Kementerian Komunikasi dan Digital melaporkan adanya gangguan layanan telekomunikasi, akibat banjir dan longsor yang terjadi
di Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga,
Sumatera Utara, pada Rabu, 26 November. 
BTS atau menara pemancar telepon seluler
Dalam hal ini, Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) telah berkoordinasi dengan operator seluler—termasuk PT Telekomunikasi Selular, PT Indosat Tbk dan PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk., untuk memetakan potensi gangguan jaringan di wilayah terdampak.
Berdasarkan data PMT, total 495 site BTS di kawasan bencana Tapanuli tengah dan Sibolga mengalami kerusakan.
BTS atau base transceiver Station adalah stasiun pemancar dan penerima sinyal komunikasi nirkabel yang menjadi penghubung antara perangkat pengguna (seperti ponsel) dengan jaringan operator seluler. Jika alat ini rusak, komunitas seluler praktis terputus. Total pemancar yang rusak itu sekitar 1,42% dari 34.660 site eksisting di Sumatera Utara.
Gangguan terbesar tercatat di Kabupaten Tapanuli Tengah dengan 167 site terdampak (23,19%), Kota Sibolga dengan 35 site (26,52%), dan beberapa wilayah kepulauan Nias.
Sementara itu, PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk melaporkan 80 site terdampak (0,19% dari total 8.746 site di Sumut), dengan gangguan signifikan terutama di Kecamatan Pandan, Manduamas, Barus, serta beberapa kecamatan di Sibolga.
PT Indosat Tbk melaporkan 79 site terdampak (0,77% dari 10.174 site), terutama di Kecamatan Pandan, Sipirok, Badiri, Barus, dan beberapa wilayah di Tapanuli serta Sibolga. Persentase gangguan bervariasi antara 6–35% di tingkat kecamatan.
Sedangkan, PT Telekomunikasi Selular mencatat dampak terbesar dengan 336 site terdampak, tersebar luas di kawasan Nias, Tapanuli, dan sebagian Kota Medan. Beberapa kecamatan melaporkan gangguan di atas 20% dari total site eksisting, seperti Gunungsitoli, Teluk Dalam, Maniamolo, dan Tukka. Site yang terdampak dan mengalami gangguan (down) disebabkan oleh terputusnya aliran listrik dari PLN dan gangguan transmisi.
Saat ini, semua operator seluler sedang berupaya untuk memulihkan site yang terdampak akibat terputusnya aliran listrik dari PLN dengan menggunakan genset, sampai aliran listrik kembali normal. Namun, masih terkendala oleh akses jalan yang terkena dampak banjir.
Operator seluler juga telah berupaya untuk memulihkan site yang down akibat gangguan transmisi dengan melakukan routing ke beberapa titik.
Komdigi melalui Direktorat Pengendalian Infrastruktur Digital juga terus melakukan pemantauan kualitas layanan telekomunikasi pasca banjir dan tanah longsor, bersama dengan Balai Monitor SFR Kelas I Medan dan Pemerintah Daerah. ***