![]() |
| Evakuasi korban longsor Sembahe pada Rabu (8/4/2026) pagi. Sampai siang ini sudah ditemukan lima korban tewas, pencarian korban lain masih berlangsung |
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, Tuahta Ramajaya Saragih menjelaskan, saat ini proses evakuasi dan pencarian korban yang lain masih terus berlangsung dengan melibatkan berbagai pihak.
“Untuk kondisi terkini, longsor di Sembahe merobohkan enam rumah dengan skala kerusakan berat. Saat ini sedang dilakukan penggalian puing-puing dan pencarian korban,” ujar Tuahta ketika memberikan keterangan kepada media, Rabu (8/4/2026).
Ia menambahkan, dua unit alat berat dikerahkan ke lokasi untuk mempercepat proses evakuasi. Alat tersebut berasal dari pihak swasta dan dinas terkait. Adapun proses pencarian korban melibatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Deli Serdang, personel Manggala Agni Sibolangit, aparat kepolisian, pihak perusahaan, serta masyarakat setempat.
Selain itu, unsur pemerintah kecamatan dan desa juga turut terlibat, termasuk Camat Sibolangit beserta perangkat desa dari Bingkawan, Rambung, Sibolangit, dan Batu Mbelin.
Di lokasi kejadian, sebanyak empat unit ambulans disiagakan untuk penanganan korban. Ambulans tersebut berasal dari RSUD Pancur Batu, Puskesmas Sibolangit, Puskesmas Bandar Baru, serta satu unit ambulans dari kawasan wisata sekitar.
Hingga pagi hari, tim evakuasi telah menemukan lima korban jiwa. Korban pertama yang ditemukan adalah seorang pria bernama Gobal (39) kemudian Boy Simorangkir, Jamilah br Ginting, Iros br Ginting, Riski.
Sementara satu korban selamat, yakni Sehat br Tarigan (65), mengalami luka sedang dan telah dilarikan ke RSUD Pancur Batu untuk mendapatkan perawatan medis.
Jenazah Boy Simorangkir (51) ditemukan, pada pukul 06.20 WIB dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa ke rumah sakit.
“Sampai Rabu siang sudah lima jenazah yang dievakuasi, terakhir atas nama Boyke Simorangkir,” ujar Tuahta.
BPBD memperkirakan masih terdapat sekitar empat korban lainnya yang tertimbun material longsor dan masih dalam proses pencarian.
Selain fokus pada evakuasi korban, tim gabungan juga melakukan pembersihan material longsor yang menutupi badan jalan di sekitar kawasan bawah PDAM, guna membuka kembali akses yang sempat terputus.
BPBD Sumatera Utara memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan pembaruan secara berkala terkait proses evakuasi maupun kondisi di lapangan. Jalan di sekitar Lokasi longsor sempat macet total pada Rabu pagi, namun siang ini sudah bisa dilalui kembali.
Warga yang bepergian melintasi wilayah Sembahe, diminta berhati-hati sebab suasana basah masih terjadi di sekitar wilayah itu sehingga membuat kondisi tanah di pinggir jalan rentan terjadi pergeseran. **
