-->

Presiden Kunjungi Lokasi Bencana di Tapanuli dan Sibolga, Pastikan penyaluran Bantuan

Sebarkan:

Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandara Silangit pada Senin pagi dan langsung menuju Tapanuli Tengah meninjau lokasi bencana 

Hingga saat ini Pemerintah belum mau menetapkan  bencana banjir dan longsor di Sumatera sebagai bencana nasional. Meski demikian, Presiden Prabowo Subianto tetap kuatir dengan dampak bencana itu. Pada Senin 1 Desember  2025, Ia terpanggil mengunjungi langsung lokasi bencana di Tapanuli Tengah dan Sibolga, sebelum melanjutkan perjalanan meninjau lokasi bencana di Aceh.

Prabowo mendarat di Bandara Silangit pada Senin pagi pukul 08.00 wib dan selanjutnya terbang naik helikopter khusus ke Tapanuli tengah.

Saat berada di Tapanuli Tengah, Prabowo mengunjungi lokasi pengungsian di  Lapangan GOR Pandan. Ia juga meninjau dapur polri yang ada di lokasi. Berdialog dengan petugas yang memasak di dapur tersebut. Setelah itu, Prabowo menghampiri posko pengungsian di Lokasi lainnya.

Dalam kegiatan ini, Prabowo didampingi kapolri, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, hingga Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu.

Usai peninjauan, Kapolri secara simbolis akan menyerahkan bantuan "Polri untuk masyarakat" sebanyak 7 truk berisi makanan, pakaian, hingga kebutuhan sehari-hari.

Diketahui, korban meninggal dunia akibat bencana yang terjadi di Tapanuli Tengah tercatat 66 orang, 508 orang luka, dan 104 orang. Dengan rincian sebagai berikut:

  • Kecamatan Pandan 20 meninggal dunia, 2 luka, 30 hilang, dan 1.084 mengungsi;
  • Kecamatan Tukka 26 meninggal dunia, 505 luka, 43 hilang, dan 788 mengungsi;
  • Kecamatan Badiri 7 meninggal dunia dan 12 hilang;
  • Kecamatan Barus 3 meninggal dunia;
  • Kecamatan Barus Utara 2 meninggal dunia;
  • Kecamatan Sitahuis 15 meninggal dunia dan 19 hilang;
  • Kecamatan Sorkam Barat 1 luka.

Presiden Prabowo bersama Bupati Masinton Pasaribu dan kapolri meninjau lokasi pengungsian di Tapanuli Tengah
Total warga mengungsi di wilayah tersebut tercatat 1.872 orang. Titik pengungsian tersebar di beberapa titik, di antaranya:

Gedung Olahraga Tapanuli Tengah 1.084 pengungsi terdapat fasilitas kamar mandi, 4 tangki air, 2 dapur lapangan (Pemkab dan gabungan TNI-Polri), posko gabungan penanganan bencana, medis dan trauma healing;

  • Rumah Umak Nuardi Simbolon 78 pengungsi;
  • Pondok Oppung Siregar 39 pengungsi;
  • Rumah Bes Rosul 18 pengungsi;
  • Rumah Bapak Jesika Tambunan 58 pengungsi;
  • Rumah Lisna Sitompul 81 pengungsi;
  • Rumah Kepling Benni 93 pengungsi;
  • Rumah Bapak Videl Waruwu 124 pengungsi;
  •  Bes. Post Irwan 18 pengungsi;
  • Rumah Andi Sihotang 12 pengungsi;
  • Basecamp Linggom 16 pengungsi;
  • Basecamp Ulok 52 pengungsi;
  • Basecamp CN (Bapak Mambor) 19 pengungsi;
  • Tinggal di Mobil 15 pengungsi;
  • Rumah Warga (NN) 56 pengungsi;
  • Rumah Bes. Alvin 51 pengungsi;
  • Rumah Warga (Satpol PP) 16 pengungsi;
  • Rumah Warga (Endang Zendrato) 42 pengungsi.
Polisi juga mencatat ada 9 rumah rusak sedang dan 30 sekolah rusak berat, dengan rincian sebagai berikut:
  • Rumah rusak sedang di Kecamatan Barus 9 rumah
  • Sekolah rusak berat 30 sekolah
  • Kecamatan Pandan 1 sekolah;
  • Kecamatan Tukka 14 sekolah; v Kecamatan Badiri 2 sekolah;
  • Kecamatan Tapian Nauli 1 sekolah;
  • Kecamatan Sukabangun 4 sekolah;
  • Kecamatan Lumut 8 sekolah.

Selain itu, terdapat 6 jalan di Tapanuli Tengah yang masih terputus akibat bencana, yakni:

  • Sibolga-Padang Sidempuan;
  • Sibolga-Tarutung;
  • Sibolga-Manduamas;
  • Fransiskus;
  • Tukka-Saurmanggita;
  • Hutabalang-Pagaranhonas.
Sampai Senin ini, upaya untuk memperbaiki jalan terus dilakukan. Prabowo memastikan bahwa jalan itu akan bisa ditembus segera. ***
 
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini