Sekedar meluruskan informasi, bahwa bukan Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) yang membangun rumah bantuan untuk korban bencana, tapi Pemerintah pusat. Gubernur Bobby Nasution hanya sebagai penyampai informasi saja.
Pemprovsu tidak mampu membangun rumah bantuan itu karena tidak punya anggaran setelah Bobby lebih tertarik mengalihkan anggaran penanganan bencana ke proyek pembangunan jalan. Sehingga ketika bencana melanda, Bobby tidak mampu mencarikan solusi untuk membantu para korban bencana. Terpaksa harus pemerintah pusat yang turun tangan.
Pemerintah sudah berencana membangun rumah bantuan untuk korban bencana yang harus mengalami relokasi dari rumah mereka yang sudah tidak layak dihuni lagi. Untuk melancarkan proyek itu, Pemerintah Daerah dan Pemprovsu harus bekerjasama mencarikan lahan.
“Soal pembangunanya sudah dianggarakan oleh Pemerintah pusat,” kata Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait.
Salah satu lahan yang akan disiapkan oleh Pemprovsu dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan adalah lahan sawit milik warga yang sudah tidak terurus. Rencananya lahan itu akan dibeli oleh Pemprovsu untuk digunakan sebagai lokasi pembangunan 188 unit rumah bagi kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal.
Dalam pengadaan rumah bagi korban bencana ini, Pemerintah daerah memang ditugaskan untuk menyiapkan lahan, sedangkan Pembangunan fisiknya ditangani pusat. Untuk menyiapkan lahan bagi korban bencana di Tapanuli Selatan, Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu harus bekerjasama dengan gubernur untuk menyediakan lahan tersebut.
Gus Irawan Pasaribu mengaku sudah menyiapkan lahan yang dibutuhkan itu. Hal itu ia sampaikan saat mendampingi kunjungan Bobby Nasution ke Tapsel, Sabtu 27/12/2025.
Gus mengatakan total lahan baru yang dibutuhkan mencapai 3,7 hektare, di mana 2 hektare merupakan milik pribadi warga, sehingga Pemprovsu bakal membayar ganti rugi lahan warga tersebut. Lokasinya di sekitar Desa Perkebunan Marpinggan.
"Tapi memang tanah itu sebagian milik masyarakat yang tadinya ditanami salak. Tadi Pak Gubernur menyampaikan biar dari provinsi yang membebaskan lahan masyarakat yang 2 hektar dari total 3,7 hektare semuanya," ujarnya.
Lahan itu nantinya akan dibangun rumah untuk warga korban bencana di Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Tapsel.
Memang, kondisi tanah di Desa Tandihat terus mengalami pergerakan tanah sejak 25 November 2025 dan menghancurkan rumah maupun jalan. Itu sebabnya warga memilih mengungsi ke Desa Perkebunan Marpinggan.
Gus Irawan Pasaribu menjelaskan terdapat 186 kepala keluarga (KK) di Desa Tandihat. Semuanya bakal direlokasi di lokasi yang sudah direkomendasikan.
"Ada 186 KK sudah merekomendasi di sini layak untuk hunian untuk 186 KK," sebut Gus Irawan Pasaribu.
Sebelumnya beredar kabar bahwa Pemprovsu yang akan membangun rumah itu atas gagasan Bobby Nasution sebagai gubernur. Kabar bohong ini disampaikan oleh tim Media Bobby Nasution yang disebar melalui Instagram @sumutupgrade.
Media sosial ini memang kerap menyampaikan kabar pencitraan soal Bobby Nasution. Sebagian dari pencitraan itu adalah kabar bohong demi menaikkan pamor menantu Jokowi itu. Padahal sejak awal Bobby sangat gagap mengatasi bencana yang terjadi di daerah ini.
Tak heran jika ia tidak banyak berperan mengatasi masalah bencana ini, selain sesekali membagi-bagikan makanan seperti halnya seorang relawan. Namun untuk mencarikan solusi, Bobby tidak tahu berbuat apa.
Saat ini Bobby ditugaskan Pemerintah pusat untuk mencarikan lahan untuk lokasi pembangunan rumah bagi korban bencana. Kalaupun hal itu tidak bisa ia lakukan, sangatlah keterlaluan. ***
