-->

Politisi Senior Demokrat Sumut Dorong AHY Gencarkan Program Indonesia Tanpa Pengangguran

Sebarkan:

 

Dialog publik dalam rangka 25 tahun Partai Demokrat di Sumut yang diselenggarakan di Hotel Grand Antares Medan, Minggu (4/10/2026)
Dialog public dengan topik ‘Mengembalikan Kejayaan Partai Demokrat di Sumut’ yang digelar di Grand Antares Hotel Medan pada Minggu (4/10/2026) menghasikan sejumlah gagasan untuk kemajuan partai itu ke depan. Salah satu usulan yang dihasilkan adalah mendorongan agar partai menyiapkan program ‘Indonesia bebas dari Pengangguran’ sebagai bagian dari kampanye pada Pemilu mendatang.

Gagasan itu muncul melihat keprihatinan masalah ketenagakerjaan hari ini yang masih menjadi ‘PR’ besar bagi pemerintah. Oleh karena itu, para politisi senior Demokrat Sumut berharap, di bawah kendali Ketua Umum Ketua Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), partai itu bisa menyusun program nyata guna mengatasi pengangguran yang masih tinggi.

“Sudah saatnya Partai Demokrat keluar dari pola pendekatan pragmatis untuk kemudian fokus pada program pembukaan lapangan kerja secara komprehensif. Pemikiran ekonomi dan pembangunan yang dibawa AHY harus diisi dengan formulasi kebijakan yang menyentuh langsung isu ini,” kata Shohibul Ansyori Siregar, salah satu pembicara pada seminar itu.

Isu pembukaan lapangan kerja ini, tambah Shohibul, pasti menarik perhatian warga Sumut mengingat tingkat pengangguran di daerah ini juga cukup tinggi. AHY punya kemampuan menyusun program itu karena ia memiliki visi yang jelas dalam bidang infrastruktur dan pengembangan investasi.

Dengan menjadikan isu pengentasan pengangguran sebagai ajang pertarungan gagasan, Shohibul yakin, Partai Demokrat bisa mengukuhkan kembali kejayaannya di Sumatera Utara sebagaimana hasil Pemilu 2009.

Shohibul Ansyori merupakan salah satu dari dua pembicara yang tampil pada seminar itu. Adapun pembicara lainnya adalah Syarifuddin Siba, akademisi senior yang lebih banyak menyorot tentang potensi AHY dalam memimpin bangsa ke depan.

AHY, dalam kacamata Syarifuddin Siba, merupakan pemimpin yang memiliki syarat lebih dari cukup untuk menjadi orang nomor satu di negeri ini, baik itu berdasarkan kemampuan komunikasi, leadership, dalam hal wawasan dan sebagainya.

“Apalagi AHY punya ketertarikan terhadap kemajuan rumpun melayu. Semua itu merupakan potensi bagi Demokrat Sumut untuk bisa mengolah informasi itu sehingga partai ini memiliki amunisi untuk mendapatkan dukungan masyarakat,”kata Syarifuddin Siba.

Sekjen Masyarakat Melayu Baru (Mabin) ini mengaku begitu terkesan dengan AHY setelah Ketua Umum Demokrat itu menggelar dialog bersama delapan sultan melayu Sumatera Timur pada sebuah pertemuan di Medan pada 2 Juli lalu. Siba yang berperan sebagai mediator pertemuan itu melihat AHY tidak hanya sekedar menghadiri acara, tapi menyodorkan sejumlah gagasan untuk kemajuan Melayu di Sumut.

“Saya melihat dia sosok yang punya konsep jelas dalam setiap program yang dirancang. Jadi bukan hanya sekedar datang, duduk dan mendengar,” kata Siba.

Kekuatan AHY ini yang seharusnya bisa dikelola politisi Demokrat Sumut sehingga partai ini lebih dekat dengan masyarakat.

Dialog Meraih Kembali Kejayaan Demokrat di Sumut digagas sejumlah politisi senior dan kader militan di daerah ini, antara lain, Armyn Simatupang, Burhanuddin Sitepu, Tony Chandra, Yusuf Tambunan dan lainnya. Pelaksanaan seminar ini juga dalam rangka merayakan ulang tahun ke-25 partai.

Sangat disayangkan, pengurus inti DPD Demokrat Sumut tidak banyak terlibat kegiatan ini karena lebih memilih mempersiapkan strategi untuk menang pada Musda mendatang. Sikap pengurus yang lebih berorientasi kepada kekuasaan ini yang membuat para politisi senior kecewa karena menjadi penyebab menurunnya dukungan masyarakat.  

Terbukti dalam Pemilu 2024 lalu, dukungan kepada Partai Demokrat di Sumut mengalami penyusutan. Kondisi itu diperparah dengan mencuatnya isu korupsi yang melanda Ketua DPD Demokrat Sumut, Lokot Nasution.  

Tak heran jika pada pertemuan itu juga muncul usulan agar seluruh kader Demokrat mengevaluasi kepemimpinan Lokot yang dianggap telah menurunkan citra partai. 

Turunnya perolehan Partai Demokrat di Sumut pada Pemilu lalu memaksa para politisi senior kembali bergerak mencari solusi demi memperbaiki lagi citra partai dan mendekatkan diri kepada masyarakat. ***

 

 

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini