![]() |
| Anies Baswedan membawa keluarganya untuk bersilaturrahmi dengan keluarga SBY di Cikeas saat lebaran. Momen saling memaafkan atas disharmonisasi di masa lalu. |
Situasi damai tergambar saat berlangsungnya halalbihalal di kediaman Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Sabtu (21/3) lalu. Sebagai tuan rumah, SBY dan juga putranya ketua umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhyono menerima dengan ramah semua tamu yang hadir. Tidak disangka, Anies Baswedan juga hadir di acara silaturrahmi itu meski ia tidak masuk dalam daftar undangan.
Tentu saja kehadiran Anies mendapat respon hangat semua tamu undangan yang hadir. Suasana kaku yang dulu sempat tergambar antara Anies dan AHY saat keduanya tidak lagi sejalan pada Pemilu 2024, akhirnya mencair. Tuan rumah memperlakukan Anies dengan rasa hormat yang tinggi.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Herman Khaeron menilai kehadiran Anies murni sebagai silaturahmi. Menurutnya, lebaran merupakan momen yang tepat untuk saling memaafkan.
"Di momentum idulfitri tentu saat yang tepat bagi umat muslim untuk saling memaafkan dan mendoakan kebaikan. Begitu juga tentu dengan kehadiran Mas Anies di Cikeas," ujar Herman saat dihubungi, Rabu (25/3).
Anies hadir mengenakan kemeja hijau muda. Dalam unggahan Instagram kader baru Demokrat Merry Riana, Anies tampak terlibat obrolan serius dengan SBY dan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Momen Idulfitri tentunya bagus untuk saling memaafkan apalagi tokoh-tokoh bangsa. Bagus sebagai contoh untuk rakyat bahwa saling memaafkan itu adalah sesuai dengan ajaran agama kita," ujar herman Khaeron.
Hubungan Anies dan Demokrat, terutama dengan AHY dan SBY sempat menjadi sorotan usai Pilpres 2024, terutama setelah Anies-AHY gagal maju berpasangan. Kala itu, menjelang akhir pendaftaran, Anies justru maju bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
Sejumlah politikus Partai Demokrat kemudian melayangkan kritik keras kepada Anies dan mengungkapkan kekecewaannya.
"Rentetan peristiwa yang terjadi merupakan bentuk pengkhianatan terhadap semangat perubahan, pengkhianatan terhadap Piagam Koalisi yang telah disepakati oleh ketiga parpol, juga pengkhianatan terhadap apa yang telah disampaikan sendiri oleh Capres Anies Baswedan yang telah diberikan mandat untuk memimpin Koalisi Perubahan," ujar Sekjen Demokrat kala itu, Teuku Riefky Harsya.
Sejak itu, komunikasi Anies dan AHY serta SBY terputus, apalagi AHY kemudian membawa gerbong Demokrat untu mendukung pasangan Prabowo – Gibran. Sementara Anies aktif berkampanye bersama pasangannya Muhaimin.
Tentu saja akrabnya kembali Anies dan AHY mengundang berbagai macam analisis publik. Namun analisis itu terkesan lebay dan terlalu mengada-ngada. Ada pengamat yang kemudian menggunakan teori tumpul yang mengaitkan pertemuan itu sebagai gerakan baru dalam politik.
Para politisi Demokrat menanggapinya dengan santai. “Biarkah saja, itukan analisi yang mengada-ngada. Namanya silaturrahmi, tetap wajib kita untuk saling memaafkan,” kata Herman Khaeron.
![]() |
| Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo alias Didit Prabowo saat bertemu dan bersilaturrahmi ke kediaman SBY pada lebaran lalu |
Silaturahim Didit dengan Keluarga SBY merupakan replika dari gaya politik Prabowo yang merangkul semua kalangan. Bisa disebut juga Didit ini Prabowo junior dari segi karakter dan style politiknya. Dan memang kunjungan seperti itu tidak membutuhkan analisis ngawur yang dikaitkan dengan 2029.
Silaturrahim seperti itu adalah tradisi Islam dan budaya timur yang memang sudah lazim hadir di negeri ini. Justru yang bermasalah adalah mereka yang tidak saling bersilaturrahim. ***

