-->

Sudah Dua Bulan Musda Golkar Sumut Berakhir, Mengapa Andar Harahap Belum Juga Dilantik?

Sebarkan:
ketua Golkar Sumut terpilih, Andar Amin Harahap

Hiruk pikuk Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sumut telah lama berakhir, namun ketua terpilih, Andar Amin Harahap sampai hari ini masih  belum dilantik sebagai Ketua Golkar Sumut periode 2025-2030. Padahal seluruh proses administrasi telah selesai.  Susunan kepengurusan juga sudah diajukan ke DPP Golkar.

Entah mengapa, ketua DPP Golkar Bahlil Lahadalia belum juga menanggapinya. Akibatnya muncul berbagai speklulasi terkait belum adanya pelantikan itu.

Ada anggapan bahwa Bahlil sedang sibuk mengatasi masalah krisis BBM yang sedang melanda negeri ini. Ia pun merasa korban gorengan politik pemerintah Prabowo karena dianggap public sebagai biang kerok di balik beredarnya kabar harga BBM akan dinaikkan.

Ya, Bahlil adalah Menteri yang sempat mengumumkan rencana kenaikan BBM pada 30 Maret lalu. Ia mengatakan, per 1 April kenaikan BBM akan dilakukan sebagai langkah penyesuaian dengan harga minyak dunia yang terus menjulang akibat perang di Timur Tengah.

Namun siapa saja, esok sorenya Menteri Sekretariat Negara, Prasetyo Hadi mengumumkan bahwa tidak ada kenaikan BBM itu. Pemerintah, menurut Prasetyo, masih bisa mengatasi gejolak harga minyak dunia yang tidak stabil.

“Rakyat tidak perlu panic buying. Jangan percaya soal kenaikamn harga BBM,” kata Prasetyo Hadi.

Pernyataan itu tentu saja membuat Bahli merasa jadi korban propaganda. Dan harus diingat, status Bahlil tetap tidak bisa dipisahkan dari jabatannya sebagai ketua Golkar. Dalam kapasitas sebagai Menteri ESDM, ia lantas diminta untuk mengumumkan rencana kenaikan BBM itu kepada public.

Yang mengejutkan, esoknya Mensekneg Prasetyo Hadi mengatakan tidak ada kenaikan harga. Untuk diketahui, Prasetyo Hadi adalah Ketua  Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan Partai Gerindra.

Di sini Bahlil bisa saja menduga ada upaya untuk memunculkan perdebatan antara Golkar dan Gerindra dalam isu BBM ini. Golkar bisa dianologikan sebagai menyebarkan kabar yang kurang enak bagi masyarakat, sedangkan Gerinda justru menebarkan kabar populis yang disambut riang gembira oleh public. Bahlil pun merasa dipermainkan.

Bisa saja ada mengatakan bahwa perubahan rencana soal BBM itu hanya kebetulan. Ya, silahkan saja. Tapi goreng menggoreng isu politik merupakan permainan yang lazim di negeri ini. Bahlil pasti paham itu, sehingga sejak pembatalan kenaikan harga itu, ia  tidak lagi mau berbicara soal harga BBM.

Di sini Bahlil mungkin sibuk menghadapi tekanan mental  untuk menjaga nama baik dirinya dan Golkar, sehingga ia lalai mengurus partai. Sampai-sampai pelantikan Ketua Golkar Sumut ia lupakan.

Namun ada pula analisis lain lebih spekulatif yang mengatakan bahwa Bahlil pada dasarnya tidak puas dengan terpilihnya Andar Amin Harahap sebagai ketua Golkar Sumut, sebab Andar adalah sosok pemimpin yang mendapat dukungan dari Musa Rajekshah alias Ijeck.  Semua orfang sudah tahu,  Bahlil kurang sreg dengan Ijeck.

Terpilihnya Andar juga kurang mendapat respon positif dari Gubernur Sumut Bobby Nasution, sehingga Bobby pun enggan menghadiri Musda Golkar kala itu. Bahkan untuk mengirim perwakilan saja ia tidak mau.

Bobby kecewa karena jagoannya, Hendriyanto Sitorus gagal ikut dalam pemilihan itu karena tidak memenuhi syarat dukungan. Kekecewaan Bobby masih berlanjut sampai sekarang sehingga situasi itu ia laporkan ke Bahlil.

Untuk diketahui, Bahlil adalah penjunjung setia Joko Widodo, mantan presiden yang juga mertua dari Bobby Nasution. Bisa jadi kekecewaan Bobby menjadi cacatan penting bagi Bahlil sehingga ia berupaya mencari celah untuk menggagalkan pelantikan Andar Amin Harahap.

Dua analisis ini tentu saja mengundang pro kontra. Meski demikian, mayoritas kader Golkar Sumut menilai analisis pertama yang lebih akurat. Soal pelantikan Andar, hanya tinggal menunggu waktu saja. Adapun isu kekecewaan Bobby tidak terpilihnya Hendriyanto Sitorus pada Musda Golkar itu, sudah lama mendingin.

Anggota formatur Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan sebenarnya sudah ada lagi hambatan untuk melantik Andar Amin Harahap sebagai ketua Golkar Sumut.

“Formatur sudah merampungkan susunan kepengurusan. Susunan kepengurusan itu juga sudah diajukan ke DPP Golkar. Mudah-mudahan akan segera di SK – kan dan dilantik,” kata Ahmad Doli Kurnia Tandjung saat dihubungi, Kamis (2/4/2026).

Andar Amin Harahap sebagai ketua Golkar Sumut terpilih adalah anggota Komisi II DPR RI  periode 2024-2029. Ia merupakan sosok yang sangat berpengalaman di Golkar. Pernah menjabat Walikota Padangsidempuan dan Bupati Padang Lawas Utara.

Andar Harahap terpilih secara aklamasi pada Musda Golkar awal Februari lalu setelah pesaingnya Hendriyanto Sitorus batal ikut pemilihan karena tidak memennuhi syarat.

Setelah Andar ditetapkan sebagai Ketua Golkar Sumut terpilih, Musda Golkar kemudian memilih anggota formatur. Anggota formatur sendiri terdiri dari DPP atas Ahmad Doli Kurnia, DPD Asahan, DPD Medan, dan AMPI. Kerja tim formatur ini sudah tuntas dalam Menyusun kepengurusan DPD Golkar Sumut 2026-2031.

Namun sampai hari ini belum ada tanda-tanda susunan pengurus itu disahkan. Pelantikan Andar Amin harahap juga belum mendapat kepastian. Wajar jika berbagai analisis muncul mengirisi rentetan alur politik ini. ***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini