![]() |
| Gibran Rakabuming saat mengunjungi korban MBG di Brastagi, Karo yang sempat keracunan. Saat ini para korban telah sembuh dan sudah bisa kembali bersekolah seperti biasa |
Setelah pubic mempertanyakan ulah Gerardus Majella Hananto Hega Permanaditya alias Gerard Permana yang membuat video soal hilang ingatan 70 persen, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akhirnya turun tangan untuk memberi teguran langsung kepada karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) asal Bantul, Yogyakarta itu.
Ia menilai, isi video yang mengejek korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Brastagi, tanah Karo itu sangat kelewatan.
"Perkataan oknum SPPG ini sangat disayangkan. Mari kita bersama menjaga ruang publik yang aman dan ramah bagi semua. Jangan sampai anak-anak justru menjadi korban perundungan," ungkap Gibran melalui unggahan resmi Instagram @gibran_rakabuming, Minggu (20/9).
Unggahan Gibran turut menampilkan video aksi karyawan SPPG yang memakan ayam katsu sebagai mana yang beredar luas. Video itu disandingkan dengan video Gibran saat mengunjungi korban keracunan MBG di Karo, Sumatera Utara.
Gibran mengatakan Febiona Purba dan Agnesia Paruliana Silitonga asal Kabupaten Karo yang sempat mengalami hilang ingatan akibat keracunan MBG kini sudah pulang. Keduanya juga akan kembali bersekolah setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif di RSCM."Saat ini Agnesia dan Febiona telah kembali ke rumah masing-masing di Kab. Karo dan akan masuk sekolah kembali," pungkasnya.
Koordinator Regional BGN Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Wirandita Gagat Widyatmoko menyatakan pegawai yang dimaksud merupakan pegawai SPPG di Dlingo, Bantul.
"Betul (pembuat video karyawan SPPG di Dlingo), yang bersangkutan berposisi sebagai pengawas keuangan," tutur Gagat seperti dikutip detikJogja, Minggu (20/9).
Menindaklanjuti video viral itu, Gagat mengaku sudah memberikan teguran kepada SPPG yang bersangkutan. "Dari kami juga sudah memberikan teguran kepada SPPG dan yang bersangkutan," jelasnya.
Belakangan, Gerard sendiri kemudan membuat video klarifikasi dengan menyatakan bahwa video dibuat murni untuk hiburan (have fun) saat menyantap katsu sisa kemarin yang dinilainya masih layak makan. Ia menegaskan tidak ada niat untuk menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun para korban musibah di Sumatra Utara.
Namun video klarifikasi itu tampaknya tidak membuat nasib Gerard aman. Kabarnya Badan Gizi Nasional sudah memecat dirinya dari status sebagai staf SPPG Banjarharjo II, Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul.
Langkah tegas itu, menurut Koordinator Regional BGN Yogyakarta, Wirandita Gagat Widyatmoko agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Wirandita menyatakan, setiap kejadian yang berkaitan dengan keamanan pangan harus menjadi perhatian bersama dengan mengedepankan kemanusiaan dan sikap saling menghormati, bukan justru dijadikan bahan canda.
Rasain lu Gerard..!**

