![]() |
| Djamari Chaniago |
Penunjukan Djamari sebagai Menko Polkam ini di luar prediksi sebagian orang karena yang bersangkutan jarang muncul dan terlibat aktif dalam dunia politik nasional. Namun sosok Djamari ini sangat akrab dengan Presiden Prabowo karena sama-sama berada dalam satu partai politik yakni Gerindra.
Djamari merupakan purnawirawan TNI lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) tahun 1971 dari Korps Infanteri. Dia merupakan junior atau angkatan dari Luhut Binsar Pandjaitan yang merupakan lulusan Akabri tahun 1970.
Djamari juga memiliki kedekatan dengan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin. Keduanya merupakan bekas anak buah Prabowo dan Sjafrie di Korps Kopassus. Pasalnya Prabowo dan Sjafrie merupakan lulusan Akabri 1974 dari kecabangan Infanteri (Kopassus).
Pria kelahiran Padang, Sumatera Barat (Sumbar), 8 April 1949 ini pensiun dengan berpangkat jenderal bintang tiga ( Letnan Jenderal/Letjen). Djamari pernah menduduki sejumlah jabatan strategis selama berkarier di militer.
Djamari pernah menjabat sebagai Panglima Daerah Militer III/Siliwangi pada 1997-1998.
Setelah itu, ia dipercaya menduduki posisi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) pada 1998-1999, Djamari kala itu menggantikan Johny Lumintang yang duduk sempat duduk di posisi tersebut setelah Prabowo.
Pada waktu yang sama, Djamari juga duduk sebagai anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP) bersama Subagyo Hadisiswoyo, Fachrul Razi, SBY, hingga Agum Gumelar.
DKP merupakan dewan yang memutuskan Prabowo terbukti melakukan pelanggaran terlibat dalam operasi penculikan sejumlah aktivis pada 1997-1998 dan memecat Prabowo dari ABRI pada 1998.
Djamari juga dipercaya sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat pada 1999-2000 dan mengisi kursi Kepala Staf Umum TNI pada 2000-2004.
Tidak hanya aktif di militer, ia juga berkecimpung di dunia bisnis setelah pensiun. Dari informasi yang dihimpun, Djamari pernah mengemban tugas sebagai Komisaris Utama PT Semen Padang sejak 2015.
Sebagai informasi, Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam). Dia menggantikan Budi Gunawan yang secara resmi sudah meninggalkan Kabinet Merah Putih.
Adapun, pelantikan ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-perundangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," kata Prabowo yang kemudian diikuti oleh jajaran menteri yang baru dilantik.
"Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," ujarnya menambahkan.
Selanjutnya, Prabowo menandatangani berita acara pelantikan terhadap Djamari dan memberikan selamat atas jabatan barunya. (inilah)
