Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi tembus hingga Rp18.000 dalam perdagangan Mei 2026. Hari ini saja, Jumat (15/5/2026) nilai rupiah melorot hingga Rp17.600 per dolar. Penggerusan rupiah itu kemungkinan masih akan terjadi dalam waktu dekat ini. Mata uang Garuda bahkan bisa menyentuh level tertingginya sepanjang sejarah hingga Rp22.000 per USD.
"Dalam perdagangan di bulan Mei ini kemungkinan besar Rp18.000 akan tembus. Kalau seandainya Rp18.000 ribu tembu ada kemungkinan besar rupiah itu akan menembus level Rp22.000," kata Ibrahim kepada wartawan, Jumat (15/5/2026).
Ibrahim mengatakan, potensi pelemahan rupiah tersebut seiring dengan meningkatnya kebutuhan impor minyak mentah dan besarnya anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM).
Besarnya kebutuhan impor energi nasional membuat permintaan dolar AS terus meningkat. Dari sekitar 1,5 juta barel minyak mentah yang diimpor, sekitar 85 persen disebut digunakan untuk mendukung kebutuhan subsidi BBM bagi masyarakat.
"Sehingga apa? Sehingga kekuatan untuk dolar cukup tinggi dan ini berdapak negatif terhadap mata uang rupiah," kata Ibrahim.
Ibrahim menambahkan, pelemahan rupiah yang berpotensi berada di Rp18.000 tersebut membuat Bank Indonesia (BI) kemungkinan besar akan menyesuaikan suku bunga acuannya pada rapat dewan gubernur (RDG) Juli mendatang. Ia memperkirakan BI akan menaikan suku bunga hingga 50 basis poin.
"Dalam kondisi saat ini sangat sulit Bank Indonesia apakah tetap mempertahankan suku bunga atau menaikkan suku bunga tapi ada kemungkinan besar dalam bulan Mei ini pertemuan Bank Sentral Indonesia akan menaikkan suku bunga tujuannya adalah untuk menestabilkan mata uang rupiah," ungkap dia.
Anjlokknya nilai tukar rupiah itu sudah pasti berimbas kepada harga kebutuhan sehari-hari Masyarakat Indonesia. Harga pangan pasti perlahan akan naik. Harga bahan pertanian apalagi. Biaya transportasi pesawat bakal melonjak.
Beruntungnya Pemerintah masih menahan kenaikan harga BBM meski APBN harus jebol. Tapi nanti, Ketika keuangan negara tidak punya kekuatan lagi, mau tidak mau BBM pasti akan dinaikan. Di sinilah kekacauan ekonomi tidak bisa dihindarkan.
Semua harga kebutuhan pokok pasti naik. Inflasi akan meroket, ekonomi bakal merosot. Inilah momen yang menakutkan itu. ***
