![]() |
| Alfiansyah dan Ilham, dua begal yang menyadar anak SMA di Binjai |
Kedua pelaku masing-masing Alfiansyah (28) warga Kelurahan Limau Sundai, Binjai Barat, berperan sebagai eksekutor, pelaku pembacokan. Selanjutnya, Ilham (22), warga Desa Sei Semayang, Sunggal, merupakan pengendara motor Honda Beat yang mereka gunakan untuk melakukan aksinya.
Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Hizkia menerangkan, penangkapan pelaku atas Ilham saat bersembunyi di kediamannya. Sementara seorangnya di Sei Semayang.
"Iya benar bang, kedua pelaku sudah kita amankan tadi barusan, tapi untuk informasi lebih lanjut besok akan kami sampaikan dalam press release," katanya. Dalam operasi penangkapan itu, aparat kepolisian turut menyita dua unit sepeda motor dan satu buah senjata tajam milik pelaku, diduga alat yang gunakan saat beraksi.
Kini keduanya lunglai tak berdaya setelah mendapatkan masing-masing dua tembakan timah panas di kaki kiri dan kanan mereka. Sebelum menjebloskan ke tahanan Polres, keduanya mendapat perawatan medis di RSUD dr Djoelham Binjai.
Massa yang tahu tentang penangkapan kedua begal itu, sempat pula beramai-ramai mendatangi rumah sakit. Mereka ingin sekali melihat wajah kedua tersangka, sekaligus mau memberi pelajaran kepada keduanya.
Namun beruntung, aparat kepolisian cepat meredakam kemarahan massa itu. Untuk kedua kalinya aksi kemarahan massa ini berhasil diantisipasi. Jika tidak, bisa jadi hidup kedua pelaku akan selesai.
Kedua pelaku, Alfiansyah dan Ilham kini tidak lagi bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya meringis kesakitan dan tertuntuk malu tak berdaya. Kebringasan mereka hilang sudah. Wajah sangar mereka berubah pucat tanpa aura.
Yang ada hanyalah penyesalan yang tidak lagi berarti apa-apa. Keduanya terus memelas minta perlindungan dari semua orang yang mau kasihan kepada mereka.
Alfiansyah dan Ilhan sebenarnya merupakan buronan yang lama diintai Tim Reskrim Polres Binjai. Keduanya disinyalir sudah berkali-kali melakukan pembegalan di sekitar Binjai dan Langkat. Dalam setiap aksinya, mereka selalu membawa clurit.
Yudha adalah korban terakhir mereka. Saat itu Yudha sedang melintas dengan sepeda motornya Vario di Jalan Sawo 3, Kelurahan Bandar Senembah, Kecamatan Binjai Barat sekitar pukul 07.00 WIB. Dia baru saja mengantarkan ayahnya lalu beranjak ke sekolahnya.
Setibanya di lokasi, tiba-tiba dua pelaku dengan mengendarai motor Honda Beat menabraknya dari belakang. Yudha pun kehilangan keseimbangan dan terjatuh.
Ia sempat melawan saat motornya hendak dirampas. "Saya lihat satu pelaku masih ada di motor, sedangkan satu pelaku lainnya menyerang saya pakai parang. Saya tangkis jadi tangan kena (tebas)," ujar Yudha saat ditanyai di Rumah Sakit Djoelham.
Akibat kejadian itu, dua tangan Yudha terluka parah, sehingga menjalani perobatan. Sementara pelaku membawa kabur sepeda motornya serta satu ponsel yang diletakkan di jok motor. Pembegalan terhadap Yudha ini sempat viral karena dilakukan saat anak remaja itu hendak pergi sekolah.
Syukurnya, kerja cepat tim Reskrim Polres Binjai bisa membongkar kasus ini dalam 24 jam. Kedua pelaku berhasil ditangkap tanpa mampu memberikan perlawanan. Semoga saja Tindakan hukum yang diberikan kepada kedua pelaku menjadi pembelajaran bagi begal-begal lainnya di Sumut. ***
