-->

PSSI Akhirnya Sadar Diri, Siap Menanggung Biaya Akomodasi Peserta AFF U-19 di Sumut

Sebarkan:

Pertandingan Piala AFF U-19 di Stadion Utama Deli Serdang
Kisruh soal biaya akomodasi tim peserta Piala AFF U-19 yang berlangsung di Sumut berakhir sudah.  Persatuan Sepak Seluruh Indonesia (PSSI) memastikan akan menanggung biaya akomodasi tim-tim peserta Piala AFF U-19 2026 yang digelar 1-13 Juni di Sumatera Utara.

"Kami bersama panitia lokal sudah mengambil alih tanggung jawab tersebut," ujar Sekretaris PSSI Sumatera Utara Yosephine di Medan, Rabu.

Sementara Pemko Medan yang sebelumnya diminta PSSI untuk menanggung biaya itu, tidak akan dibebani apapun. Pemko Medan hanya berperan menyiapkan fasilitas pendukung untuk pelaksanaan turnamen itu.

Anehnya, Yosephine tetap  bersikeras,  biaya akomodasi peserta turnamen tersebut sebelumnya merupakan komitmen bersama antara Pemerintah Kota Medan dan panitia lokal. Padahal faktanya,. Hal itu sama sekali tidak benar.  

Pemko Medan sama sekali tidak pernah menyatakan komitmennya untuk menalangi biaya akomodasi para tim peserta AFF U-19 itu.

Hanya PSSI yang merasa sok kuasa, menganggap bisa seenaknya memberi perintah kepada Pemerintah Daerah untuk menjalankan apa yang mereka mau. Pengurus PSSI terkesan sangat bodoh, sebab mereka tidak paham soal aturan pengeluaran anggaran dari kas Pemerintah Daerah. Sampai-sampai  mereka seenaknya memerintahkan Pemko Medan membayar akomodasi itu.

“Pemko Medan sama sekali tidak pernah berkomitmen membiaya akomodasi peserta AFF U-19. Tidak benar itu,” kata Walikota Medan.

Yang benar, kata Rico, Pemko Medan hanya diminta membantu menyiapkan fasilitas untuk para peserta.

“Kita diminta menyiapkan Stadion Teladan dan stadion untuk tempat berlatih para peserta. Dan itu sudah kita lakukan. Tapi soal pembayaran biaya hotel para peserta, sama sekali tidak pernah  ada dalam perjanjian itu.

Walikota Rico Waas memang mengakui, pada 24 Mei Pemko Medan menerima surat dari PSSI yang meminta agar mereka menalangi biaya akomodasi tim peserta AFF U-19 selama berada di Kota Medan. Namun permintaan itu sama sekali tidak pernah direspon Pemko Medan karena sangat mendadak dan tidak memiliki aturan yang mendasarinya.

“Kita kan semua tahu, kalau Pemerintah daerah mengeluarkan anggaran, harus ada perencanaan dan harus ada aturan yang mendasarinya. Tidak boleh mengeluarkan anggaran seenaknya begitu saja. Apalagi mendapat perintah dari PSSI. Itu sudah salah. Makanya kita sudah meminta masukan dari Mengdari soal bisa tidaknya Pemko Medan menalangi biaya akomodasi itu,” kata Rico.

Namun sampai berlangsungnya kompetisi sejak 1 Juni lalu, Mendagri tidak memberi respon atas pengaduan Pemko Medan itu. Sampai di sini, Pemko Medan merasa bahwa mereka sama sekali tidak diperbolehkan mengeluarkan anggaran untuk akomodasi itu.

Anehnya, PSSI yang merasa sok kuasa, menganggap surat perintah mereka itu harus dijalankan Pemko Medan. Ketika Pemko Medan menolak, PSSI merasa mereka telah dikhianati. Padahal pihak PSSI yang arogan, tidak tahu aturan.

Setelah Walikota Rico Waas menjelaskan semua fakta dan aturan yang harus diikuti, barulah pengurus PSSI sadar diri. Mereka mengalah dan akhirnya mau menanggung sendiri biaya akomodasi tim peserta. Meski demikian, PSSI tetap merasa telah dikhianati oleh Pemko Medan. Dasar bodoh. Sudah salah, arogan lagi..!

Sebelumnya Pemerintah Kota Medan menyatakan kalau mereka berkomitmen untuk menyukseskan pelaksanaan Piala AFF U-19 dengan menyediakan berbagai fasilitas olahraga yang dimiliki pemerintah kota setempat. Tapi sama sekali tidak pernah ada komitmen untuk membiayai akomodasi para peserta.

Piala AFF yang berlangsung di Sumut merupakan kompetisi sepakbola Piala ASEAN di bawah usia 19 tahun. Sebanyak 11 negara terlibat dalam kompetisi ini. Selain 10 negara dari Asia Tenggara, kompetisi ini juga diikuti tim nasional Australia.

Kompetisi berlangsung di Stadion Utama Deli Serdang dan Stadion teladan Medan. Semua tim perserta umumnya menginap di hotel berbintang yang ada di seputar kota Medan. ***



Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini