-->

Dewi Astutik, Bos Narkoba Kelas Dunia yang Terkenal Licin dan Diburu Banyak Negara

Sebarkan:
Dewi Astutik, rekruter jaringan narkotika Asia-Afrika, salah satu pengendali Golden Triangle saat tiba di Jakarta ( foto Dok BNN)

Setelah melalui perjalanan sekitar 5 jam dari Kamboja, Dewi Astutik alias kak Jinda alias Dinda yang baru saja ditangkap Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) tiba di Jakarta pada Selasa malam (2/12/2025). Dewi langsung menjalani pemeriksaan intensif. Pihak BNN juga harus menjelaskan soal penangkapan itu kepada pihak Korea Selatan, sebab negara itu juga ikut memburu Dewi.

Sosok Dewi memang unik. Awalnya ia hanyalah seorang pekerja migran yang mencoba nasib bekerja di luar negeri. Tidak disangka, ia justru menjadi salah satu pemain penting dalam bisnis narkoba di Asia. 

Sasaran pasokannya tidak hanya wilayah Indonesia, tapi juga negara Asia dan Afrika lainnya. Bahkan Korea Selatan telah memasukkan Dewi sebagai orang yang mereka cari.

" Dewi Astutik merupakan rekrutor dari jaringan perdagangan narkotika Asia-Afrika dan juga menjadi DPO dari negara Korea Selatan," kata Kepala BNN RI, Komjen Suyudi Ario Seto, Rabu, 3 Desember.

Berdasarkan hasil analisa BNN terdapat dua nama utama asal Indonesia yang mendominasi kawasan Golden Triangle, Fredi Pratama dan Dewi Astutik. Fredi Pratama merupakan gembong narkoba asal Kalimantan yang juga menjadi buronan internasional.

Dewi Bersama Fredi adalah aktor utama yang menyeludupan 2 ton sabu senilai 5 triliun ke Indonesia melalui Riau pada Mei lalu. Namun kasus itu berhasil digagalkan BNN RI bersama instansi terkait.

"Penangkapan 2 ton sabu tersebut berhasil menyelamatkan sekitar 8 juta jiwa dari ancaman bahaya narkotika," ucap Komjen Suyudi Ario Seto. Dari hasil investigasi itu pula akhirnya nama Dewi terungkap sebagai actor utamanya.

Dewi juga ketahuan menyelundupkan narkoba ke Korea Selatan sehingga ia masuk dalam daftar pemburuan. Tapi tidak mudah menangkap Dewi, sebab ia kerap berpindah-pindah negara, berganti wajah, dan menyamar menggunakan nama lain. 

Dewi akhirnya berhasil ditangkap BNN RI di Sihanoukville, Kamboja, Senin, 1 Desember 2025. Buronan internasional itu ditangkap oleh BNN RI yang bekerjasama dengan Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI di Kamboja, serta Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

Dewi akan menjalani proses hukum di Indonesia meski ia juga diburu negara lain
Proses penangkapan Dewi juga tidak mudah karena ia mendapat pengawalan dari sejumlah anak buahnya.

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto dalam jumpa persnya mengungkapkan bagaimana 'licinnya' pergerakan Dewi Astutik. BNN mengaku kesulitan menangkap Dewi, meski akhirnya mereka berhasil menangkap Dewi.

Dalam keterangannya kepada pers, Komjen Suyudi Ario Seto menyebutkan betapa sulitnya menangkap Perempuan itu sebab Dewi sering berpindah-pindah negara dan memiliki banyak tempat persembunyian. Selain itu, Dewi menjadi bagian dari jaringan internasional.

“Dewi bahkan salah satu WNI yang mendominasi kawasan Golden Triangle atau jaringan narkoba, sama seperti Fredy Pratama yang juga merupakan buron sejak 2014,” kata Suyudi.

Saat mengetahui Dewi sedang bersembunyi di Kamboja, di situlah BNN menjalin Kerjasama dengan kepolisian setempat untuk meringkusnya. BNN menjalin Kerjasama dengan kepolisian Kamboja untuk menangkap perempuan asal Ponorogo, Jawa Timur itu. ***

 

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini