![]() |
| Donald Trump |
Bukan rahasia lagi bahwa Presiden Amerika Donald Trump adalah sosok yang sangat kejam dan tega berbuat apa saja bagi siapapun yang menolak kemauannya. Prilaku aneh Trump ini sebenarnya sudah diwanti-wanti oleh sejumlah intelektual Amerika.
Lebih dari 200 profesional kesehatan mental di Amerika mengakui kalau Trump punya penyakit jiwa. Mereka menyebutkan Donald Trump sebagai sosok yang berbahaya karena memiliki ‘gejala gangguan kepribadiannya yang parah dan tidak dapat diobati – narsisisme ganas", yang membuatnya "sangat tidak layak untuk memimpin".
Dikutip dari The Guardian, kurang dari dua minggu sebelum pemilihan presiden 2024, kelompok professional kesehatan Amerika telah membeli iklan satu halaman penuh di New York Times untuk memuat iklan tentang bahaya memilih Trump sebagai presiden.
Mereka menilai Trum adalah "ancaman eksistensial bagi demokrasi" di AS.
Iklan tersebut didanai oleh Anti-Psychopath Pac – sebuah komite aksi politik yang telah memproduksi iklan-iklan menyerang yang mempertanyakan kemampuan mental Trump untuk menjabat. Tidak hanya para politisi Demokrat saja yang menolak Trump, Sebagian politisi partai Republik yang separtai dengannya juga menyebut Trump 'tidak layak menjabat'.
“Dengan menggunakan DSM V”, atau edisi kelima dari Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental, sebuah teks dasar yang membantu para profesional kesehatan mental mendefinisikan dan mengobati gangguan mental, “mudah untuk melihat bahwa Trump memenuhi kriteria perilaku untuk gangguan kepribadian antisosial,” demikian bunyi iklan yang dipasang di New York Time kala itu.
“Bahkan orang awam pun dapat melihat bahwa Trump menunjukkan pola perilaku seumur hidup berupa 'kegagalan untuk menyesuaikan diri dengan norma dan hukum sosial,' 'kebohongan berulang,' 'pengabaian yang ceroboh terhadap keselamatan orang lain,' 'sifat mudah tersinggung,' 'impulsif,' 'ketidakbertanggungjawaban,' dan 'kurangnya penyesalan,'” bunyi seruan itu.
Namun gencarnya kampanye Trump dan dukungan teknologi membuat ia berhasil memenangkan Pemilu presiden pada Oktober 2024 lalu. Kini, akibat keputusan rakyat Amerika itu, negara lain yang mengalami dampaknya. Trump benar-benar menunjukkan kegilaannya.
Lihat saja bagaimana keganasan Trump yang mengerahkan kekuatan militer Amerika untuk menyerang Iran. Mereka bersekutu dengan Israel, negara yang menjadi sahabat dekat Amerika sejak lama.
Jika Trump bisa menaklukkan Iran, ia tidak hanya bisa mengontrol system pemerintahan di negara itu, tapi juga menguasai produksi minyak Iran.
Trump meminta semua negara sekutunya yang bergabung dalam NATO untuk mendukung invasi yang mereka lakukan terhadap Iran. Negara seperti Inggris dan Francis pun tidak kuasa menolak. Arab Saudi kabarnya juga mendukung aksi Trump itu.
Bukan karena menganggap Trump berada pada posisi yang benar, tapi karena mereka takut sebab tahu akan kegilaan Trump. Kalau Trump marah, ia tidak hanya menyerang dengan kekuatan intelijen dan militer, tapi juga menyerang melalui kekuatan ekonomi.
Lihat saja bagaimana Trump marah besar kepada Spanyol yang menolak meminjamkan pangkalan militernya untuk digunakan Amerika dalam menyerang Iran. Trump sangat marah dengan penolakan itu. Sampai-sampai ia mengancam akan memberlakukan embargo perdagangan penuh terhadap Spanyol.
"Spanyol sangat buruk," kata Trump, seperti dikutip Reuters. "Kita akan menghentikan semua perdagangan dengan Spanyol. Kita tidak ingin berhubungan dengan Spanyol," imbuh Trump.
Dia mengaku telah memerintahkan ke Menteri Keuangan AS Scott Bessent, untuk "menghentikan semua urusan" dengan Spanyol.
“Semua bisnis yang berkaitan dengan Spanyol, saya berhak menghentikannya. Embargo, saya bisa melakukan apa pun yang saya inginkan dengannya, dan kita mungkin akan melakukan itu terhadap Spanyol," ujar Trump.
AS sebelumnya telah memindahkan 15 pesawat, termasuk pesawat tanker pengisian bahan bakar, dari pangkalan militer Rota dan Moron di Spanyol selatan, usai pemimpin sosialis negara itu mengatakan tidak akan mengizinkan pangkalan mereka digunakan untuk menyerang Iran.
Menanggapi pengumuman Trump, pemerintah Spanyol mengatakan bahwa AS seharusnya juga memperhatikan otonomi bisnis swasta, hukum internasional, dan perjanjian perdagangan bilateral antara AS dan Uni Eropa.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, yang merupakan salah satu dari sedikit suara berhaluan kiri di Eropa, kerap memecut amarah Trump dengan serangkaian kebijakan. Namun Trump tetap tidak peduli. Spanyol masih menunggu apa reaksi Trump berikutnya.
Kegilaan Trump ini yang membuat Presiden Indonesia Prabowo Subianto sangat takut kepadanya. Prabowo begitu kuatir kalau Trump akan memberi sanksi kepada Indonesia, baik itu sanksi militer maupun sanksi ekonomi.
Makanya segala permintaan Trump dipenuhi oleh Prabowo. Ya, apa saja. Seakan Trump bisa menguasai apa saja yang ingin kuasai di Indonesia.
Trump mau menguasai sumber daya alam Indonesia, Prabowo tetap setuju. Trump memaksa Indonesia membeli energi dari Amerika, Prabowo setuju. Trump minta kekebasan masuknya produksi tanpa sertifikasi halal ke Indonesia, Prabowo manut. Trump paksa Indonesia beli ini dan itu dari Amerika, semua disetujui.
Sedangkan Prabowo hanya meminta belas kasihan dari Trump agar mau menurunkan tarif impor untuk produksi Indonesia. Ya, itu saja. Jadi bisa dibayangkan, betapa kuatnya control Amerika terhadap Indonesia. Bahkan Amerika sedang merencanakan untuk mempengaruhi system Pendidikan di Indonesia agar berada dalam control mereka.
Dari kesempatan itu, bisa dilihat betapa besar nya pengaruh Amerika kepada Indonesia. Amerika begitu sangat menakutkan bagi Indonesia, sedangkan di mata Trump, Indonesia adalah negara yang tidak punya harga diri karena dipimpin seorang presiden yang sangat takut kepadanya.
Tak hanya tunduk kepada kemauan Trump di bidang ekonomi, Presiden Prabowo juga tak kuasa menolak ketika Trump memintanya untuk membawa Indonesia bergabung dalam Board of Peace guna membantu invasi Israel ke Palestina.
Dalam jangka panjang, Amerika memang ingin kekuasaan Israel semakin nyata di Palestina.
Adalah bohong besar kalau board of Peace bentukan Trump itu bertujuan untuk membantu kemerdekaan Palestina. Yang percaya dengan ucapan itu, berarti ia sedang mimpi disiang bolong, seperti Prabowo -- yang entah sadar atau tidak sadar -- telah ditipu oleh Trump.
Bisa jadi semuanya berawal karena ketakutan yang luar biasa Prabowo kepada Trump.
Bagaimana mungkin Board of Peace bisa bergerak untuk membantu kemerdekaan Palestina, sedangkan Isreal sendiri adalah salah satu anggota utama di badan itu. Sama sekali tidak pada perwakilan Palestina di dalammnya. Makanya, aneh sekali mengapa Indonesia bergabung dalam organisasi itu dan percaya bahwa Board of Peace akan berpihak kepada Palestina.
Kabar yang lucu lagi, Indonesia akan mengirim ribuan pasukan ke Palestina yang katanya untuk menjaga keamanan di sana. Nantinya pasukan itu akan berada di bawah komandan militer Board of Peace yang sudah pasti dalam kendali Amerika.
Sebagai pengontrol pasukan di Palestina, Komandan Board of Peace pasti akan menempatkan pasukan TNI di basis-basis yang dikuasai Hamas dan pejuang Palestina. Mereka tidak akan ditempatkan di basis yang dikuasai pasukan Israel.
Dengan demikian Amerika dan Israel akan bisa mengatur scenario terjadinya gesekan antara pasukan RI dengan pejuang Palestina. Sangat terbuka adanya permainan intelijen untuk menyulut konflik antara kedua pasukan ini nantinya. Jadi, mimpi untuk menjaga keamanan Palestina, yang terjadi nanti adalah konflik antara pasukan TNI dan pejuang Palestina.
Makanya, adanya sebuah kebodohan besar kalau percaya bahwa pasukan RI yang akan dikirim ke Palestina bertujuan utnuk menjaga keamanan. Mereka justru akan diadudomba dengan pasukan Hamas, sehingga secara perlahan, dukungan Indonesia bagi Palestina akan menurun karena Kesan yang buruk.
Dengan demikian impian Amerika dan Israel untuk menguasai penuh Palestina akan lebih mudah terwujud. Trump pasti akan tertawa terbahak-bahak melihat betapa mudahnya ia membodohi Indonesia.
Di sejumlah media, setelah penandanganan perjanjian dagang Amerika dan Indonesia 19 Februari lalu, Trump memang sempat memuji Prabowo sebagai pemimpin besar.
Tapi sebenarnya pujian Trump itu adalah ejekan yang merendahkan setelah Prabowo tanpa malu terus menerus ‘menjilat pantatnya’ demi mendapatkan belas kasihan dukungan ekonomi. Mungkin sekedar penggembira agar Prabowo tidak merasa malu.
Sedangkan Trump justru mendapat pujian dari banyak penguasaha di Amerika karena kemampuannya mendikte Indonesia. Tekanan Trump itu membuktikan bahwa kegilaan Trump justru memberi keuntungan finansial bagi Amerika. Negara-negara lain semakin takut kepada mereka.
Dan Indonesia dibawah kepemimpinan Prabowo adalah negara yang sangat takut dengan Amerika.
Eh, tiba-tiba muncul opini bahwa Prabowo akan mendamaikan perang antara Iran dan Amerika plus Isreal. Semua orang tertawa. Tertawa bukan karena lucu, tapi malu.
Sampai-sampai ada komika memberi perumpamaan, "Saat sedang ada perkelahian dua legenda tinju dunia Mike Tyson dengan Mayweather, tiba-tiba muncul Daus Mini ingin mendamaikannya." dan Daus Mini itu adalah Prabowo.
Ya, lucu kan, lucu karena tidak tahu malu hahhaa…..***
