbankan dan menjunjung tinggi prinsip Good Corporate Governance dan syariah di mana di dalamnya terdapat ketentuan menjaga lingkungan.
"BSI juga mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, Governance di dalam bisnis dan operational bank," tegas dia.
Adapun, peneliti dari Center of Economic and Law Studies, Yeta Purnama menyatakan, adanya relasi bisnis antara BSI dengan PT Tusam sangat terang benderang. Hal itu terkuak dalam laporan keuangan BSI tahun 2024, halaman 262.
"Dari Annual Report BSI tahun 2024, PT Tusam termasuk dalam list entitas yang memiliki relasi dengan BSI. Dan, diperkirakan berkaitan dengan pembiayaan operasi Hutan Tanaman Industri (HTI) milik Presiden Prabowo," papar Yeta.
Dia mengatakan, PT Tusam diketahui memiliki konsesi lahan nyaris 100 hektare mulai kehilangan tutupan hutan pegunungan dan menyebabkan kerusakan fungsi vital alam yakni menjaga keseimbangan ekosistem sekitar. Dari temuan ini, bisa diartikan BSI termasuk bank bank yang mendukung korporasi yang bisnisnya merusak lingkungan. Alias tidak pro keuangan hijau yang kini sudah menjadi acuan dunia. ***
