Polisi bergerak cepat untuk menangani laporan kasus challenge membaca Alquran dengan hadiah minuman keras (miras) yang viral di media sosial saat berlangsung konser music The Sounds Project di Ancol, Jakarta, Minggu (9/8/2026).
Keduanya adalah R, seorang perempuan yang disebut sebagai pengunjung sekaligus peserta challenge, serta Revnaldo Ega Siahaan, seorang laki-laki yang berperan sebagai MC dari tenant Newport yang menyediakan hadiah minum keras. Kini keduanya berada di Polres Metro Jakarta Utara dan masih menjalani pemeriksaan.
Plh. Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Oki Waskito mengatakan, penyidik masih bergerak mengumpulkan keterangan dan alat bukti untuk mengetahui secara utuh peran masing-masing pihak.
"Setelah kami terima laporan polisi tersebut, kami melakukan secara maraton pemeriksaan saksi-saksi, kita panggil, ada yang kita jemput. Sampai saat ini ada enam saksi yang sudah kita periksa," kata Oki dalam konferensi pers di Kantor Wali Kota Jakarta Utara Rabu (12/8/2026).
Selain pemeriksaan saksi, polisi juga menyiapkan gelar perkara untuk menentukan apakah kasus tersebut akan dinaikkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan.
"Dua yang kita arah penyidikan, rencananya nanti malam akan digelarkan, paling lambat besok, mana ada waktu 24 jam dari tadi pagi untuk menentukan meningkatkan menjadi proses sidik," ujarnya.
Gelar perkara tersebut ditargetkan berlangsung paling lambat Kamis (13/8/2026).
Kasus challenge ayat Alquran berhadiah minuman keras ini mencuat setelah sebuah video dari festival musik The Sounds Project Vol. 9 pada Minggu (9/8/2026) beredar di media sosial. Dalam video itu terlihat adanya tantangan membaca atau menghafalkan ayat Al-Qur’an yang dikaitkan dengan pemberian minuman keras.
Video tersebut kemudian menuai kecaman dan perhatian publik. Umat Islam sangat marah dengan challenge itu karena bersifat menistakan agama. MUI Kecamatan Pademangan selanjutnya membuat laporan polisi pada Senin (10/8/2026) sore. Dari laporan itu, polisi melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak.
Kegiatan Challenge itu terjadi saat berlangsung konser music The Sounds Project di Ancol, Jakarta. Namun pihak panitia peyelenggara mengaku tidak tahu menahu dengan kasus itu karena dilakukan oleh salah satu tenant yang hadir sebagai sponsor acara.
Dalam akun instangram resminya, @thesoundsproject pada Selasa (11/8/2026) mengatakan pihaknya membutuhkan waktu untuk memastikan informasi mengenai kejadian tersebut sebelum menyampaikan sikap resmi.
“Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun,” ujar The Sounds Project.
Pihak penyelenggara juga menegaskan aksi tersebut tidak berasal dari arahan maupun persetujuan mereka.
“Kami tegaskan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya di luar arahan, persetujuan, dan kendali kami sebagai penyelenggara acara,” ujar The Sounds Project.
Mereka juga menegaskan tidak akan mentoleransi tindakan yang menyinggung agama maupun SARA di area acara, termasuk yang dilakukan oleh sponsor dan mitra kerja sama. Semua tindakan itu dilakukan oleh merek minuman keras Newport yang merupakan salah satu sponsor acara.
Sebagai tindak lanjut, pihak penyelenggara The Sounds Project mengaku telah menegur pihak sponsor terkait dan meminta kasus tersebut diselesaikan hingga tuntas. Selain itu, mereka melakukan pengawasan terhadap pihak sponsor untuk mengidentifikasi pihak yang terlibat langsung dalam insiden tersebut.
“Kami melakukan pengawalan ketat agar pihak sponsor segera mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat langsung pada insiden tersebut untuk dapat dipertanggungjawabkan secara penuh,” ujar The Sounds Project.
The Sounds Project juga menyebut telah melakukan evaluasi internal untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
Sedangkan MC yang bertugas di booth Newport, Revnaldo Ega Siahaan atau Ega kemudian menyampaikan permintaan maaf melalui akun Threads @aqueer_ pada Senin (10/8/2026). Namun bagaimana pun juga ia harus bertanggungjawab terhadap aksi yang dilakukannya.
Makanya Ega harus menjalani pemeriksaan di kantor polisi sampai hari ini bersama dengan Perempuan yang memberi jawaban atas pernyataan challenge itu. ***
