Acara sederhana mewarnai perayaan ulang tahun Masyarakat
Melayu Baru Indonesia (MABIN) ke-22 yang digelar di Aobi Café Terrace Jalan
Singgalang 1 Medan pada Minggu sore 22 Februari 2025. Acara itu dibarengi buka puasa bersama yang kental nuansa kekeluargaan ala Melayu. Sejumlah tokoh
Melayu Sumut tampak hadir di acara itu.
Peserta yang hadir pada perayaan ulang tahun Masyarakat Melayu Baru Indonesia (MABIN) ke-22 di Aobi Café Terrace Jalan
Singgalang 1 Medan pada Minggu sore 22 Februari 2025.
Setidaknya ada dua sultan Melayu yang tampak aktif menebar senyum kepada para tamu yang datang. Mereka adalah Sultan Deli, Seripaduka Baginda Tuanku Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah dan Sultan Kualuh Leidong, Tengku Zainal Arifin bin Tengku Harun Ar-Rasyid.
Dari kalangan akademisi hadir sejumlah guru besar, di antaranya Prof. Nispul Khoiri, Prof. Ilmi dan Dr. Yanhar Jamaluddin selaku Ketua Umum Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI).
Tak ketinggalan sejumlah anggota parlemen turut bergelut bersama peserta lainnya, seperti Datuk Subandi dan Fajri Akbar selaku Ketua dan Sekjen Gerakan Angkatan Muda Melayu Indonesia (GAMI), serta sejumlah intelektual wanita yang bergabung dalam Ikatan Wanita Melayu Indonesia, dan para tokoh adat.
Acara ulang tahun itu berlangsung sangat sederhana namun sarat pesan moral yang menunjukan rasa bangga dan semangat untuk membangkitkan kembali budaya dan adat Melayu di tengah-tengah masyatakat.
Pertemuan itu tidak melalu silaturrahmui, ada juga diskusi ilmiah membahas pengembangan tradisi Melayu ke depan.
Para akademisi yang berbicara sebagai nara sumber adalah Prof. Nispul Khoiri dan Prof. Ilmi yang tampil membakar semangat para peserta untuk berjuang membangkitkan kembali aura puak Melayu dalam pembangunan.
Semuanya bersepakat bahwa 'Melayu tidak boleh lapuk dek hujan, tak lekang dek panas'. Budaya Malayu harus terus dipertahankan sebagai identitas bangsa karena ia sangat relevan dalam lintas zaman.
Identitas itu mencakup bahasa, budi pekerti, seni dan budaya, yang perlu dilestarikan dan tetap dihargai.
Sultan Deli dan Sultan Kualuh Leidong mendukung kuat semangat itu. Oleh karena itu upaya membangkitkan lagi semangat Melayu yang terangkum dalam Ikatan Masyarakat Melayu baru Indonesia (MABIN) kembali tercetus pada perayaan ulang tahun itu.
“Kita semua sepakat mendorong Melayu baru bangkit memperkuat perannya dalam pembangunan,” kata Syarifuddin Siba selaku tuan rumah acara.
Siba juga menjelaskan, Melayu baru yang dimaksud bukan hanya etnis Malayu yang ada di Sumatera Timur, tapi menyangkut semua rumpun Melayu yang tersebar di Indonesia.
Komunitas rumpun Melayu ini bergabung MABIN sebagaimana telah dideklarasikan pada 2004 di Desa Sei Baharu, Hamparan Perak, Deli Serdang. Organisasi MABIN saat ini dipimpin Fauzi Bowo, mantan gubernur Jakarta.
Dalam perjalanannya, MABIN telah melakukan serangkaian kegiatan budaya dan ilmiah guna mempersatukan rumpun Melayu yang ada di Indonesia. Kerjasama budaya dengan Melayu ASEAN juga terjalin baik, seperti dengan Melayu Malaysia, Singapura dan Brunai dan Thailand Selatan.
![]() |
| Sultan Deli, Seripaduka Baginda Tuanku Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah (kiri) bersama Sekjen MABIN Syarifuddin Siba saat menyambut tamu yang hadir |
Saat ini MABIN telah terbentuk di 16 provinsi di Indonesia. Meski demikian, Sumatera Timur harus terdepan dalam mempertahankan eksistensi MABIN mengingat Melayu Sumatera Timur adalah jantung dari semua rumpun Melayu di Indonesia. Maka itu gagasan memperkuat semangat Melayu harus datang dari inisiatif tokoh Melayu di daerah ini.
Sadar akan tanggungjawab moral itu, pada perayaan ulang tahun MABIN ke-22 itu dibahas pula rencana pelaksanaan Kongres MABIN ke-3 yang akan diselenggarakan di Jakarta pada April 2026.
Sejumlah sultan dan para tokoh melayu nasional akan diundang hadir pada acara itu, sehingga momen membangkitkan kembali semangat Melayu akan lebih berkumandang tangguh.
“Persiapan kongres itu akan terus kita matangkan sehingga pelaksanaanya nanti berlangsung kolosal. Sejumlah menteri akan diundang hadir pada acara itu,” kata Syarifuddin Siba yang juga merangkap sebagai Sekjen MABIN.
Nantinya kongres itu juga akan menyusun kepengurusan MABIN yang baru karena masa kepengurusan Fauzi Bowo dan pengurus MABIN periode sekarang segera berkakhir. ***
