-->

Dicari-cari KPK, Ternyata Samuel Nababan Mendapat Perlindungan dari Bobby Nasution

Sebarkan:
Bobby Nasution dan Samuel Nababan saat acara peresmian koperasi merah putih di Medan pada Sabtu (16/5/2026)

Selama setahun belakangan ini nama Samuel Nababan terus dicari-cari KPK terkait kasus korupsi tambang di Maluku Utara. Sudah dua kali KPK melayangkan panggilan kepada pengusaha muda itu, namun tidak pernah diacuhkan. Belakangan terungkap, ternyata Samuel disebut-sebut mendapat perlindungan dari Gubernur Sumut, Bobby Nasution. Wajar KPK tak berani menyentuhnya..!

Indikasi adanya perlindungan itu terlihat jelas saat Bobby dan Samuel  kerap melakukan perjalanan bersama dalam berbagai acara. 

Terakhir, keduanya terlihat berjalan bersama saat hadir pada acara peresmian Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kota Medan, Sabtu (16/5) yang berlangsung di Kelurahan Tanjung Selamat, Medan Tuntungan.

Dalam acara itu, Samuel Nababan tampak selalu berada dekat Bobby Nasution. Saat Bobby diwawancarai wartawan, Samuel terlihat berdiri di belakangnya. Samuel tampil penuh percaya diri. Tidak ada sama sekali tanda-tanda ketakutan bahwa ia akan ditangkap KPK.

Hal itu terlihat dalam sebuah video pendek  berdurasi 20 detik yang beredar di media sosial di mana saat itu Bobby Nasution tampak sedang memberikan keterangan terkait ketidakhadiran Wali Kota Medan Rico Waas dalam agenda yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto tersebut. Di belakang Bobby Nasution, Samuel Nababan berdiri tegap dengan mengenakan kaos hijau dan kemeja hitam.

Samuel memang dikenal sebagai salah satu sahabat dekat Bobby Nasution. Mereka kerap terlibat dalam kerjasama bisnis. Samuel disebut-sebut mendapat kepercayaan Bobby Nasution untuk mengelola tambang nikel miliknya yang ada di Maluku Utara.

Bobby Nasution bersama Samuel Nababan saat menonton pertandingan PSMS Medan di Stadion Utama Deli Serdang
Tambang itu sempat mendapat sorotan pada sidang korupsi di pengadilan Tindak pidana Korupsi Ternate pada Oktober 2024 yang menghadirkan mantan Gubernur Maliku Utara Abdul Ghani Kasuba sebagai terdakwa. Pada sidang itu, terungkap soal adanya area tambang yang merupakan milik  Bobby Nasution dan istrinya Kahiyang. 

Dari sinilah kemudian mencuat isu areal ‘Blok Medan’ yang diartikan sebagai kawasan tambang milik keluarga anak dan menantu Jokowi. Dalam persidangan itu, nama Bobby dan Kahiyang juga disebut-sebut terkait kasus korupsi tambang tersebut.

Anehnya, KPK tidak berani langsung melakukan pemeriksaan kepada Bobby ataupun Kahiyang. Mereka ingin mengusut situasi lapangan terlebih dahulu dengan meminta keterangan para pimpinan proyek itu. 

Akhirnya KPK menemukan nama Samuel Nababan sebagai salah satu orang kepercayaan Bobby dalam menangani proyek tambang itu.

KPK lantas melayangkan surat panggilan kepada Samuel Nababan pada awal Oktober 2024 untuk mendalami kasus tambang Blok Medan. Namun panggilan itu ditolak mentah-mentah oleh Samuel Nababan. Ia justru berada di Medan untuk mendukung kemenangan Bobby pada Pilkada gubernur saat itu.

Lantas KPK kembali melayangkan surat panggilan kedua. Sama seperti sebelumnya, Samuel Nababan juga mengangkangi surat panggilan itu. Seakan menurutnya KPK tidak punya kekuatan apa-apa untuk menyentuhnya sebab ia percaya Bobby akan melindunginya.

Dan benar saja, sejak panggilan kedua itu, KPK sama sekali tidak berani lagi memanggil Samuel Nababan.  KPK pernah berjanji akan melakukan panggilan secara paksa, tapi lembaga ia sama sekali tidak bernyali untuk menyeret Samuel. 

Padahal dalam berbagai kesempatan, Samuel beberapa kali tampak berjalan bersama Bobby menghadiri berbagai acara di Medan dan sejumlah kota lainnya.

Dari sini bisa dipahai kalau KPK masih takut menyentuh Bobby Nasution. Jangankan berhadapan dengan keluarga Jokowi, para koruptor yang mendapat perlindungan dari keluarga itu juga tidak  berani disentuh KPK.

Sampai hari ini Samuel Nababan masih bebas berkeliaran tanpa pernah takut sama sekali terhadap panggilan KPK.  Termasuk saat ia hadir bersama Bobby menghadiri acara peresmian koperasi merah putih di Medan pekan lalu. 

Wajah Samuel Nababan jelas-jelas terpampang di sejumlah media, tapi KPK seakan menutup mata. Dasar tidak tahu malu!

Mengapa Samuel terus mendapat perlindungan dari Bobby Nasution? Jawabnya tidak lain karena ia adalah saksi kunci yang  mengetahui keterlibatan Bobby Nasution dalam bisnis tambang Blok Medan. Apalagi nama Bobby sudah pernah disebut-sebut terlibat dalam penyelundupan nikel ke China.

Kode Blok Medan sendiri muncul saat Kepala Dinas ESDM Provinsi Maluku Utara, Suryanto Andili, menjadi saksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap Abdul Gani Kasuba di PN Ternate, Rabu, 31 Juli 2024. Dalam sidang ini, dia bersaksi tentang pengurusan izin usaha tambang untuk perusahaan yang diduga milik Bobby Nasution.

Bobby (kiri) bersama Samuel Nababan (kanan) saat mendampingi pengusaha Rudy Salim Gunawan (tengah) saat berkunjung ke Medan 
Menurut Suryanto, Abdul Gani Kasuba menggunakan kode ‘Blok Medan’ untuk pengurusan izin tambang ini. Ia menyebut, dirinya diajak oleh Abdul Gani Kasuba ke Medan, Sumatera Utara untuk memuluskan perizinan usaha pertambangan milik Bobby Nasution.

Suryanto mengklaim pernah diajak menghadiri sebuah pertemuan dengan seorang pengusaha di Medan. Ia datang menggantikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Maluku Utara, Bambang Hermawan, yang tak bisa hadir. “Saya hanya mendampingi Pak Gubernur,” kata Suryanto.

Pertemuan ini turut dihadiri Muhaimin Syarif, Nazla Kasuba, Olivia Bachmid, dan menantu Abdul Gani Kasuba. AGK mengatakan istilah Blok Medan dipakai untuk pengurusan izin tambang di Halmahera untuk usaha milik Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution. Ia juga tidak membantah adanya pertemuan bersama seorang pengusaha di Medan, Sumatera Utara terkait tambang itu.

Tak heran, Ketika masalah korupsi tambang Maluku Utara disidangkan, nama Bobby dan Kahiyang langsung mencuat.  Samuel menjadi sasaran tembak awal karena ia adalah operator lapangan untuk proyek itu. Tapi sampai Sekarang, jangankan menyentuh Bobby, memanggil Samuel saja KPK tidak berani. ***!

 

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini