Kondisi kacau balaunya ekonomi Indonesia tidak hanya menghadirkan persoalan bagi rakyat, tapi juga mendapat sorotan dunia. Sampai-sampai sebuah pasar prediksi kripto membuat sebuah pertaruhan yang diumumkan kepada publik. Yang dipertaruhkan bukan soal kebangkitan ekonomi Indonesia, tapi masa jabatan Prabowo sebagai presiden: apakah bakal berhenti di jalan, atau akan selesai sampai 2029?
Pertaruhan itu terpampang dalam platform Polymarket, yakni sebuah pasar prediksi (prediction market) terbesar di dunia yang memungkinkan pengguna berspekulasi dan bertaruh pada peristiwa nyata di masa depan. Platform ini mencakup berbagai topik mulai dari politik, ekonomi, hingga tren teknologi dan budaya pop.
Masa depan Prabowo ikut menjadi topik pertaruhan dalam platform itu karena ada keyakinan mereka bahwa Prabowo tidak akan lama lagi menjabat presiden. Polymarket menyebut pertaruhan itu dengan pertanyaan: “Prabowo Subianto out as President of Indonesia by…?” yang mereka unggah pada Rabu (20/05/2026).
Sekilas, ini tampak seperti taruhan biasa. Namun, konteksnya membuatnya viral.
Dalam market tersebut, pengguna bisa bertaruh apakah Prabowo akan berhenti menjabat sebelum tanggal tertentu di 2026. Pilihannya sederhana: “Yes” atau “No”. Tapi di balik kesederhanaan itu, ada spekulasi besar yang ikut bermain.
Data menunjukkan probabilitas yang kecil untuk skenario “Yes”. Hingga akhir Mei, peluangnya hanya 2 persen. Untuk Juni naik ke 5 persen. Sementara 31 Desember 2026, angkanya berada di 25 persen. Artinya, mayoritas pasar yakin Prabowo tetap menjabat.
Meski begitu, keberadaan taruhan di platform pasar prediksi ini saja sudah cukup memicu perdebatan. Bagi sebagian orang, ini sekadar refleksi sentimen pasar. Bagi yang lain, ini dianggap terlalu spekulatif untuk isu politik sensitif.
Pertaruhan dengan Definisinya Luas
Yang menarik, definisi “lengser” dalam market ini tidak sesederhana yang dibayangkan. “Yes” akan terjadi jika Prabowo berhenti menjadi presiden untuk periode apa pun, bahkan jika hanya sementara.
Artinya, skenario seperti pengunduran diri, pemberhentian, atau kondisi yang membuat presiden tidak bisa menjalankan tugas secara efektif bisa memicu hasil “Yes”. Bahkan, pengumuman resmi saja sudah cukup.
Lebih jauh lagi, jika terjadi situasi seperti penahanan atau hambatan dalam menjalankan jabatan, itu juga masuk dalam kategori “Yes”. Sumber penilaian utamanya adalah pernyataan resmi pemerintah, namun laporan media kredibel juga bisa digunakan.
Dengan kata lain, ini bukan sekadar taruhan “jatuh atau tidak”. Ini adalah taruhan atas kemungkinan gangguan terhadap masa jabatan presiden Indonesia dalam bentuk apa pun.
Stabil, Tapi Jadi Bahan Spekulasi
Di sisi lain, konteks politik yang melatarbelakangi market ini justru relatif stabil. Prabowo Subianto resmi menjabat sejak 20 Oktober 2024, dengan masa jabatan hingga 2029.
Pemerintahannya saat ini berfokus pada anggaran ekspansif 2026, termasuk program Makan Bergizi Gratis yang kacau balau, penguatan koperasi desa, hingga hilirisasi industri. Target pertumbuhan ekonomi juga dipatok di atas 5 persen.
Memang sempat ada penyesuaian kabinet setelah gelombang protes pada 2025. Namun, situasi disebut telah kembali stabil. Tidak ada pemakzulan, gugatan konstitusi besar, atau agenda politik yang mengancam posisi presiden dalam waktu dekat.
Di level global, pendekatan diplomasi multi-arah, termasuk keterlibatan dengan BRICS, juga terus berjalan. Sementara di dalam negeri, fokus diarahkan pada stabilitas institusi dan iklim investasi.Kesimpulannya jelas, secara fundamental, tidak ada pemicu besar yang mengarah pada perubahan kekuasaan dalam waktu dekat. Namun di dunia prediksi, bahkan kemungkinan kecil pun tetap punya nilai.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula.
Sementara di dalam negeri, Prabowo terus menjadi olok-olokan publik. Pernyataannya yang menyebut kenaikan nilai tukar dolar tidak akan berpengaruh kepada masyarakat desa, terus menjadi sorotan. Prabowo dianggap bodoh atau tidak sensitive dengan situasi yang dialamin rakyat.
Malah baru-baru ini ia pun menyampaikan kabar yang salah soal kenaikan gaji guru yang katanya sudah 300 persen. Begitu juga soal kebijakannya soal koperasi rakyat yang sangat dipaksakan. Belum lagi isu seks menyimpang yang melanda istana.
Serangkaian masalah itu yang membuat platform Polymarket menjadikannya sebagai salah satu bahan pertaruhan. Karena ini merupakan platform yang sudah mengglobal, jangan heran jika yang ikut bertaruh juga publik dunia. Ah, ada-ada saja. ***

