-->

Hancur Lebur di Masa Bobby, Medan Zoo akan Revitalisasi dengan Konsep Baru di Era Rico

Sebarkan:

Bukan rahasia lagi bahwa ada banyak kekacauan program yang dijalankan Pemko Medan di masa Walikota Bobby Nasution. Di masa itu, nyaris tidak ada program yang beres. Kini, di era kepemimpinan Walikota Rico Waas, program yang tidak beres itu berupaya diperbaiki lagi. Salah satunya upaya mengaktifkan kembali Kebun Binatang Medan atau Medan Zoo.

Medan Zoo sudah lebih dari setahun ini tidak berfungsi setelah Bobby Nasution menghentikan semua kegiatan di kebun Binatang itu pada awal 2024. Alasannya, karena tidak menguntungkan. 

Bobby kala itu sempat berjanji akan mencari investor untuk membangun kembali Medan Zoo. Bahkan Bobby sempat mengumbar janji kepada publik di Medan kalau selebriti Raffi Ahmad akan berinvestasi di Medan Zoo untuk membangun wajah baru kebun Binatang itu. 

Nyatanya, semuanya janji busuk. Dusta besar..! Mirip seperti mertuanya Jokowi yang suka berjanji manis.

Kini Walikota Rico Waas yang harus membersihkan semua kekotoran yang terjadi di masa pemerintahan Bobby itu. Bersama jajaran pengurus Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) dan Taman Safari Indonesia, Rico tengah merancang untuk mendisain ulang Medan Zoo yang lebih modern dan menghibur. 

Pembangunan Medan Zoo wajah baru itu tidak hanya bertujuan sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai komitmen pemerintah dalam merawat alam dan binatang.

Hal tersebut terungkap dalam rapat pembahasan Re-design Medan Zoo yang dipimpin langsung Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, di Balai Kota Medan, Jumat (13/2/2026).

Dalam rapat ini turut hadir Ketua Umum Dewan Pengurus Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) Rahmat Shah,  Komisaris Taman Safari Indonesia Tony Sumampau, sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait, serta Dirut PUD Pembangunan dan para pakar.

Dalam rapat tersebut, Rico Waas menekankan bahwa perbaikan Medan Zoo bukan sekadar soal pembangunan fisik, melainkan soal dedikasi dalam merawat alam dan binatang yang ada.  

Kematangan konsep menjadi prioritas utama ketimbang sekadar mengejar waktu penyelesaian guna menciptakan keunikan yang berbeda dari kebun binatang lain.

"Membangun alam dan binatang harus menggunakan hati dan niat yang baik. Kita sangat serius membangun Medan Zoo, agar kehadirannya dapat dinikmati langsung oleh masyarakat maupun wisatawan," kata Rico Waas.

Rico berencana akan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada. Salah satu upaya yang dilakukan dengan mempopulerkan satwa endemik Sumatera. Sebab menurutnya masih banyak jenis satwa asli pulau ini yang sebenarnya memiliki daya tarik tinggi namun belum dikenal luas oleh masyarakat.

"Ke depannya satwa-satwa ini akan menjadi ikon utama Medan Zoo untuk menarik minat wisatawan,"ujar Rico Waas.

Semangat Rico Waas dalam membangun kembali Medan Zoo mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum Dewan Pengurus Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI), Rahmat Shah. Ia berpendapat butuh komitmen kuat dan kebersamaan untuk membangun Medan Zoo secara keseluruhan. 

Apalagi menurutnya, kehadiran kebun binatang memiliki multi efek, karena akan berpengaruh terhadap lapangan pekerjaan, peternakan dan juga pertanian.

"Meskipun butuh waktu namun saya percaya dengan semangat kebersamaan, kita dapat menghidupkan kembali Medan Zoo. Yang terpenting jangan mengeluh dan saling menyalahkan," pesannya seraya menyematkan pin PKBSI kepada Wali Kota Medan Rico Waas sebagai bentuk dukungan.

Dalam rapat itu kemudian juga dipaparkan terkait re-design Medan Zoo oleh Komisaris Taman Safari Indonesia, Tony Sumampau. Tidak hanya itu saja, seluruh peserta rapat juga dimintai tanggapannya mengenai binatang apa yang mereka inginkan ada di Medan Zoo.

Sebagai Walikota Medan, Rico memang lebih banyak disibukkan membereskan program Kota Medan yang kacau balau di masa Pemerintahan Bobby Nasution. Selain membangun kembali Medan Zoo, Rico harus menyelesaikan proyek Stadion Teladan, Medan Islamic Center dan proyek Lapangan Merdeka yang hancur lebur di masa Bobby Nasution.

Fakta memang membuktikan bahwa Bobby tidak pernah beres menjalankan program. Bau korupsi menyengat di setiap proyek yang ia kerjakannya. Beruntungnya, berkat back-up mertuanya, Bobby sama sekali tidak tersentuh hukum.

Lihat saja betapa banyaknya kerugian negara dari proyek Lapangan Merdeka yang menelan anggaran hingga mendekati Rp500 miliar. Lebih dari 80 persen anggaran itu habis digunakan untuk membangun ruang bawah tanah. Rencananya ruang bawah tanah akan dijadikan sebagai lokasi parkir dan tempat usaha UMKM.

Nyatanya, ruang bawah tanah yang dibanggakan Bobby kini bak kubangan kerbau. Bau menyengat menyebar di mana-mana. Terkadang ruangan itu penuh tergenang air. 

Sampai saat ini ruangan bawah tanah itu tak berfungsi sama sekali. Negara rugi ratusan miliar, tapi Bobby tetap tenang tak tersentuh siapapun.

Sementara warga yang tidak tahu menahu proyek Lapangan Merdeka hanya melihat pembangunan di permukaan saja. Mereka tidak tahu kalau anggaran untuk merias wajah luar lapangan merdeka itu hanyalah secuil dari total anggaran yang dihabiskan. 

Anggaran yang besar justru lebih banyak tertelan untuk pembangunan ruang bawah tanah. Dan itu semua sia-sia. Rakyat Medan tidak sadar kalau mereka tertipu.**

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini