-->

Prajurit TNI Dibunuh Pasukan Israel di Libanon, Indonesia Tak Mampu Melawan!

Sebarkan:

Antonio Guterres, Sekjen PBB
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres mengonfirmasi satu anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) tewas akibat serangan Israel ke pos jaga Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), Minggu (29/3).

Serangan oleh pasukan Israel itu terjadi di dekat Adchit Al Qusayr menyebabkan satu prajurit TNI tewas dan satu lagi luka-luka.

Dalam akun media sosial X resmi, Guterres menyampaikan kutukan keras atas serangan yang menewaskan satu personel TNI yang tergabung dalam UNIFIL tersebut.

"Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari@UNIFIL_ di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama," tulis Guterres.

Prajurit TNI yang meninggal itu adalah Praka Farizal Rhomadhon. Saat ini jenazah prajurit itu dalam proses pemulangan ke tanah air.

"Saya menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega penjaga perdamaian yang meninggal, serta kepada Indonesia. Saya berharap agar penjaga perdamaian yang terluka segera pulih sepenuhnya. Ini hanyalah salah satu dari sejumlah insiden baru-baru ini yang telah membahayakan keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian," ia melanjutkan pernyataannya.


 

Ia kemudian menyerukan kepada semua pihak untuk menjunjung tinggi kewajiban berdasarkan hukum internasional dan untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB.

UNIFIL sebelumnya menyampaikan salah satu prajurit yang bertugas meninggal dunia akibat terkena ledakan proyektil di pos mereka.

"Seorang penjaga perdamaian tewas secara tragis tadi malam ketika sebuah proyektil meledak di pos UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr," demikian pernyataan UNIFIL, seperti dikutip Al Jazeera, Senin (30/3).

"Kami tidak mengetahui asal usul proyektil tersebut. Kami telah meluncurkan penyelidikan untuk menginvestigasi peristiwa ini," lanjut badan PBB tersebut.

Sebelumnya, Kantor Berita Nasional (NNA) Lebanon melaporkan militer Israel menyerang markas unit Indonesia di sekitar Adchit Al Qusayr pada Minggu. Laporan awal menyebut sejumlah personel terluka imbas serangan tersebut.

TNI Mengakui Anggotanya Tewas di Libanon

Sejalan dengan penjelasan Sekjen PBB itu, Kementerian Pertahanan RI juga membenarkan gugurnya seorang prajurit TNI akibat serangan Israel ke pos jaga Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), Minggu (29/3).

Pasukan TNI sedang bertugas di Libanon
Karo Infohan Setjen Kementerian Pertahanan Brigjen Rico Ricardo Sirait menyampaikan insiden itu terjadi di tengah saling serang artileri.

"Terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu Praka Farizal Rhomadhon  meninggal dunia," kata Rico lewat pesan singkat, Senin (30/3). Selain gugur, Rico menyampaikan ada seorang yang mengalami luka berat dan dua orang mengalami luka ringan.

Yang mengalami luka berat adalah  Praka Rico Pramudia. Sementara itu dua prajurit lain yakni Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan. Prajurit yang luka berat dan ringan telah mendapatkan penanganan medis di Hospital Level I UNIFIL.

Sejauh ini TNI hanya bisa mengutuk aksi pasukan Isreal yang membunuh anggota TNI yang bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB. Ya, hanya bisa mengutuk saja, tidak melawan apalagi melakukan pembalasan. Untuk membalas itu, pasukan TNI tentu saja harus meminta keputusan presiden.

Sedangkan Presiden Prabowo dikenal sangat tunduk kepada Komando Presiden Amerika Donald Trump. Dan Donald Trunmp adalah pelindung utama dari Israel. 

Dari sirkulasi kekuasaan ini bisa dipastikan, Indonesia tidak akan bisa berbuat apa-apa atas kematian anggota TNI itu, selain cuma mengutuk dan menyesalkan kejadiannya. Nasib jadi antek asing..!***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini