-->

Kepala SPPG Karo Penyedia MBG Diduga Beracun Akhirnya Meminta Maaf, Terancam Dipecat

Sebarkan:

Kepala SPPG yang diduga sebagai pe nyedia MBG Beracun di Karo, Eky Faizal Sendrato menyampaikan permintaan maaf melalui Media Sosial Tik Tok 
Setelah viral kasus keracunan massal sejumlah pelajar di Brastagi, Kabupaten, setelah menikmati Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (13/8/2026), akhirnya Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi  (SPPG) sebagai pimpinan dapur yang memasak makanan itu, Eky Faizal Sendrato, tampil di media sosial untuk menyampaikan permintaan maaf.

Dalam video yang disampaikan melalui tik tok itu, Eky Faizal Sendrato yang didampingi seorang pekerja dapur lainnya mengaku bersalah atas kelalaian itu.  Ia mengaku siap bertanggungjawab.

"Saya memohon maaf kepada seluruh adik-adik saya, siswa yang mengalami kejadian ini dan yang terdampak. Saya bermohon maaf, tidak ada sedikit pun harapan terjadi," ujarnya, Sabtu (15/8/2026).

Sampai sekarang belum jelas bagaimana status Eky Faizal Sendrato sebagai kepala SPPG yang menyediakan makanan  di wilaya Karo itu. Masyarakat terus mendesak agar ia terus diperiksa untuk mengetahui sejauh mana pengawasan terhadap bahan makanan hingga proses pengolahannya.

"Sudah terjadi lalu gampang minta maaf. Lalu siapa yang bertanggung jawab? Gak ada kabar siapa tersangkanya. Masa iya ikan dencis?" ujar Bayu Sitepu, wali murid siswa SMAN 1 Brastagi, yang anaknya dilarikan ke Rumah Sakit Efarina Etahanam setelah muntah dan mengalami tenggorokan panas usai menyantap MBG.

Sementara itu Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono telah menegaskan kalau ia akan memecat dengan tidak hormat pihak-pihak yang terbukti lalai dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga menimbulkan kasus keracunan.

Ancaman pemecatan ini ditegaskan Sudaryono menyusul insiden ratusan siswa keracunan setelah menyantap MBG di Kecamatan Brastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

"Sanksi bagi pihak yang terbukti lalai tidak hanya berupa pencopotan dari jabatan. Khusus Kepala SPPG yang berstatus ASN pemecatan tidak dengan hormat melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN)," ujar Sudaryono dalam keterangan resmi, Senin (17/8/2026) yang diterima Kajianberita.com.

Sudaryono membuka kemungkinan menyerahkan proses investigasi kepada aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan kelalaian dalam insiden tersebut.  Oleh karena itu, seluruh kepala dapur, petugas, dan penanggung jawab diminta memastikan seluruh prosedur operasional standar (SOP) dijalankan.

"Ini juga peringatan bagi yang lain, harus ekstra hati-hati dan kerja dengan sebaik-baiknya. Kalau enggak bisa, kau mundur," kata Sudaryono.

Menurut dia, keamanan pangan MBG bukan sekadar persoalan operasional dapur, melainkan menyangkut keselamatan dan nyawa manusia. Jangan nyawa orang jadi permainan.

“Kalau enggak mampu jadi kepala dapur, kalau enggak mampu jadi chef, kalau enggak mampu jadi jadi petugas di situ, kau mundur aja. Karena nyawa seseorang enggak bisa dipertaruhkan," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, siswa SMA Negeri 1 Brastagi, SMA Bersama, dan SMK Negeri 1 Brastagi diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program MBG pada Kamis (13/8/2026). Hingga Jumat (14/8/2026), jumlah siswa yang mengalami keluhan kesehatan mencapai 353 orang.

Dari informasi yang dihimpun, sejumlah siswa mulai mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan melalui program MBG.

Beberapa siswa diduga mengalami gejala berupa mual, muntah, pusing, hingga kondisi tubuh melemah. Para siswa yang diduga mengalami keracunan kemudian mendapat perawatan di Rumah Sakit Efarina Brastagi, RSU Amanda Brastagi, Rumah Sakit Umum Kabanjahe, serta Puskesmas Brastagi. ***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini